Food & Resto
Sensasi Menu Betawi
Sabtu, 5 Juli 2008 - 17:57 wib
BAGI yang berdomisili di Jakarta, menu bercita rasa Betawi tentu sudah tak asing lagi. Menu Betawi ternyata identik dengan tradisi dan pesta rakyat.
Selain sarat nuansa sejarah dan keberagaman seni budaya, Betawi, banyak jenis makanan tradisional khas Betawi yang perlu juga Anda cicipi dan nikmati. Ketika datang dan berlibur ke kota metropolitan ini, belumlah lengkap jika tidak sempat mencicipi makanan tradisional khas Betawi yang ditawarkan di restoran maupun kafe.
Seperti yang disajikan Spicy Coffee Shop yang terletak di Hotel Aston Atrium Senen, Jakarta Pusat. Bagi Anda yang ingin mencoba atau rindu masakan Betawi, Spicy Coffee Shop menyuguhkan aneka masakan tradisional Betawi, seperti roti buaya, sop kambing, gado-gado jakarta, laksa jakarta, dan pecak ikan. "Menu Betawi sebenarnya banyak sekali keanekaragamannya. Mulai makanan kecil, minuman, hingga makanan utama," kata Executive Chef Aston Atrium Senen Hotel Sabto Pratikto.
Tiap makanan tradisional Betawi, menurut Sabto, memiliki fungsi dan peran masing-masing dalam masyarakat setempat. Seperti roti buaya, kudapan yang dibuat menyerupai buaya lengkap dengan ekor dan empat kakinya ini, biasanya disajikan masyarakat Betawi dalam pesta lamaran menjelang pernikahan. "Kalau dalam acara lamaran, roti buaya dibuat tanpa memasukkan apa-apa di dalamnya. Roti buaya hanya berfungsi sebagai sweet bread semata," tutur Sabto.
Berbeda dengan roti buaya yang dibawa ke dalam acara lamaran pernikahan, roti buaya hasil kreasi chef yang telah malang-melintang di dunia kuliner ini diisi dengan dua bahan yaitu cokelat dan keju. "Karena dalam perut buaya, kami masukkan cokelat ataupun keju. Jadi roti tersebut bisa dikonsumsi untuk makan siang maupun malam," katanya.
Bukan saja roti buaya yang menarik untuk dicicipi di coffee shop tersebut. Anda yang menggemari daging kambing, bisa menikmati semangkuk sup kambing yang dibuat dengan bumbu-bumbu khas Betawi. "Sup memang umum di masyarakat kita. Namun, bumbu sup khas Betawi lebih lengkap," kata Sabto.
Menu lain yang tidak kalah menarik dan menggugah selera makan adalah gadogado jakarta. Hampir sama dengan gado-gado lainnya di Indonesia, gado-gado khas Betawi juga dibuat dengan kombinasi antara sayuran, ketupat, dan bumbu kacang. "Sebenarnya tidak ada kesulitan yang berarti ketika membuat menu bercita rasa Betawi. Itu karena semua bahan baku mudah ditemukan dan hampir semua rumah tangga bisa membuatnya," kata Sabto.
Keunikan cita rasa Betawi lainnya, menurut Sabto, adalah menu yang disajikan merupakan makanan yang banyak menggunakan rempahrempah seperti kapulaga, jahe, pala, dan ketumbar.
"Makanan Betawi juga banyak menggunakan santan. Dengan pengolahan yang tepat, rasa masakan Betawi bisa benar-benar menggoda selera," tuturnya.
(sindo//tty)
Selain sarat nuansa sejarah dan keberagaman seni budaya, Betawi, banyak jenis makanan tradisional khas Betawi yang perlu juga Anda cicipi dan nikmati. Ketika datang dan berlibur ke kota metropolitan ini, belumlah lengkap jika tidak sempat mencicipi makanan tradisional khas Betawi yang ditawarkan di restoran maupun kafe.
Seperti yang disajikan Spicy Coffee Shop yang terletak di Hotel Aston Atrium Senen, Jakarta Pusat. