Konsultasi Wulan Tilaar
25 November 2008 - 14:17 wib
Kembalikan Kulit Sehat Bercahaya Usai Cacar
Mbak Wulan, saya Desy. Saya sering tidak pede karena bekas cacar di muka saya. Produk apa yang harus saya gunakan dan bagaimana cara pengaplikasikannya? Apakah bekas cacar ini bisa hilang?Konsultasi Kesuma Chandra
24 November 2008 - 12:41 wib
Trik Padu-Padan Cat Dinding
Senang berkenalan dengan Anda. Perkenalkan saya Nita Sari, di Jakarta. Bagaimana trik memadupadankan cat dinding rumah agar terlihat harmonis?Konsultasi Lianny Hendranata
29 September 2008 - 13:55 wib
Membersihkan Aura, Perlukah Keterampilan Khusus?
Salam kenal ibu Lianny Hendranata, saya ingin menanyakan apakah semua orang punya energi aura? Dan bagaimana dengan orang yang sudah meninggal, apakah masih memiliki energi aura?Konsultasi dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd
24 November 2008 - 17:18 wib
Selesai Lebih Dulu Pertanda Ejakulasi Dini?
Dokter Yth, saya seorang laki-laki, baru nikah 3 bulan lalu tapi belum dianugerahi keturunan. Ketika berhubungan seks kenapa saya "keluar" lebih dahulu dari pada istri, apakah ini yang disebut ejakulasi dini?Konsultasi Rudy Hadisuwarno
24 November 2008 - 17:39 wib
Solusi untuk Rambut Tipis & Berminyak
Dear Mas Rudy, saya Indri, wanita 22 tahun. Rambut saya tipis dan berminyak, apa langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan rambut yang lebat.Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski
25 November 2008 - 14:14 wib
Trik Turunkan Berat Badan dengan Cara Tradisional
Mbak Deby, kenalin nama saya Intan dari Medan (21 tahun) dengan tinggi 160 centimeter dan berat 71 kilogram. Saya ingin bertanya bagaimana menurunkan berat badan dengan cara tradisional.Konsultasi Taruna K Kusmayadi
24 November 2008 - 17:23 wib
Kebaya untuk Resepsi Pernikahan & Wisuda
Halo Mas Taruna, saya Ayu Indah (22 tahun). November ini sahabat saya akan menikah. Saya dan kelima teman lainnya diberi kain seragam brokat. Saya ingin memakai kebaya tersebut untuk resepsi dan wisuda.Konsultasi Aura
Kesehatan Aura Pengaruhi Gairah Seks
Jum'at, 21 Maret 2008 - 10:42 wib
PERKENALKAN saya Josefine (37), tinggal di Australia. Saya membaca artikel tentang kesehatan aura, saya ingin bertanya apakah kesehatan aura seseorang mempengaruhi gairah seks?
Sebagai istri yang sudah menikah 10 tahun dan kami mempunyai seorang anak laki-laki (8), saya menyadari gairah seks saya sangat lemah. Bukan saja sekarang, tetapi juga waktu kami baru menikah.
Selama ini saya bercinta dengan suami, itu terjadi karena suami saya yang punya inisiatif melakukannya. Kalau tidak, saya tidak pernah terangsang untuk bergairah dengan dia.
Bagaimana caranya saya bisa bergairah dengan suami saya, sebab saya tidak mau keadaan "dingin" saya ini terus menerus menekan hidup saya. Terima kasih.
Jawaban:
Kesehatan aura memang mempengaruhi gairah seks. Kesehatan energi aura berasal dari suasana batin kita. Sedangkan kegiatan bercinta, juga sangat terpengaruh dengan suasana batin.
Maka jika ingin menyehatkan energi ini, kita harus tahu dulu apa suasana batin kita (misalnya murung, cemas, terlalu gembira atau paranoid/terlalu bercuriga). Kita juga harus tahu kenapa kita terjebak dalam suasana yang tidak kita inginkan ini. Apakah kita sanggup memperbaikinya sendiri dan bagaimana langkah kita untuk tujuan ini.
Dengan Anda mengirim pertanyaan melalui rubik ini, berarti sudah melakukan langkah bagus, yaitu melakukan "usaha" untuk memperoleh perbaikan dari situasi yang disadari sebagai hal yang tidak normal. Di mana kita tahu bahwa seorang istri "seharusnya" selalu bergairah terhadap suaminya sendiri, begitu sebaliknya.
Tentu saja untuk menjawab pertanyaan Anda, bagaimana caranya Anda bisa bergairah dengan suami sendiri, yakni kita harus mengusut dulu apa inti penyebab ini. Misalnya apakah Anda punya trauma yang tidak menyenangkan/ menakutkan dari masa lalu/ masa kecil yang berhubungan dengan kegiatan seks. Adakah trauma yang dialami bersama suami, sejak Anda mulai melakukan hubungan intim ini. Adakah ganjalan-ganjalan perasaaan yang disimpan, sehingga tanpa sadar keluar rasa "malas" atau "dingin" dalam melaksanakan kegiatan yang seharusnya menjadi ekspresi memadu cinta kasih dua orang yang bersatu dalam lingkaran energi cinta sayang.
