Fashion

13 Desainer APPMI Tutup JFFF

Selasa, 27 Mei 2008 - 13:36 wib

Chaerunnisa - Okezone


Foto : Andikey Kristianto (Okezone)

SEBANYAK 13 perancang APPMI akhirnya menutup pergelaran mode di even JFFF 2008. Rancangan yang mereka tampilkan terselip unsur kekinian.

Desainer yang pertama kali membuka pergelaran adalah Estrelita Maya Xefanya. Koleksinya terinsiprasi dari gaya berpakaian wanita China peranakan yang tinggal di Indonesia awal abad ke-20. Model kutang dan kebaya encim yang diperkenalkan coba dileburkan dengan gaya berbusana Sophia Loren di tahun 1960-an. Modifikasi kutang dan kebaya encim dengan sedikit sentuhan tahun 1960-an menghasilkan perpaduan yang cantik.

Konsep yang coba dihadirkannya ialah etnik cantik, seksi, cute, dan feminim dengan memadukan bahan tenun sutra, lurik, batik sutra, serat nanas dan sifon sutra. Pengaplikasian bordir krawangan, sulam pita, sulam benang dan perhiasan menyatu dengan gradasi merah dan magenta dengan sedikit sentuhan hijau, biru, dan tangerline.

Selanjutnya, kebudayaan Afrika yang sangat unik dan penuh dengan aneka ragam warna alam diwujudkan oleh Defrico Audy melalui tema rancangan "L'Arfique". Siluet empire, jaket, baby doll, halter neck dan gaun tampil menawan dengan permainan rajutan, bordir, manik, swarovsky, dan batu-batuan.

Sementara desainer Ayok Dwipancara tampil lain dengan mengusung imajinasi mimpi semesta raya dalam dongeng dan legenda yang menghadirkan unsur alam, batu, air, udara, dan api. Dia juga menghadirkan palet warna yang mewakili lima elemen tersebut macam abu-abu, ivory, hitam, putih, coklat, merah dan biru. Koleksi ini oleh Ayok dinamai "The Elements".

"Untuk desain kebaya saya tampilkan dalam siluet yang beragam melalui gubahan nafas avant garde dan berdetail aneka krah dan leher yang dipadupadankan dengan rok mini, asimetris, dan panjang berekor dengan detail elemen dekoratif," jelas Ayok dalam peryataan tertulisnya.

Sementara "De Ja Vu" menjadi tema rancangan Alisa Listiawaty. Diambil dari konsep budaya timur dengan menggunakan kain tenun dan batik, serta permainan hand painting, kain tile, brukat, organdy dan sutra, sembilan rancangannya tampil memikat dengan aplikasi payet dan swarovski.

Berbeda dengan Florence Liem yang menampilkan bentukan kebaya dari kain batik dan songket secara apik. Mengambil tema "Love & Surrealism", Florence bermain dengan aplikasi payet dan swarovski dengan menyertakan palet-palet cerah, seperti hijau, merah, pink dan merah marun.

Berlanjut pada koleksi Ferry Daud yang mencoba menggabungkan kesan klasik dan elegan dalam tema rancangan "Naturally Come From My Heart". Ada pun ke-10 rancangan yang dia tampilkan mengangkat material batik menjadi suatu bagian karya seni berkualitas tinggi dan warisan budaya yang tak ternilai. Koleksinya berwujud kebaya modern yang dihiasi batu-batu, mutiara, payet, serta swarovski indah di mata.

Desainer asal Bali, Dwi Iskandar juga tidak mau kalah menampilkan koleksi yang berbeda. Mengambil tema "Sparkle in The Dark", Dwi mengaku busananya terinspirasi dari taman di waktu malam hari yang dihiasi berbagai macam warna tanaman hias. Rangkaian busana yang berpotongan longgar dan bervolume dengan hiasan frill dan pleat, juntaian pita dan tali payet menjadi karakter yang dia unggulkan.

Melia Wijaya ikut memberikan warna menarik pada pergelaran JFFF yang memasuki tahun kelima. Dia menerjemahkan koleksi "Culture of West Nusa Tenggara" dalam unsur-unsur budaya Lombok dan Bali seperti motif ukiran dan pita bis yang dipakai wanita budaya Lombok. Pemakaian bahan kain tule, katun motif kotak wajik, kain linen, tafeta garis-garis, dan tenun bali menghiasi 10 rancangannya.

Zaenal Songket beda lagi. Dia mengambil tema "A Golden Glory of Sriwijaya". Terinspirasi dari kerajaan Sriwijaya-Palembang, Zainal coba mewujudkan rancangannya dengan pemilihan kemilau songket.

Zainal memakai siluet yang ramping dan sentuhan etnik, desain kebaya modifikasi berbahan tile, lace dan brukat dipadukan dengan kain songket bernuansa senada. Dia juga menambahkan taburan dan susunan payet dan mote, menjadi daya tarik rancangannya.

Ketua Umum APPMI Taruna K Kusmayadi, hadir dengan tema rancangan "Lounging Liason". Perpaduan kain batik dan songket bermotif kotak-kotak maupun kain polos, diperkaya dengan permainan detail seperti permainan renda. Warna-warna yang dihadirkan dalam rancangannya menggunakan tone yang lembut.

Terinspirasi eksotiknya wanita bangsawan zaman dahulu dari China sampai India dan Eropa, Hengki Kawilarang mewujudkannya dengan tema "Reminiscence De' Beaute".

Hengki mengusung konsep vintage, romantis dan futuristic, keindahan busana kaum bangsawan tempo dulu, lembutnya sutra, halusnya velvet, mewahnya tefeta juga indahnya organdy berbaur ke dalam busana yang elegan.

Aneka batu mulia bertahtakan ornamen-ornamen indah menghiasi seluruh koleksinya yang hadir dengan warna abu-abu, batu hijau kusam, emas, silver, peach kusam, dan ungu. Ada pun ragam busana yang dia tampilkan berupa busana cocktail dan evening wear dilengkapi dengan detail unik kristal, mutiara, dan eclectic beading.

"Angel Incarnate" tercipta berdasarkan inspirasi Djoko Sasongko melalui penampilan bidadari dari khayangan. Dengan bahan lace dan tule prancis dipadu tenun Indonesia, taburan manik aneka warna dan kristal menjadikan kebaya modifikasi tampak cantik seanggun bidadari dari khayangan.

Sebagai penutup, Oka Diputra mewujudkan keindahan lekuk tubuh wanita menjadi sebuah tema "Volupte en noir". Koleksinya ini merupakan pencerminan karakter wanita yang merasa nyaman dengan kodrat dirinya dengan lekukan tubuh yang indah.

"Sesuai dengan garis rancangan saya, semua busana dibuat tanpa resleting dan penggunaan kancing yang sangat mnimal," tuturnya.

Teknik draping (moulage) menjadi titik mula siluet koleksinya yaitu body hugging. "Dengan penggunaan bahan jersey dan lycra, saya ingin menonjolkan keindahan lekukan tubuh wanita," jelas Oka. (nsa)

Baca Juga:

Konsultasi Wulan Tilaar

Konsultasi Wulan Tilaar

Merawat Wajah dengan Facial, Bolehkah?

Dear Mbak Wulan, saya cowok usia 27 tahun dengan kulit wajah normal dan tidak berjerawat. Apakah perlu bagi saya untuk facial ke salon?
Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»