Trend
Rusun Sulit Wujudkan Konsep Hijau
Kamis, 15 Mei 2008 - 10:53 wib
MEWUJUDKAN konsep hijau pada pembangunan rumah susun atau yang biasa disebut apartemen bersubsidi bukanlah persoalan mudah. Sebab, harga tanah untuk membangun rumah susun bersubsidi sangat minim.
Apabila pengembang dipaksakan untuk tetap membangun apartemen dengan konsep hijau, Fuad khawatir program pemerintah menyediakan perumahan yang terjangkau di tengah kota sulit terwujud. "Kami pasti akan menaikkan harga jual. Padahal, pemerintah telah menentukan batas harga jual apartemen bersubsidi," tuturnya.
Pengembang bisa saja membangun konsep hijau pada apartemen subsidi yang hendak dibangun. Namun, pengembang tidak mungkin membangun apartemen bersubsidi seperti itu di tengah kota.
Apartemen bersubsidi seperti itu baru memungkinkan dibangun di pinggir atau bahkan di kota satelit Jakarta seperti Tangerang, Depok, atau Bekasi. Pengembang tentunya tidak akan mengambil risiko untuk melakukannya. Sebab, masyarakat pasti akan lebih memilih landed house daripada membeli rusun.
Hal itu diamini Direktur Proyek Sentra Timur Residence Djafrullah. Menurut dia, sulit membangun apartemen bersubsidi dengan konsep hijau bila tidak bekerja sama dengan pihak lain. Karena itulah, pihaknya menggandeng Perum Perumnas untuk membangun apartemen bersubsidi di kawasan Jakarta Timur di lahan seluas 2,8 hektare.
"Lahan yang ada dimiliki Perumnas sehingga kami tidak mengeluarkan banyak uang untuk membebaskan lahan. Karena itu konsep green building dapat dilakukan di apartemen yang kami bangun tersebut," katanya.
(sindo//tty)
Untuk menutupi itu, dalam satu kawasan pengembang tidak hanya membangun apartemen bersubsidi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Seluruh Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria, pengembang yang membangun apartemen bersubsidi terpaksa juga membangun apartemen tak bersubsidi agar bisa menyubsidi silang. Apalagi dalam kawasan apartemen tersebut, pengembang juga membangun beberapa fasilitas seperti kolam renang dan fasilitas lainnya.
Apabila pengembang dipaksakan untuk tetap membangun apartemen dengan konsep hijau, Fuad khawatir program pemerintah menyediakan perumahan yang terjangkau di tengah kota sulit terwujud. "Kami pasti akan menaikkan harga jual. Padahal, pemerintah telah menentukan batas harga jual apartemen bersubsidi," tuturnya.
Pengembang bisa saja membangun konsep hijau pada apartemen subsidi yang hendak dibangun. Namun, pengembang tidak mungkin membangun apartemen bersubsidi seperti itu di tengah kota.
Apartemen bersubsidi seperti itu baru memungkinkan dibangun di pinggir atau bahkan di kota satelit Jakarta seperti Tangerang, Depok, atau Bekasi. Pengembang tentunya tidak akan mengambil risiko untuk melakukannya. Sebab, masyarakat pasti akan lebih memilih landed house daripada membeli rusun.
Hal itu diamini Direktur Proyek Sentra Timur Residence Djafrullah. Menurut dia, sulit membangun apartemen bersubsidi dengan konsep hijau bila tidak bekerja sama dengan pihak lain. Karena itulah, pihaknya menggandeng Perum Perumnas untuk membangun apartemen bersubsidi di kawasan Jakarta Timur di lahan seluas 2,8 hektare.
"Lahan yang ada dimiliki Perumnas sehingga kami tidak mengeluarkan banyak uang untuk membebaskan lahan. Karena itu konsep green building dapat dilakukan di apartemen yang kami bangun tersebut," katanya.
Baca Juga:
Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski
Kontrasepsi Suntik Bikin Bobot Tubuh Naik
Perkenalkan saya Sally Ride,23, karyawan swasta. Saya mempunyai berat badan 50 kg dan tinggi badan 156 cm. Adakah cara ampuh menurunkan berat badan? Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Sabtu, 19/07/2008 12:07
Kesejukan Alam di Bantimurung -
Sabtu, 19/07/2008 12:07
Sejarah dalam Eksotisme Gua Maharani -
Sabtu, 19/07/2008 11:07
Sensasi Green Canyon -
Jum'at, 18/07/2008 19:07
Ultah, Mandela Meluncurkan Gelang Tangan -
Jum'at, 18/07/2008 17:07
Penjualan Busana Lauren Conrad Merosot -
Jum'at, 18/07/2008 14:07
India, Wajah Baru Kota Mode -
Jum'at, 18/07/2008 12:07
Rahasia Kecantikan Rihanna -
Kamis, 17/07/2008 16:07
Motion, Footwear Store bagi Pencinta Gaya Hidup