Trend

Sepenggal Surga Masa Lalu Kampoeng Tempo Doeloe

Kamis, 15 Mei 2008 - 13:32 wib

Tuty Ocktaviany - Okezone


Foto: Ist
GENCARNYA serbuan budaya kuliner asing ke negeri kita tidak membuat budaya kuliner dalam negeri kehilangan jati diri. Karena tampaknya masih ada harapan untuk menjaga kelestarian budaya kuliner Tanah Air lewat Kampoeng Tempo Doeloe, sebuah festival makanan tradisional Indonesia dengan nuansa nostalgia kampung di masa lalu.

Kehadiran Kampoeng Tempo Doeloe ini akan melengkapi ajang Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF), yang akan dihelat pada 15 sampai 25 Mei 2008. Selama 10 hari itu akan diperlihatkan sederet makanan tradisional yang menjadi kebanggaan setiap daerah di Indonesia.

"Kampung ini ditampilkan untuk melestarikan kekayaan budaya dan kuliner Indonesia sekaligus memberikan sebuah nuansa yang berbeda, yang sudah jarang dijumpai di kota metropolitan seperti Jakarta," tutur Corporate PR PT Summarecon Tbk Cut Meutia saat dihubungi okezone, Rabu (15/5/2008).

Menurut Meutia, Kampoeng Tempo Doeloe akan merentang luas dari bawah jembatan La Passagio hingga ke pelataran La Piazza, Mal Kelapa Gading. Di tempat itu para pengunjung akan disambut dengan dekorasi serbahijau, para penjaja makanan ramah berkostum tradisional beserta pikulan atau gerobak makanannya. Menariknya lagi, seluruh transaksi jual-beli di sini menggunakan replika mata uang tempo doeloe.

"Nuansa Kampoeng Tempo Doeloe 2008 dihadirkan dengan nuansa Betawi, yang di dalamnya ada rumah betawi, teras betawi, dan gerbang pecinan," kata Meutia yang mengaku Kampoeng Tempo Doeloe mengambil area seluas 5000 meter persergi.

Meutia menambahkan lagi, di kawasan Kampoeng Tempo Doeloe terdapat sekira 40 pusat jajanan yang terdiri gerobag, pikulan, warung, dan saung. Di samping beragam pilihan makanan tradisional lainnya, sajian spesial di tahun ini adalah aneka nasi nusantara.

"Asyiknya lagi, Anda juga dapat menikmati jajanan tempo dulu seperti es lilin dan kue-kue sambil mendengarkan alunan musik tradisional 'siteran' yang menghidupkan suasana perkampungan," cerita Meutia.

Menurut Meutia, pihak Summarecon memang berusaha all out memberikan hiburan kepada masyarakat Jakarta. Hal ini seiring dengan komitmen Summarecon untuk mendukung program menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata belanja.

"Even JFFF memang sengaja digelar bulan Mei. Selain mendekati HUT Jakarta, juga bertepatan dengan liburan panjang anak sekolah," ujarnya.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang haus hiburan, Meutia mengatakan, di Kampoeng Tempo Doeloe juga menyediakan dolanan (mainan) anak-anak, yang saat ini sudah "punah" di Jakarta. Mainan tersebut seperti rokok-rokokan, telur cicak, cokelat ayam jago, dan brem. Sementara mainan macam jaranan (kuda lumping), gangsing mambu, angklung mainan, dan congklak, juga ada di Kampoeng Tempo Doeloe.
(tty)

Baca Juga:

Konsultasi dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd

Erwin Hawawinata

Berhubungan Seks, Keluar Darah Coklat

Saya laki-laki 25 tahun dan istri 24 tahun. Kami sudah menikah sekitar 4 tahun dan memiliki 1 orang putri. Saat ini saya bekerja di Jakarta sebagai programmer komputer, jadi hanya bisa menjumpai istri paling cepet dua minggu sekali. Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»