Kesehatan
Padukan Bela Diri Bakar Lemak
Minggu, 18 Mei 2008 - 10:04 wib
Foto: Corbis
BODY COMBAT mengombinasikan berbagai disiplin bela diri dan aerobik melalui gerakan intensif agar efektif mengurangi lemak tubuh. Bagaimana metodenya?
Latihan tersebut masih jadi bagian dari delapan kelas koreografi fitness-to-music yang dicetuskan atlet/pemilik gym Leslie "Les" Roy Mills asal Selandia Baru.
Setelah pensiun menjadi atlet, Mills, yang meraih medali emas di cabang olahraga lempar cakram ini beralih profesi menjadi pemilik gym. Ia menjadi populer setelah menemukan gabungan metode fitnes dengan musik seperti Body Attack, Body Pump, BodyJam, hingga RPM.
Body combat sendiri adalah latihan kardio aktif yang terinspirasi dari berbagai disiplin ilmu bela diri. Mulai karate, tinju, taekwondo, tai chi, muay thai, hingga capoeira. Karena itu, olahraganya pun amatlah aktif. Musik upbeat yang berdentum keras mengiringi gerakan-gerakan seperti meninju, menendang, kuda-kuda, hingga kata.
Adapun Group Exercise Manager Body Combat klub fitnes Golds Gym, Rahmat Fathurahman, menyebut subgenre olahraga ini mulai masuk ke Indonesia pada 2001.
Penggabungan gerakan martial art(bela diri) yang beragam dengan musik bukannya tanpa tujuan. Utamanya untuk mengentalkan unsur fun agar olahraga tersebut tidak membosankan. "Hentakan musik juga akan memacu semangat sekaligus menyegarkan suasana," ungkap instruktur yang akrab disapa Fathur ini.
Meski terkesan machodan maskulin, sesungguhnya body combat adalah olahraga yang uniseks. Cocok untuk pria maupun wanita.
"Jika wanita melakukannya, keuntungan yang didapat justru berlipat. Antara lain memiliki pengetahuan tentang bela diri untuk melindunginya dari tindak kejahatan," sebut pria yang telah mengajar selama lebih dari lima tahun ini.
Keuntungan lainnya setelah melakukan latihan combat, tentu saja gerakan aerobik intens yang memacu kerja jantung dan efektif membakar lemak tubuh.
Satu sesi body combat biasanya terbagi dalam 10 bagian. Tingkatannya bervariasi. Mulai yang mudah, sedang, hingga gerakan-gerakan sulit dan butuh energi besar.
"Untuk pemula, disarankan tidak memaksakan diri dalam melakukan gerakan ekstrem. Otot-otot yang belum lentur dan terbiasa bisa mengalami cedera atau kram," paparnya.
(sindo//tty)
Latihan tersebut masih jadi bagian dari delapan kelas koreografi fitness-to-music yang dicetuskan atlet/pemilik gym Leslie "Les" Roy Mills asal Selandia Baru.
Setelah pensiun menjadi atlet, Mills, yang meraih medali emas di cabang olahraga lempar cakram ini beralih profesi menjadi pemilik gym. Ia menjadi populer setelah menemukan gabungan metode fitnes dengan musik seperti Body Attack, Body Pump, BodyJam, hingga RPM.
Body combat sendiri adalah latihan kardio aktif yang terinspirasi dari berbagai disiplin ilmu bela diri. Mulai karate, tinju, taekwondo, tai chi, muay thai, hingga capoeira. Karena itu, olahraganya pun amatlah aktif. Musik upbeat yang berdentum keras mengiringi gerakan-gerakan seperti meninju, menendang, kuda-kuda, hingga kata.
Adapun Group Exercise Manager Body Combat klub fitnes Golds Gym, Rahmat Fathurahman, menyebut subgenre olahraga ini mulai masuk ke Indonesia pada 2001.
Penggabungan gerakan martial art(bela diri) yang beragam dengan musik bukannya tanpa tujuan. Utamanya untuk mengentalkan unsur fun agar olahraga tersebut tidak membosankan. "Hentakan musik juga akan memacu semangat sekaligus menyegarkan suasana," ungkap instruktur yang akrab disapa Fathur ini.
Meski terkesan machodan maskulin, sesungguhnya body combat adalah olahraga yang uniseks. Cocok untuk pria maupun wanita.
"Jika wanita melakukannya, keuntungan yang didapat justru berlipat. Antara lain memiliki pengetahuan tentang bela diri untuk melindunginya dari tindak kejahatan," sebut pria yang telah mengajar selama lebih dari lima tahun ini.
Keuntungan lainnya setelah melakukan latihan combat, tentu saja gerakan aerobik intens yang memacu kerja jantung dan efektif membakar lemak tubuh.
Satu sesi body combat biasanya terbagi dalam 10 bagian. Tingkatannya bervariasi. Mulai yang mudah, sedang, hingga gerakan-gerakan sulit dan butuh energi besar.
"Untuk pemula, disarankan tidak memaksakan diri dalam melakukan gerakan ekstrem. Otot-otot yang belum lentur dan terbiasa bisa mengalami cedera atau kram," paparnya.
Baca Juga:
Konsultasi Rudy Hadisuwarno
Tampil Keren di Kantor dengan Rambut Ikal
Mas Rudy Hadisuwarno, perkenalkan saya Mahell Sozu, 21, dan sudah bekerja. Setiap kali saya berangkat ke kantor, saya selalu kesulitan menata rambut. Adakah solusi? Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Sabtu, 19/07/2008 13:07
Kapan Memulai Terapi Sulih Hormon? -
Sabtu, 19/07/2008 11:07
Terapi Hormon Atasi Gangguan Menopause -
Sabtu, 19/07/2008 11:07
Tofu Kaya Fitoestrogen -
Jum'at, 18/07/2008 11:07
Terpajan Pestisida, Rentan Keguguran -
Kamis, 17/07/2008 14:07
Menguak Gejala Kanker Paru-Paru -
Kamis, 17/07/2008 11:07
Diet bagi Penderita Jantung -
Rabu, 16/07/2008 10:07
Bijak Kelola Diabetes -
Selasa, 15/07/2008 15:07
Kiat Cepat Sikat Rasa Sakit Pascabersalin