Foto: AP
MEMBERI tip mungkin terkesan sepele. Namun, tidak bagi mereka yang berstatus selebriti atau politikus terkenal. Tip dianggap menunjukkan siapa mereka.
Tim kampanye Hillary Clinton berang bukan kepalang ketika National Public Radio (NPR) memberitakan bahwa istri mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton itu melakukan "kejahatan kuliner" yakni tidak memberikan tip setelah makan di restoran Maid-Rite, Iowa.
Menurut NPR, Hillary telah dilayani dengan baik oleh seorang pelayan bernama Anita Esterday. Apa yang diinginkan Hillary maupun tim kampanyenya sudah dipenuhi dengan baik oleh Esterday. Sayangnya, setelah selesai makan, Hillary cs pergi begitu saja.
Begitu mendengar berita tersebut, juru bicara tim kampanye Hillary, Phil Singer, langsung bergerak cepat. Mereka mengontak NPR dan menyatakan bahwa Hillary telah membayar uang sebesar USD157 (Rp1,4 juta) untuk makanan. "Selain itu juga uang sebesar USD100 (Rp924 ribu) untuk tip pelayan," kata Singer.
Singer mengaku, berita ini ditakutkan akan merugikan citra Hillary. Dia tidak mau Hillary yang tengah berusaha keras jadi kandidat presiden AS justru dipandang negatif oleh masyarakat karena tidak memberikan uang tip. "Kami yakin memberikan uang sebesar itu untuk tip, tapi ke mana uang itu perginya, saya tidak tahu,"kata Singer.
NPR sendiri langsung merespons keberatan kandidat presiden dari partai Demokrat itu. Mereka mengontak Manajer Maid-Rite Brad Crawford.
Berdasarkan keterangan Crawford diketahui di meja Hillary tidak ditemukan uang tip. Namun, dari meja tim kampanyenya, ada uang sebesar USD100.
Bagi sebagian orang, tip adalah masalah sepele. Sebab, perlu atau tidaknya pemberian tip sangat beragam. Di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, pemberian tip sesungguhnya bukan budaya lokal. Di Jepang, jika Anda meninggalkan sejumlah uang logam di meja makan restoran sebagai tip, waiter akan mengejar Anda untuk mengembalikan uang Anda. Singapura bahkan punya aturan yang melarang pemberian tip.
Namun, diyakini tip adalah salah satu cara untuk memberikan kenangan atau impresi baik bagi seseorang. Jadi, pemberian tip merupakan salah satu bentuk penghargaan atas pelayanan yang telah diberikan.
Adapun jajak pendapat Fool.co.uk menyebutkan, setelah makan di restoran, orang akan menilai Anda dari pemberian tip. "Memberikan tip atau tidak sudah jadi pertanyaan yang umum bagi masyarakat," kata Kepala Divisi Marketing Fool.co.uk David Kuo.
Kuo mengatakan, pelayanan yang prima merupakan satu syarat sahnya pemberian tip. Tanpa hal ini, pemberian tip justru akan sangat merugikan. Dia juga menambahkan, hanya orangorang tertentu saja yang rela memberi tip.
"Jika Anda memberikan tip bagi pelayanan yang baik, Anda akan mempunyai status yang berbeda. Selain itu, siapa tahu Anda akan menerima bonus makanan tambahan," kata Kuo.
"Orang biasa bisa saja memberikan tip, dan mereka memang akan mendapatkan penghargaan atau pengakuan akan status mereka. Namun, jika selebriti atau politikus memberikan tip atau tidak, maka akan jadi berita," lanjutnya.
Beberapa selebriti bahkan bisa jadi sangat terkenal karena besarnya tip yang mereka berikan. Contohnya, aktor dan presenter variety show The Price is Right, Drew Carey.
"Jangan pernah meninggalkan uang tip kurang dari USD100 meskipun hanya untuk secangkir kopi," kata Carey.
Wartawan veteran Hollywood, Janet Charlton, bahkan mengatakan, besaran tip yang dikeluarkan Carey merupakan bentuk kepeduliannya terhadap sesama. Charlton menuturkan, ketika acara yang dipandu Carey sukses besar, dia menerima hadiah sebuah mobil Porsche dari bosnya.
"Setelah itu, dia justru memberikan mobil jenis Miata yang baru saja dia beli kepada asisten produksi acaranya yang tidak mempunyai mobil. Dia memang dermawan," kata Charlton memuji Carey.
