Trend
Permukiman Hijau di Tengah Jakarta
Kamis, 15 Mei 2008 - 10:36 wib
APARTEMEN semakin diminati kalangan menengah atas. Tak heran, dalam kurun lima tahun terakhir, kalangan pengembang gencar memasarkan apartemen dengan konsep hunian hijau.
Salah satunya adalah The Wafe at Rasuna Epicentrum. Hunian yang mulai dipasarkan pada Januari 2008 ini berdiri di tanah seluas 3,5 hektare dan berdesain eco friendly. The Wave menerapkan konsep green architecture.
Menurut Direktur PT Bakrieland Development Tbk Sri Hascaryo, The Wave akan memiliki bangunan yang tidak dimiliki apartemen lain. Beberapa di antaranya adalah ruang hijau terbuka yang maksimal, dan saling terkoneksi antara ruang hijau terbuka yang satu dengan lainnya sehingga menyatukan berbagai ruang publik.
"The Wave juga memiliki garden roof top di area low rise apartement, yaitu area podium bersama untuk bersosialisasi dan juga bermanfaat untuk mereduksi panas matahari, suara, dan polusi udara," sebutnya.
The Wave juga menerapkan green building concept. Semua area koridor memiliki ventilasi alami dengan menggunakan sistem ventilasi silang (cross ventilation). Dengan begitu, dapat menghemat energi.
Sebanyak 30 persen dari luas area ruang-ruang terbuka hijau dan ruang publik merupakan area kolam resapan yang dapat menampung dan menyerapkan air hujan ke tanah sebanyak mungkin. Selain itu, teknologi water treatment juga diterapkan untuk mengolah air sehingga dapat dipakai kembali untuk menyiram tanaman.
Dia menjelaskan, The Wave merupakan produk yang mencerminkan kepedulian PT Bakrieland Development Tbk menciptakan hunian ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan program Bakrieland Goes Green yang mengusung prinsip-prinsip sederhana, green architecture, green operation and green attitude. "Kami juga ikut dalam program global warming yang saat ini telah menjadi isu global," tuturnya.
Selain itu, fasilitas yang terdapat dalam apartemen yang akan dibangun dengan sembilan tower ini sangat lengkap. Desain bangunannya berbentuk organik sehingga berpotensi menghasilkan view ke segala arah. Dengan begitu, kesan hidup tidak nyaman di jantung kota metropolitan, akan langsung sirna begitu menyatu bersama The Wave.
The Wafe meliputi menara rendah (low rise) dan tinggi (high rise) dengan harga berkisar Rp300 juta sampai Rp1 miliar per unit. Di menara low rise, luas per unit kondominium sekitar 79 m2-96 m2, sedangkan di menara high rise berkisar 40m2-60m2. Enam tower di belakang memiliki tinggi antara 36- 40 lantai, dua tower di depan 36 lantai. Satu tower lainnya yang memiliki kategori low rise memiliki ketinggian antara 10-16 lantai.
Kepala riset Jones Lang Lasalle, Anton Sitorus mengatakan, banyaknya proyek properti baru di Jakarta ataupun di kota besar lainnya merupakan respons dari keinginan pasar yang menginginkan tinggal di daerah yang asri dan hijau. "Ini sah-sah saja karena merupakan bagian dari marketing mereka," tuturnya.
Walaupun begitu, dia mengaku, konsep perumahan hijau yang dikembangkan development sebenarnya bukan yang sebenarnya. Sebabnya, pembangunan apartemen maupun kawasan perumahan landed house yang ada masih sebatas memperbanyak pohon yang tersedia di kawasan tempat tinggal. Padahal, konsep hijau yang sebenarnya memiliki cakupan yang lebih luas, yakni pembangunan kawasan perumahan harus dibangun dari bahan-bahan yang ramah lingkungan. Energi yang dipergunakan untuk konsumsi penghuni rumah juga harus mempergunakan sumber daya yang disediakan alam.
Konsep perumahan hijau bisa menekan pemborosan energi di sektor energi dan yang terpenting bisa menghambat pemanasan dunia. Konsep ini mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dengan kenyamanan yang jauh lebih baik.
Penataan kawasan pun menjadi rapi, indah, dan asri. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam konsep rumah hijau ini di antaranya skala ruangan. Semakin banyak pepohonan dan aliran udara jendela yang benar akan memberikan kenyamanan akan aliran udara yang baik. Dengan begitu energi untuk air conditioner (AC) atau kipas angin bisa ditekan.
Masyarakat cenderung lebih menyukai konsep ini karena sudah terlalu bosan tinggal di kawasan panas, gersang, dan padat. Dengan begitu, tawaran yang diajukan pengembang sangat menarik perhatian masyarakat.
"Untuk tahap awal, saya rasa konsep hijau pada saat ini sudah cukup baik. Namun, konsep tersebut harus segera diperbaharui," harapnya.
Konsep gerakan kembali tinggal di kota yang didengung-dengungkan sejak beberapa tahun lalu, semakin meningkatkan keyakinan pengembang besar untuk membangun hunian alternatif di tengah kota. Khususnya di sekitar tempat kerja. Dengan tempat tinggal di tengah kota, masyarakat tidak perlu lagi direpotkan dengan kendala transportasi dan kemacetan.
(sindo//tty)
Salah satunya adalah The Wafe at Rasuna Epicentrum. Hunian yang mulai dipasarkan pada Januari 2008 ini berdiri di tanah seluas 3,5 hektare dan berdesain eco friendly. The Wave menerapkan konsep green architecture.
Menurut Direktur PT Bakrieland Development Tbk Sri Hascaryo, The Wave akan memiliki bangunan yang tidak dimiliki apartemen lain. Beberapa di antaranya adalah ruang hijau terbuka yang maksimal, dan saling terkoneksi antara ruang hijau terbuka yang satu dengan lainnya sehingga menyatukan berbagai ruang publik.
"The Wave juga memiliki garden roof top di area low rise apartement, yaitu area podium bersama untuk bersosialisasi dan juga bermanfaat untuk mereduksi panas matahari, suara, dan polusi udara," sebutnya.
The Wave juga menerapkan green building concept. Semua area koridor memiliki ventilasi alami dengan menggunakan sistem ventilasi silang (cross ventilation). Dengan begitu, dapat menghemat energi.
Sebanyak 30 persen dari luas area ruang-ruang terbuka hijau dan ruang publik merupakan area kolam resapan yang dapat menampung dan menyerapkan air hujan ke tanah sebanyak mungkin. Selain itu, teknologi water treatment juga diterapkan untuk mengolah air sehingga dapat dipakai kembali untuk menyiram tanaman.
Dia menjelaskan, The Wave merupakan produk yang mencerminkan kepedulian PT Bakrieland Development Tbk menciptakan hunian ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan program Bakrieland Goes Green yang mengusung prinsip-prinsip sederhana, green architecture, green operation and green attitude. "Kami juga ikut dalam program global warming yang saat ini telah menjadi isu global," tuturnya.
Selain itu, fasilitas yang terdapat dalam apartemen yang akan dibangun dengan sembilan tower ini sangat lengkap. Desain bangunannya berbentuk organik sehingga berpotensi menghasilkan view ke segala arah. Dengan begitu, kesan hidup tidak nyaman di jantung kota metropolitan, akan langsung sirna begitu menyatu bersama The Wave.
The Wafe meliputi menara rendah (low rise) dan tinggi (high rise) dengan harga berkisar Rp300 juta sampai Rp1 miliar per unit. Di menara low rise, luas per unit kondominium sekitar 79 m2-96 m2, sedangkan di menara high rise berkisar 40m2-60m2. Enam tower di belakang memiliki tinggi antara 36- 40 lantai, dua tower di depan 36 lantai. Satu tower lainnya yang memiliki kategori low rise memiliki ketinggian antara 10-16 lantai.
Kepala riset Jones Lang Lasalle, Anton Sitorus mengatakan, banyaknya proyek properti baru di Jakarta ataupun di kota besar lainnya merupakan respons dari keinginan pasar yang menginginkan tinggal di daerah yang asri dan hijau. "Ini sah-sah saja karena merupakan bagian dari marketing mereka," tuturnya.
Walaupun begitu, dia mengaku, konsep perumahan hijau yang dikembangkan development sebenarnya bukan yang sebenarnya. Sebabnya, pembangunan apartemen maupun kawasan perumahan landed house yang ada masih sebatas memperbanyak pohon yang tersedia di kawasan tempat tinggal. Padahal, konsep hijau yang sebenarnya memiliki cakupan yang lebih luas, yakni pembangunan kawasan perumahan harus dibangun dari bahan-bahan yang ramah lingkungan. Energi yang dipergunakan untuk konsumsi penghuni rumah juga harus mempergunakan sumber daya yang disediakan alam.
Konsep perumahan hijau bisa menekan pemborosan energi di sektor energi dan yang terpenting bisa menghambat pemanasan dunia. Konsep ini mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dengan kenyamanan yang jauh lebih baik.
Penataan kawasan pun menjadi rapi, indah, dan asri. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam konsep rumah hijau ini di antaranya skala ruangan. Semakin banyak pepohonan dan aliran udara jendela yang benar akan memberikan kenyamanan akan aliran udara yang baik. Dengan begitu energi untuk air conditioner (AC) atau kipas angin bisa ditekan.
Masyarakat cenderung lebih menyukai konsep ini karena sudah terlalu bosan tinggal di kawasan panas, gersang, dan padat. Dengan begitu, tawaran yang diajukan pengembang sangat menarik perhatian masyarakat.
"Untuk tahap awal, saya rasa konsep hijau pada saat ini sudah cukup baik. Namun, konsep tersebut harus segera diperbaharui," harapnya.
Konsep gerakan kembali tinggal di kota yang didengung-dengungkan sejak beberapa tahun lalu, semakin meningkatkan keyakinan pengembang besar untuk membangun hunian alternatif di tengah kota. Khususnya di sekitar tempat kerja. Dengan tempat tinggal di tengah kota, masyarakat tidak perlu lagi direpotkan dengan kendala transportasi dan kemacetan.
Baca Juga:
Konsultasi Lianny Hendranata
Energi Aura yang Sehat Berfungsi Melindungi
Saya ingin menanyakan soal keadaan pribadi saya. Sebagai dosen, saya selalu punya masalah setiap masuk tempat mengajar. Badan terasa tidak "enak" dan perasaan sangat tidak nyaman. Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Sabtu, 19/07/2008 12:07
Kesejukan Alam di Bantimurung -
Sabtu, 19/07/2008 12:07
Sejarah dalam Eksotisme Gua Maharani -
Sabtu, 19/07/2008 11:07
Sensasi Green Canyon -
Jum'at, 18/07/2008 19:07
Ultah, Mandela Meluncurkan Gelang Tangan -
Jum'at, 18/07/2008 17:07
Penjualan Busana Lauren Conrad Merosot -
Jum'at, 18/07/2008 14:07
India, Wajah Baru Kota Mode -
Jum'at, 18/07/2008 12:07
Rahasia Kecantikan Rihanna -
Kamis, 17/07/2008 16:07
Motion, Footwear Store bagi Pencinta Gaya Hidup