Kesehatan
Teknologi Inkubator Perlu Diperbaharui
Sabtu, 17 Mei 2008 - 11:01 wib
Foto : Corbis
INKUBATOR yang biasanya digunakan untuk mengasuh bayi prematur, ternyata memiliki efek yang tidak baik bagi kecepatan detak jantung sang buah hati.
Hasil studi penelitian yang dipimpin Carlo Bellieni dari Rumah Sakit Umum Universitas Studi di Siena, Italia, menemukan gelombang elektromagnetik pada inkubator menyebabkan perubahan pada detak jantung bayi.
Peneliti mengamati detak jantung pada 43 bayi yang baru lahir yang dirawat dalam inkubator. Mereka mengukur angka kecepatan detak jantung (HRV) bayi ketika inkubator dihidupkan atau dimatikan.
Beliani dan koleganya menemukan, saat inkubator dihidupkan, bayi terpapar frekuensi elektromagnetik 8,9 milligauss (level normal sekitar 1 milligauss). Sementara HRV-nya drop atau melemah 50% lebih rendah dibandingkan level normal.
''Ini sama sekali bukan sesuatu yang baik," kata Bellieni. Namun, Belliani tidak ingin memberikan peringatan kepada orangtua. Sebab, kebanyakan bayi yang lahir prematur tidak akan mampu bertahan tanpa bantuan inkubator. Selain itu, juga belum ditemukan korelasi antara masalah kesehatan dan inkubator. ''Saya berharap teknologi inkubator segera diperbaiki agar menjadi lebih aman bagi bayi," ungkapnya.
Sekadar diketahui, jantung manusia berdetak dengan angka kecepatan yang hampir sama sepanjang waktu. Namun, pada saat tertentu terjadi percepatan dan kemudian melambat pada saat manusia menarik dan mengeluarkan napas. Variasi kecepatan ini adalah sehat.
Selain itu, pola inilah yang digunakan oleh para praktisi medis dan ilmuwan untuk mengukur seberapa baik sistem kegelisahan bekerja. Bagi orang dewasa, HRV rendah merupakan kunci terkena risiko penyakit jantung.
Selama ini, inkubator digunakan para dokter untuk menjaga kondisi bayi yang prematur dalam beberapa minggu. Fungsi utama alat ini adalah menjaga supaya udara hangat tetap menyelimuti tubuh bayi. Namun begitu, penggunaan mesin penggerak atau motor telah menimbulkan medan magnet di sekitar alat dan tempat bayi. (sindo//nsa)
Baca Juga:
Konsultasi Erwin Hawawinata
Tips Merawat Karpet
Saya mau tips bagaimana merawat karpet di ruang tamu agar awet. Karpet yang saya pakai memang cukup besar, sehingga menyulitkan saat perawatan. Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Sabtu, 19/07/2008 13:07
Kapan Memulai Terapi Sulih Hormon? -
Sabtu, 19/07/2008 11:07
Terapi Hormon Atasi Gangguan Menopause -
Sabtu, 19/07/2008 11:07
Tofu Kaya Fitoestrogen -
Jum'at, 18/07/2008 11:07
Terpajan Pestisida, Rentan Keguguran -
Kamis, 17/07/2008 14:07
Menguak Gejala Kanker Paru-Paru -
Kamis, 17/07/2008 11:07
Diet bagi Penderita Jantung -
Rabu, 16/07/2008 10:07
Bijak Kelola Diabetes -
Selasa, 15/07/2008 15:07
Kiat Cepat Sikat Rasa Sakit Pascabersalin