(sindo//tty) Tim kampanye Hillary Clinton berang bukan kepalang ketika National Public Radio (NPR) memberitakan bahwa istri mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton itu melakukan "kejahatan kuliner" yakni tidak memberikan tip setelah makan di restoran Maid-Rite, Iowa.
Menurut NPR, Hillary telah dilayani dengan baik oleh seorang pelayan bernama Anita Esterday. Apa yang diinginkan Hillary maupun tim kampanyenya sudah dipenuhi dengan baik oleh Esterday. Sayangnya, setelah selesai makan, Hillary cs pergi begitu saja.
Begitu mendengar berita tersebut, juru bicara tim kampanye Hillary, Phil Singer, langsung bergerak cepat. Mereka mengontak NPR dan menyatakan bahwa Hillary telah membayar uang sebesar USD157 (Rp1,4 juta) untuk makanan. "Selain itu juga uang sebesar USD100 (Rp924 ribu) untuk tip pelayan," kata Singer.
Singer mengaku, berita ini ditakutkan akan merugikan citra Hillary. Dia tidak mau Hillary yang tengah berusaha keras jadi kandidat presiden AS justru dipandang negatif oleh masyarakat karena tidak memberikan uang tip. "Kami yakin memberikan uang sebesar itu untuk tip, tapi ke mana uang itu perginya, saya tidak tahu,"kata Singer.
NPR sendiri langsung merespons keberatan kandidat presiden dari partai Demokrat itu. Mereka mengontak Manajer Maid-Rite Brad Crawford.
Berdasarkan keterangan Crawford diketahui di meja Hillary tidak ditemukan uang tip. Namun, dari meja tim kampanyenya, ada uang sebesar USD100.
Bagi sebagian orang, tip adalah masalah sepele. Sebab, perlu atau tidaknya pemberian tip sangat beragam. Di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, pemberian tip sesungguhnya bukan budaya lokal. Di Jepang, jika Anda meninggalkan sejumlah uang logam di meja makan restoran sebagai tip, waiter akan mengejar Anda untuk mengembalikan uang Anda. Singapura bahkan punya aturan yang melarang pemberian tip.
Namun, diyakini tip adalah salah satu cara untuk memberikan kenangan atau impresi baik bagi seseorang. Jadi, pemberian tip merupakan salah satu bentuk penghargaan atas pelayanan yang telah diberikan.
Adapun jajak pendapat Fool.co.uk menyebutkan, setelah makan di restoran, orang akan menilai Anda dari pemberian tip. "Memberikan tip atau tidak sudah jadi pertanyaan yang umum bagi masyarakat," kata Kepala Divisi Marketing Fool.co.uk David Kuo.
Kuo mengatakan, pelayanan yang prima merupakan satu syarat sahnya pemberian tip. Tanpa hal ini, pemberian tip justru akan sangat merugikan. Dia juga menambahkan, hanya orangorang tertentu saja yang rela memberi tip.
"Jika Anda memberikan tip bagi pelayanan yang baik, Anda akan mempunyai status yang berbeda. Selain itu, siapa tahu Anda akan menerima bonus makanan tambahan," kata Kuo.
"Orang biasa bisa saja memberikan tip, dan mereka memang akan mendapatkan penghargaan atau pengakuan akan status mereka. Namun, jika selebriti atau politikus memberikan tip atau tidak, maka akan jadi berita," lanjutnya.
Beberapa selebriti bahkan bisa jadi sangat terkenal karena besarnya tip yang mereka berikan. Contohnya, aktor dan presenter variety show The Price is Right, Drew Carey.
"Jangan pernah meninggalkan uang tip kurang dari USD100 meskipun hanya untuk secangkir kopi," kata Carey.
Wartawan veteran Hollywood, Janet Charlton, bahkan mengatakan, besaran tip yang dikeluarkan Carey merupakan bentuk kepeduliannya terhadap sesama. Charlton menuturkan, ketika acara yang dipandu Carey sukses besar, dia menerima hadiah sebuah mobil Porsche dari bosnya.
"Setelah itu, dia justru memberikan mobil jenis Miata yang baru saja dia beli kepada asisten produksi acaranya yang tidak mempunyai mobil. Dia memang dermawan," kata Charlton memuji Carey.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad