o1 o2

Kesehatan


Teh, Minuman Sederhana Penjaga Kesehatan

Sabtu, 29 Maret 2008 - 10:50 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Foto: Corbis

AIR mineral sudah dikenal bisa menyehatkan tubuh. Namun, mengonsumsi teh sebagai selingan justru lebih bermanfaat. Pasalnya, teh memiliki kandungan katekin yang bisa menangkal penyakit degeneratif.

Selama ini pamor teh masih kalah dibandingkan air mineral. Apalagi, banyaknya promosi iklan air mineral yang membuat citra teh sebagai minuman kesehatan memudar. Jika dibandingkan mengonsumsi air mineral berati memperoleh air saja. Sementara kalau meminum teh, dua manfaat bisa diperoleh untuk tubuh, yakni mengasup kandungan katekinnya dan juga air.

"Bila Anda ingin meminum teh harus diseduh air panas. Artinya, manfaat air juga bisa dirasakan. Mengonsumsi teh berarti memperoleh keuntungan ganda," ujar peneliti teh dari Departemen Teknologi Pangan Universitas Pasundan Dadan Rohdiana.

Dadan mengatakan, kebutuhan cairan di dalam tubuh yang hilang akan terganti dengan mengonsumsi air. Namun, kandungan di dalam teh mampu melindungi tubuh dari bermacam penyakit.

Teh mengandung polyphenol (sejenis antioksidan), theaflafin, thearubigin, kafein, dan essential oil. Kandungan katekin antioksidan terbukti mampu menurunkan risiko penyakit kanker.

Berbagai studi menunjukkan, mengonsumsi teh dapat menurunkan risiko penyakit kanker. Untuk melumpuhkan keganasan radikal bebas, peran antioksidan sangatlah diperlukan.

Katekin diyakini dan terbukti secara ilmiah mampu menangkap sejumlah radikal bebas yang merupakan biang keladi sejumlah penyakit degeneratif.

Salah satu penyebab munculnya penyakit tersebut adanya akumulasi radikal bebas atau oksidan. Radikal bebas dapat menghancurkan sistem jaringan dan integritas DNA dalam tubuh. Kondisi ini menstimulus percepatan proses penuaan, penghancuran lever, dan menyebabkan penyakit papan atas lainnya, seperti penyakit jantung dan kanker.

Sebagai contoh, penelitian di Jepang menunjukkan, tingkat kematian akibat kanker penduduk yang mendiami daerah produsen utama teh hijau lebih sedikit. Studi tersebut juga menyimpulkan, mereka yang mengonsumsi sekurang-kurangnya dua cangkir teh setiap hari akan menurunkan risiko penyakit kandung kemih sebanyak 40 persen.

Bukan hanya mampu menangkal kanker, teh juga dapat meredam terjadinya penyakit kardiovaskular. Kandungan polyphenol mampu menghambat penyerapan kolesterol, menghambat penggumpalan sel-sel platelet sehingga mencegah terjadinya penyumbatan darah.

Dengan adanya kandungan polyphenol di dalamnya, mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Sebab, dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah.

Bagi Anda yang ingin menjaga kestabilan berat badan, salah satu caranya dengan rajin meminum teh. Senyawa polyphenol dalam teh menyebabkan penurunan kemampuan tubuh dalam mengabsorpsi sari pati makanan, termasuk lemak.

Hasil penelitian yang dilakukan para peneliti dari Institute of Physiology University of Fribourg Switzerland menunjukkan, teh hijau mempunyai potensi sebagai thermogenesis sehingga mampu meningkatkan kalori dan lemak yang berdampak terhadap penurunan berat badan.

Bukan itu saja, bayangan risiko osteoporosis juga bisa dikurangi dengan rajin meminum teh. Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan salah satu masalah yang dihadapi wanita menopause. Dengan berhentinya produksi hormon estrogen, akan memicu pengeroposan tulang sehingga rentan terjadinya patah tulang.

Kabar baik bagi pencinta teh, sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa kebiasaan meminum teh secara teratur mampu mempertahankan keutuhan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis.

Teh mengandung senyawa aktif yang menyerupai hormon estrogen lemah dan bisa membantu melindungi tulang terhadap proses kerapuhan. Kegunaan teh tidak hanya dirasakan saat diseduh.

"Teh juga bermanfaat dari dalam (insiden) dan luar (outside). Teh bermanfaat inside terbukti untuk kesehatan, sedangkan outside berfungsi untuk merawat kecantikan," papar Public Relation & Marketing Manager Tea Addict Erry Alif.

Kandungan essential oil yang diambil dari pohon teh digunakan untuk perawatan tubuh, seperti massage, scrub, lulur. Adapun, manfaat essential oil mampu melarutkan lemak di dalam tubuh dan mempercepat peredaran darah.

Menurut Erry, saat ini minum teh menjadi tren bagi kaum urban. "Bukan nongkrong di gerai-gerai kopi saja, masyarakat perkotaan pun mulai menikmati teh di tempat seperti ini," tandasnya.
(sindo//tty)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4