Fashion

Berkampanye lewat Mode

Sabtu, 17 Mei 2008 - 11:34 wib


Foto : Corbis

MODE dapat berbicara lebih keras dari teriakan para demonstran di jalan. Melalui garis rancangan yang khas, Vivienne Westwood mampu mengubah dunia.

"You have more better life if you wear impresive clothes''. Kutipan tersebut meluncur dari mulut seorang desainer kenamaan, Vivienne Westwood. Impresive clothes tersebut dapat berupa teriakan bisu pada grafis sebuah t-shirt.

Westwood adalah seorang desainer yang memiliki keunikan tersendiri. Lewat mode, ia berkampanye soal banyak hal. Suaranya didengar, setiap kalimat dari mulutnya adalah sebuah pesan bijak.

Viviene Isabel Swire lahir pada 8 April 1941 di Desa Twitsitle, Glossop, Derbyshire, dari pasangan Dora Ball dan Gordon Swire. Seorang perempuan dengan latar belakang akademis baik.

Dia pernah sekolah di Harrow School of Art, lalu melanjutkan studi di Trent Park College (kini bernama Middlesex University) dan mengajar di sebuah sekolah menengah di utara London.

Westwood menikah dengan Derek Westwood dan dikaruniai seorang putra, Ben Westwood. Putranya kini bekerja sebagai fotografer. Usia pernikahan pertamanya ini hanya bertahan tiga tahun. Selang beberapa tahun kemudian, dia bertemu Malcolm McLaren, yang kemudian dikenal sebagai manajer band The Sex Pistols.

Dari hubungan ini, dia memiliki seorang putra lagi, Joseph Corre. Putranya ini adalah pemilik line pakaian dalam, Agent Provocateur.

Westwood muda, seorang guru, menemukan jalan hidupnya kala McLaren hendak membuka sebuah toko, Let it Rock, atau yang lebih dikenal dengan ?'Sex,Too Fast To Live Too Young To Die''. Westwood mulai memperkenalkan desain busananya yang penuh gairah.

"Sesuatu mengubah hidup kami, ketika McLaren memutuskan menjual sesuatu yang rock n' roll untuk customer muda. Dasar rancangan kami adalah busana ala rock ?n roll," ujar Westwood pada sebuah kesempatan. Spirit seorang Westwood, McLaren, dan seorang artis muda, Jamie Reid, terangkum dalam koleksi-koleksi busana di toko tersebut.

Westwood memiliki sebuah toko sendiri dan menjual busana dengan label Anglomania. Kini toko itu dikenal dengan nama World's End.

Napas pun berembus kencang kala SexPistols mengenakan busana Westwood-McLaren dalam penampilan perdana mereka. Punk sebenarnya dalam sentuhan seorang ibu dua putra. "Saya adalah orang pertama yang memiliki potongan rambut gaya punk rock," ungkapnya. Dan jauh ke dalam jiwanya, Westwood memiliki jiwa rebelion yang memberi ruang bagi kreativitas.

Maret 1981, Westwood menggelar fashion show perdananya," The Pirate Collection'' di London. Koleksi ini menjadi penanda gaya personal Westwood yaitu gaya kaum muda, street culture dalam balutan garis rancang tradisional juga teknik tinggi.


Westwood mengenang gaya pada abad ke-17 dan 18 dengan sentuhan lebih modern. Sejarah menjadi inspirasi terbesar baginya sepanjang hidup. Seperti bahan tartan. Tangan dingin Westwood meremajakan tartan agar sesuai untuk mode masa kini.

"Menurut saya, Westwood sangat pintar membawa history menjadi look sekarang. Utak-atik tartan dengan tampilan yang lagi in," tutur Elvara Jandini, fashion stylist sebuah majalah mode.

Meski tampil rebel, membawa gaya punk, antikemapanan, Westwood masih memiliki femininitas yang kental. Jika dia pernah berkata lantang, "Feminist wish woman seem like men. They're not men'', ada beberapa yang terwujud dalam garis rancang busananya. Di balik gaya androgyny, Westwood masih memiliki koleksi busana wanita cantik dan anggun.

''Tidak semua baju dia eksentrik. Dia memiliki koleksi bustier yang sangat cantik dan anggun. Tinggal bagaimana kita memadu padan,'' jelas Elvara. Kecintaan dan dedikasi Westwood dalam memodernisasi tartan, wool Inggris, atau fabrics asli Inggris membuat dia meraih beberapa penghargaan.

Di antaranya, The Queen Export Awards. Bahkan, sebuah sepatu karyanya, bermodel platform boots dari koleksi 1993 dipajang di museum Victoria & Albert.

Hidup Westwood sungguh berwarna. Mantan guru sekolah dasar menjelma menjadi ''The mother of punk'', lalu aktivis sosial. Suara Westwood begitu kencang mengisi halaman demi halaman media massa. Dia menyuarakan aspirasi lewat demonstrasi atau bahkan lewat peragaan busana.

Salah satunya di bulan September 2005,Westwood bergabung dengan British Civil Right Group Liberty melansir koleksi t-shirt dan baju bayi terbatas. Logo yang terpampang,?? I AM NOT A TERORIST, please don't arrest me''. Sebuah kenangan dari masa lalu membawa Westwood pada kampanye perdamaian ini. (sindo//nsa)

Baca Juga:

Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski

Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski

Kontrasepsi Suntik Bikin Bobot Tubuh Naik

Perkenalkan saya Sally Ride,23, karyawan swasta. Saya mempunyai berat badan 50 kg dan tinggi badan 156 cm. Adakah cara ampuh menurunkan berat badan? Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»