Dalam eksperimen pemeriksaan mesin kesehatan aura, terlihat dua orang yang sedang bercinta dengan tulus, pancaran energinya sangat terang bersinar, berwarna cerah, dan secara fisik keduanya terlibat rasa bahagia yang panjang.
Josefine, jangan lupa kegiatan seks dilakukan oleh dua orang, tidak bisa yang satu malas-malasan, sementara yang lain sangat bergairah.
Anda mengatakan bahwa selama ini kegiatan bercinta terjadi atas inisiatif suami Anda, maka bisa dikatakan selama ini Anda melakukan kegiatan bercinta ini secara mekanik, hanya kegiatan saling menggesek kulit. Memang gesekan bisa menghasilkan rasa enak, tetapi kita tidak bercinta dengan seluruh energi jiwa kita.
Energi aura sangat memegang peran, sebab dengan bercinta berarti kita menyatukan energi dari badan, jiwa, dan hati/perasaan). Energi ini dalam literatur kesehatan aura berasal dari pusat energi. "Cakra jantung" yang mensuplai energi pertimbangan perasaan disayang dan menyayangi, "cakra pusar" yang mensuplai energi ambisi menguasai dan dikuasai, serta "cakra pelvis" yang mensuplai energi interaksi komunikasi pasif dan aktif.
Untuk mengairahkan kembali hasrat Anda, penting kita sadari untuk menghilangkan ganjalan yang ada. Jika ini memang dialami selama Anda berhubungan intim dengan suami, dan usut tuntas adakah penyebab trauma masa kecil/ masa lalu. Nah ini perlu terapi psikikologis berkesinambungan jika Anda mempunyai masalah ini.
Secara energi aura, bisa Anda melakukan usaha instan dengan terapi warna. Cobalah mendekorasi ruang tempat Anda banyak berdiam, dengan warna yang berkaitan dengan penyehatan "cakra jantung, pusar dan pelvis" yaitu kombinasi antara warna hijau yang diperlukan cakra jantung, dan warna kuning yang diperlukan untuk cakra pusar, serta warna oranye yang diperlukan cakra pelvis. Buatlah suasana kamar tidur dengan warna yang sedikit panas, misal kombinasi oranye dan kuning pucat.
Dalam melakukan terapi warna, jika pasangan dan anak kita merasa terganggu dengan warna yang akan kita terapkan, maka terapi warna bisa kita terapkan hanya pada diri kita. Misalnya warna baju yang kita modifikasi dengan warna-warna cerah, yang berguna untuk mengusir kemurungan dan membangkitkan gairah seksualitas kita dan warna romantis untuk ruang yang lebih pribadi misal kamar tidur, kamar mandi. Warna netral untuk ruang umum misal ruang makan atau ruang keluarga.
Terapi warna sangat besar pengaruhnya pada energi aura sebab energi aura sendiri vibrasinya sangat menentukan warna yang dipancarkan. Selamat mencoba, dan semoga sukses.
Lianny Hendranata
Konsultan Kesehatan AURA & CAKRA
Auraprimatama & Inspiration Centre
Sebagai istri yang sudah menikah 10 tahun dan kami mempunyai seorang anak laki-laki (8), saya menyadari gairah seks saya sangat lemah. Bukan saja sekarang, tetapi juga waktu kami baru menikah.
Selama ini saya bercinta dengan suami, itu terjadi karena suami saya yang punya inisiatif melakukannya. Kalau tidak, saya tidak pernah terangsang untuk bergairah dengan dia.
Bagaimana caranya saya bisa bergairah dengan suami saya, sebab saya tidak mau keadaan "dingin" saya ini terus menerus menekan hidup saya. Terima kasih.
Jawaban:
Kesehatan aura memang mempengaruhi gairah seks. Kesehatan energi aura berasal dari suasana batin kita. Sedangkan kegiatan bercinta, juga sangat terpengaruh dengan suasana batin.
Maka jika ingin menyehatkan energi ini, kita harus tahu dulu apa suasana batin kita (misalnya murung, cemas, terlalu gembira atau paranoid/terlalu bercuriga). Kita juga harus tahu kenapa kita terjebak dalam suasana yang tidak kita inginkan ini. Apakah kita sanggup memperbaikinya sendiri dan bagaimana langkah kita untuk tujuan ini.
Dengan Anda mengirim pertanyaan melalui rubik ini, berarti sudah melakukan langkah bagus, yaitu melakukan "usaha" untuk memperoleh perbaikan dari situasi yang disadari sebagai hal yang tidak normal. Di mana kita tahu bahwa seorang istri "seharusnya" selalu bergairah terhadap suaminya sendiri, begitu sebaliknya.
Tentu saja untuk menjawab pertanyaan Anda, bagaimana caranya Anda bisa bergairah dengan suami sendiri, yakni kita harus mengusut dulu apa inti penyebab ini. Misalnya apakah Anda punya trauma yang tidak menyenangkan/ menakutkan dari masa lalu/ masa kecil yang berhubungan dengan kegiatan seks. Adakah trauma yang dialami bersama suami, sejak Anda mulai melakukan hubungan intim ini. Adakah ganjalan-ganjalan perasaaan yang disimpan, sehingga tanpa sadar keluar rasa "malas" atau "dingin" dalam melaksanakan kegiatan yang seharusnya menjadi ekspresi memadu cinta kasih dua orang yang bersatu dalam lingkaran energi cinta sayang.
Dalam eksperimen pemeriksaan mesin kesehatan aura, terlihat dua orang yang sedang bercinta dengan tulus, pancaran energinya sangat terang bersinar, berwarna cerah, dan secara fisik keduanya terlibat rasa bahagia yang panjang.
Josefine, jangan lupa kegiatan seks dilakukan oleh dua orang, tidak bisa yang satu malas-malasan, sementara yang lain sangat bergairah.
Anda mengatakan bahwa selama ini kegiatan bercinta terjadi atas inisiatif suami Anda, maka bisa dikatakan selama ini Anda melakukan kegiatan bercinta ini secara mekanik, hanya kegiatan saling menggesek kulit. Memang gesekan bisa menghasilkan rasa enak, tetapi kita tidak bercinta dengan seluruh energi jiwa kita.
Energi aura sangat memegang peran, sebab dengan bercinta berarti kita menyatukan energi dari badan, jiwa, dan hati/perasaan). Energi ini dalam literatur kesehatan aura berasal dari pusat energi. "Cakra jantung" yang mensuplai energi pertimbangan perasaan disayang dan menyayangi, "cakra pusar" yang mensuplai energi ambisi menguasai dan dikuasai, serta "cakra pelvis" yang mensuplai energi interaksi komunikasi pasif dan aktif.
Untuk mengairahkan kembali hasrat Anda, penting kita sadari untuk menghilangkan ganjalan yang ada. Jika ini memang dialami selama Anda berhubungan intim dengan suami, dan usut tuntas adakah penyebab trauma masa kecil/ masa lalu. Nah ini perlu terapi psikikologis berkesinambungan jika Anda mempunyai masalah ini.
Secara energi aura, bisa Anda melakukan usaha instan dengan terapi warna. Cobalah mendekorasi ruang tempat Anda banyak berdiam, dengan warna yang berkaitan dengan penyehatan "cakra jantung, pusar dan pelvis" yaitu kombinasi antara warna hijau yang diperlukan cakra jantung, dan warna kuning yang diperlukan untuk cakra pusar, serta warna oranye yang diperlukan cakra pelvis. Buatlah suasana kamar tidur dengan warna yang sedikit panas, misal kombinasi oranye dan kuning pucat.
Dalam melakukan terapi warna, jika pasangan dan anak kita merasa terganggu dengan warna yang akan kita terapkan, maka terapi warna bisa kita terapkan hanya pada diri kita. Misalnya warna baju yang kita modifikasi dengan warna-warna cerah, yang berguna untuk mengusir kemurungan dan membangkitkan gairah seksualitas kita dan warna romantis untuk ruang yang lebih pribadi misal kamar tidur, kamar mandi. Warna netral untuk ruang umum misal ruang makan atau ruang keluarga.
Terapi warna sangat besar pengaruhnya pada energi aura sebab energi aura sendiri vibrasinya sangat menentukan warna yang dipancarkan. Selamat mencoba, dan semoga sukses.
Lianny Hendranata
Konsultan Kesehatan AURA & CAKRA
Auraprimatama & Inspiration Centre
Bagi pembaca yang ingin bertanya masalah di atas, Anda dapat mengirimkan pertanyaan ke email: konsultasi.lifestyle[at]okezone.com atau kirimkan via pos ke alamat redaksi okezone: Gedung Bimantara Lt 4, Jl Kebon Sirih Kav 17-19, Jakarta 10340, atau fax: (021) 390.2295.
Konsultasi Lianny Hendranata
Membersihkan Aura, Perlukah Keterampilan Khusus?
Salam kenal ibu Lianny Hendranata, saya ingin menanyakan apakah semua orang punya energi aura? Dan bagaimana dengan orang yang sudah meninggal, apakah masih memiliki energi aura? Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Senin, 29/09/2008 13:09
Membersihkan Aura, Perlukah Keterampilan Khusus? -
Senin, 07/07/2008 19:07
Energi Aura yang Sehat Berfungsi Melindungi -
Senin, 12/05/2008 17:05
Energi Aura Bisa Menambah Pesona Wanita -
Senin, 10/03/2008 14:03
Warna Aura Berbeda Bisa Sebabkan Pertengkaran? -
Selasa, 26/02/2008 11:02
Warna Aura Indigo, Berbeda tapi Bukan 'Aneh'
