o1 o2

Karir dan kepribadian


Menilai Sikap dan Perilaku Anak Buah

Kamis, 20 Maret 2008 - 17:39 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Chaerunnisa - Okezone

TIDAK dapat dimungkiri bahwa perusahaan sangat berkepentingan dalam menilai sikap dan perilaku yang dimiliki oleh calon karyawan atau bahkan anak buahnya. Sehingga tak heran bila di beberapa perusahaan telah dibentuk assessment center, yang bertugas antara lain untuk melakukan penilaian kompetensi melalui observasi perilaku.

Kemampuan untuk menilai kompetensi ini juga harus dimiliki oleh para manager atau atasan, untuk melakukan penilaian para anak buahnya. "Dalam manajemen kinerja tidak hanya berujung pada kenaikan gaji. Tapi bagaimana seorang atasan dapat menjadi coach atau membina bawahannya agar memiliki produktivitas yang baik. Hal ini dinilai berdasarkan pada knowledge dan ability anak buah," jelas Psikolog Bondan Seto Prasetyadi ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Kamis (20/3/2008).

Menurut almamater Universitas Guna Dharma ini, faktor kepribadian merupakan salah satu indikator yang menjadi tolok ukur komponen kinerja di seluruh perusahaan atau organisasi.

"Karena resolusi yang sekarang terjadi banyak orang yang pintar, tetapi tidak memiliki kecerdasan emosional. Secara intelektual dia jago, tetapi tidak memiliki kecerdasan emosional. Misalnya tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, padahal dalam dunia kerja asas simbiosis mutualisme itu penting. Teamwork dapat menjadi pelajaran bagaimana seseorang bisa bekerja. Makanya saat ini sebelum bekerja di sebuah perusahaan harus ada tes kepribadian, selain tes IQ," terangnya.

Menurutnya, di Indonesia belum ada penilaian 300 derajat feedback, sehingga masih bersifat up down yaitu dari atasan kepada bawahan saja. Padahal akan lebih banyak nilai yang diperoleh bila penilaian diambil oleh atasan langsung dan atasan tidak langsung. "Karena itu, di Indonesia belum bisa obyektif," terang konsultan untuk SDM di beberapa perusahaan itu.

Dengan dilakukan observasi perilaku, sambungnya, diharapkan para karyawan melakukan tugasnya dengan lebih baik, sehingga akan memeroleh job performance yang lebih baik. Dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja. Penilaian ini harus dilakukan secara transparan, sehingga baik atasan maupun anak buah mempunyai pemahaman yang sama, serta didasarkan atas bukti perilaku yang ada.

Tak hanya itu saja, lanjut Bondan, faktor penilaian seorang atasan ketika melakukan observasi terhadap anak buah. "Absensi (kedisiplinan) meski standar, tapi sangat penting karena pelanggaran-pelanggaran yang dibuat akan dapat terdeteksi," kata staf pengajar di Fakultas Hukum di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Masih menurutnya, talent management saat ini menjadi tren dalam penilaian atasan terhadap bawahan. "Hal ini yang harus menjadi indikator bagaimana seorang atasan menilai bawahannya. Dalam talent management akan terlihat adakah kontribusi yang diberikan anak buah terhadap perusahaan. Sehingga rewards yang didapat pun bagus," tukasnya.  (mbs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4