Fashion

The Pink Spring

Kamis, 15 Mei 2008 - 14:10 wib

PALET cerah mewarnai tren mode tahun ini. Barisan warna agresif agaknya lebih mendominasi. Salah satunya nuansa pink.

Para pakar mode dunia setuju, tahun ini warna cerah tidak lagi hanya digunakan saat musim semi. Melainkan menjadi palet yang wajib ada hingga tahun berakhir. Lihat saja panggung-panggung desainer terkemuka di pekan mode internasional. Hampir seluruhnya tampil atraktif dengan menyuguhkan palet ceria dalam berbagai nuansa, mulai citra feminin dengan motif floral hingga yang bergaya retro dalam balutan warna elektrik khas tahun 1980-an.

Namun, bila ditarik satu garis lurus dari satu pergelaran ke pergelaran lainnya, terdapat beberapa warna yang menjadi garis tren utama. Bila kuning mencuat di awal tahun, maka di pertengahan nanti, warna yang memegang peranan penting adalah tone pink hingga fuschia.

Eropa diwakili label kawakan Burberry Prorsum. Di tangan Christopher Bailey, sang direktur kreatif, pink tidak lagi tampil konservatif, melainkan hadir kontemporer dalam kemasan gaun lengkap dengan mantel panjang. Sebagai aksen, Bailey menghadirkan ikat pinggang logam yang melilit manis, senada dengan aksesori gelang bertumpuk serta clutch.

Di panggung yang sama, rumah mode Gucci menawarkan gaun bergaya greecian dengan draperi sebagai aksen utama. Berbeda dengan Burberry yang lebih memilih tone solid, Frida Giannini justru menghadirkan citra yang lebih lembut dan rapuh lewat penggunaan warna pudar.

Adapun Karl Lagerfeld menawarkan nuansa pink yang lebih feminin lewat penggunaan motif floral berlatar belakang putih. Secara keseluruhan, rancangan desainer asal Jerman ini untuk lini pribadinya terlihat lebih manis, simpel, sekaligus ringan, dibanding koleksinya untuk Chanel.

Di panggung Madrid, Kira Fernandez mempersembahkan nuansa pink yang lebih elegan. Ia menuangkannya dalam garis rancangan klasik dan aplikasi ornamen dekoratif dalam warna emas. Menyeberang ke Asia, Hong Kong Fashion Week yang digelar awal tahun lalu pun menawarkan berbagai varian warna feminin ini.

Label yang mengusung gaya urban, MAAZ by Aza Hema menghadirkan pink lewat paduan tubetop berdetail etnik bersama celana pipa berpinggang rendah. Lain lagi dengan Nio Lam yang menyuguhkan pink dalam bentuk stocking dan detail ruffles di atas setelan berwarna biru gelap.

Desainer Hong Kong Peter Lau juga tidak ketinggalan mengaplikasikan warna permen ini dalam koleksinya. Lau menawarkan citra kasual-feminin melalui bentukan cropped bolero, terusan mini bermotif floral, serta kaus kaki panjang. Tampilan feminin dipertegas Lau dengan permainan aksen balon dan koleksi rajut yang anggun memeluk tubuh.

Citra sportif dari pink ditawarkan desainer Spanyol Ruiz de la Prada. Dengan kombinasi warna terang lainnya, seperti oranye, hijau limau, biru, dan kuning, Ruiz sukses menghadirkan kesan dinamis sekaligus seksi, tanpa terkesan monoton. Kendati hadir dalam berbagai nuansa berbeda, pink tetap tampil manis dan girly, seperti yang disajikan label Tif & Tiffy di catwalk Tokyo. Dalam material rajut, pink justru terlihat lebih lembut dan berkesan feminin. Indonesia pun tidak ketinggalan mengadaptasi nuansa warna manis ini sebagai garis tren 2008.

Desainer senior Indonesia Poppy Dharsono mengatakan, palet pink merupakan warna yang akan banyak dipakai sepanjang tahun.

"Perkembangan mode terus beragam di Indonesia. Semuanya hadir dalam tren yang berbeda dan unik. Salah satunya dari segi warna cerah yang akan banyak hadir pada tahun 2008, seperti warna pink yang menimbulkan kesan ceria, akan lebih dominan ditonjolkan," sebut Poppy.
(sindo//tty)

Baca Juga:

Konsultasi dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd

Erwin Hawawinata

Berhubungan Seks, Keluar Darah Coklat

Saya laki-laki 25 tahun dan istri 24 tahun. Kami sudah menikah sekitar 4 tahun dan memiliki 1 orang putri. Saat ini saya bekerja di Jakarta sebagai programmer komputer, jadi hanya bisa menjumpai istri paling cepet dua minggu sekali. Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»