o1 o2

Food & Resto


Jelajah Martabak

Minggu, 27 April 2008 - 13:04 wib
text TEXT SIZE :  
Share

MODIFIKASI bentuk dan isi martabak menghasilkan varian baru seperti martabak mini, martabak jamur, martabak bolu, hingga steak martabak. Ada dua kategori martabak, yakni manis dan asin-gurih.

Martabak manis yang juga dikenal sebagai "kue terang bulan" atau "kue pinang Bangka" mengacu pada sejenis pancake atau omelet besar berisi cokelat atau keju parut. Sementara martabak asin-gurih (martabak telur) umumnya digunakan daging ayam dan sapi cincang, udang, sayuran.

Lalu disajikan dengan acar atau kuah saus berasa pedas, manis, asin. Seiring persaingan usaha yang makin ketat, orang pun kian kreatif memodifikasi resep menjadi makanan unik. Nasib ini pun dialami martabak. Saat ini, isi camilan berat ini tak hanya cokelat, keju, dan kacang tanah tumbuk.

Ditemui juga martabak manis isi wijen, kismis, kenari, jagung,hingga durian. Di Bali, jenis martabak jamur yang kaya protein juga banyak diserbu pembeli. Sementara di Semarang, restoran bernama Ufo mengklaim sebagai kafe martabak pertama di Indonesia dengan menu andalan steak martabak.

Metamorfosis martabak juga terjadi dalam ukuran. Di Kelapa Gading Jakarta misalnya, terdapat gerai Martabak Unyil Fatmawati yang menyediakan menu favorit martabak mini manis isi durian dan martabak telur ikan tuna. Ingin berkenalan dengan ragam martabak favorit lainnya?

Martabak Kubang


Asalnya dari Padang dan telah ada sejak 1971. Barulah pada 1988 membuka gerai pertamanya di Jakarta, tepatnya di Jalan Saharjo, Tebet. Martabak Kubang dari jenis martabak telur dikenal dengan ciri khas tebal berisi daging sapi cincang yang dibumbui mirip rendang nan gurih. Juga, selipan pedas cabai yang menyertainya.

Martabak yang telah matang akan dipotong-potong, lalu disajikan bersama kuah yang khas, yakni perpaduan kecap, irisan bawang bombai, cabai rawit asal Padang, tomat, dan sedikit cuka. Celupkan sepotong martabak ke dalamnya, dan rasakan sensasi gurih bercampur pedas-pedas segar. "Untuk menjaga konsistensi rasa, adonan harus diracik oleh satu tangan saja," kata Iwan, sang pemilik. Kelezatan martabak Kubang dipatok dengan harga Rp17.000-Rp32.000.

Istana Martabak


Di antara deretan menu martabak manis, ada dua jenis martabak yang "beda" di sini.Yaitu martabak mini dan martabak tipis-kering. Martabak mini berukuran sebesar serabi dengan isian beragam. Namun, yang terfavorit adalah martabak mini isi durian. Adapun martabak tipis-kering rasanya lebih renyah, dengan bentuk segi tiga yang mirip crepe.

Pilihan isinya antara lain keju, kenari, pisang, cokelat, wijen, dan keju bakar. Jenis martabak telor juga tampil beda dengan pilihan isi sapi lada hitam, ayam, kornet, jamur, serta ikan tuna saus bawang bombai atau saus sambal balado. Kisaran harga di gerai martabak yang berlokasi di Margonda, Kalimalang, dan Serpong ini adalah Rp8.000-Rp67.000.

Martabak Bolu Golden Bell

Bentuk dan rasanya seperti martabak biasa, hanya teksturnya lebih lembut dan empuk mirip kue bolu. Walaupun sudah 4-6 hari, masih tetap empuk dan tidak terlalu berminyak. Nadia, salah seorang pemilik, menjamin produknya itu bebas pengawet. Triknya hanya pada pengadonan. Berbeda dengan martabak umumnya, martabak bolu juga dimakan tidak dalam kondisi panas.

"Martabak bolu cocok untuk oleh-oleh karena bisa tahan hingga tiga hari. Bahkan, jika masuk lemari es bisa tahan sampai 1 minggu," kata Nadia yang telah setahun membuka usaha ini bersama adiknya. Kendati gerainya hanya ada di Bandung, martabak bolu lebih dikenal di luar Bandung.

Sejumlah pelanggannya bahkan sudah membawanya hingga ke Singapura, China, Hong Kong, dan Belanda sebagai oleh-oleh bagi sanak saudaranya. Satu kotak martabak bolu dengan pilihan rasa keju, cokelat, kacang, kismis (atau campurannya) dibanderol Rp27.500- Rp30.000. (sindo//mbs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2