Karir dan kepribadian

Sukses karena Berpikir Positif

Kamis, 8 Mei 2008 - 11:21 wib


Foto: Corbis
BERPIKIR positif pada dasarnya adalah berpihak pada apapun yang sifatnya positif dan lebih baik. Berpikir positif selalu menghasilkan output yang positif.

Berikut ini kami sajikan beberapa poin yang bisa Anda coba gunakan untuk mengasah kemampuan berpikir positif, supaya bisa meraih kesuksesan.

Melihat masalah sebagai tantangan.

Anda bisa bandingkan dengaan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan membuat hidupnya menjadi yang paling sengsara sedunia. Jika orang berhenti pada titik itu, perjuangannya akan sia-sia. Mengapa mesti berjuang kalau ternyata jatuhnya sengsara juga? Tapi jika Anda melihat masalah itu sebagai tantangan, energi untuk maju akan lebih besar. Bukankah Anda tidak akan menyerah begitu saja pada fakta yang ada? Apalagi Anda punya kemampuan (otak dan hati). Anda akan gagal jika Anda hanya berhenti pada masalah dan tidak berusaha mencari akarnya. Anda ditantang untuk menemukan akarnya dan membangun lagi semangat untuk maju.

Lihat dan anggap emosi sebagai pesan.

Jika Anda merasa nyaman, Anda tahu bahwa Anda telah mengerjakan hal yang benar. Dan itu berarti Anda tahu juga apakah harus meneruskan atau mengulanginya. Jika Anda merasa tidak nyaman, Anda tahu ada sesuatu yang salah. Anda tahu bahwa Anda harus berhenti, mulai melakukan analisa terhadap trategi dan kemudian melanjutkan hidup Anda. Ini adalah persoalan ketajaman rasa dan emosi. Jangan kira bahwa emosi tidak baik. Anda justru harus punya emosi yang besar untuk maju.

Menikmati hidup.

Salah satu gelagat mampunya orang berfikir positif adalah tidak menyalahkan nasib hidupnya. Orang seperti ini sadar bahwa apa pun yang terjadi bukanlah suratan nasib. Dan orang seperti ini berusaha menikmatinya, sambil tetap berjuang untuk membuat perubahan berarti. Kalau Anda ingin maju, Anda harus bisa berpikir secara positif bahwa hidup atau jalan hidup Anda bisa diubah. Untuk bisa mengubah hidup Anda menjadi lebih baik jika Anda tidak tahu setiap celah hidup Anda? Anda hanya bisa tahu celah itu jika Anda pernah menikmatinya. Karena itu, Anda harus mulai mensyukuri apa yang Anda miliki. Jangan mengeluh karena orang lain lebih.

Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide.

Untuk bisa maju, Anda mesti punya horizon pengetahuan yang luas. Ini tidak berarti bahwa Anda harus kuliah tinggi-tinggi untuk bisa tahu banyak hal. Yang Anda butuhkan sebetulnya hanyalah kerendahan hati untuk menerima ide dan masukan dari orang lain. Ini persoalan bergaul dengan orang untuk memperkaya diri. Bila pikiran Anda terbuka untuk menerima saran, Anda akan menemukan hal-hal baru yang bisa membuat segala sesuatu menjadi lebih baik.

Ketika Anda melihat kekurangan, Anda bertindak cepat untuk mengisinya.

Jika Anda mendapat hambatan atau tantangan, Anda bertindak cepat untuk menyingkirkannya. Jika Anda mendapat ancaman, Anda bertindak untuk mengantisipasinya. Jika Anda melihat peluang, Anda bertindak untuk mengambilnya. Buanglah kecenderungan untuk lari dari kenyataan. Anda harus bisa menghadapinya. Bukankah tidak baik dibilang pecundang? A looser? Tapi jika Anda berkelebihan, pertahankan atau berbagilah dengan orang lain.

Enyahkan segera pikiran negatif.

"Orang itu pasti begini". "Dia pasti seperti itu". Rekan kerja saya pasti menolak saya". Itu adalah beberapa dari sekian banyak bentuk pikiran negatif yang selalu diciptakan orang. Pikiran seperti itu muncul karena orang tidak tahu orang lain. Karena orang tidak percaya diri. Jika Anda sempat masuk dalam kategori orang seperti itu, tiba saatnya Anda keluar dari sana. Punya pikiran negatif itu tak selamanya buruk. Itu bisa menjadi sebuah bentuk antisipasi. Tapi jika Anda terlalu lama bermain dengan pikiran semacam itu, Anda akan sulit melihat peluang yang ada untuk maju. Bisa muncul masalah baru yang mungkin saja tak mampu Anda handle.

Jangan buru-buru menanggapi gosip yang belum tentu kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan.

Sudah pasti gosip menjadi kawan baik pikiran negatif. Gosip diciptakan atau muncul sebagai akibat dari ketidakpercayaan atau ketaksetiaan. Dan gosip ini punya kans besar untuk mengaburkan kejernihan berpikir dan orientasi. Kalau ada gosip, Anda harus bisa menganalisanya. Cari tahu akarnya dan strategi menghadapinya. Lebih baik Anda memperlakukan gosip sebagai salah satu pisau bedah untuk melihat hal atau nilai yang lebih baik di baliknya.

Tidak membuat alasan tapi langsung bertindak.

Banyak orang cenderung membuat alasan ketika secara tiba-tiba ditantang untuk mengambil sikap atau keputusan. Anda harus menghilangkan kecenderungan buruk seperti itu jika memang Anda tidak bermaksud membuang kesempatan. Tapi ini tidak sama dengan bertindak asal-asalan. Anda punya alasan kuat mengapa Anda mengambil tindakan untuk menjawab tantangan seperti itu. Membuat-buat alasan adalah cara orang yang ingin cari aman.

Gunakan bahasa positif.

Unsur yang dekat sekali dengan berpikir positif adalah menggunakan bahasa yang juga positif. Artinya, bahasa Anda itu sangat optimistik. Yang dimaksudkan dengan bahasa yang sangat optimistik adalah bahasa yang menunjukkan bahwa Anda memandang atau melihat persoalan sebagai tantangan dan peluang dan bukan sebagai ancaman. Anda yakin bahwa Anda bisa menghadapi persoalan atau masalah itu. Dan bahwa Anda mampu menyelesaikannya.

Gunakan bahasa tubuh yang positif.

Selain bahasa yang positif, kemampuan berpikir positif mesti bisa ditunjukkan dengan ekspresi yang jelas. Ekspresi yang juga positif. Anda, misalnya, tersenyum atau tertawa dengan tulus dan tidak dibuat-buat. Anda menganggukkan kepala juga dengan tulus dan tidak dibuat-buat. Semakin sering Anda bersikap demikian, Anda akan memandang hal atau orang lain dengan cara yang semakin positif.
(Genie/Genie/tty)

Baca Juga:

Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski

Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski

Trik Ampuh Mengatur Pola Makan

Saat ini saya memiliki bobot tubuh 57 kg dan tinggi badan 173 cm. Tubuh saya memang kelihatan tidak terlalu gemuk, namun bobot tubuh saya sering naik turun. Saya ingin tahu bagaimana mengatur pola makan dengan cara benar. Konsultasi Selengkapnya...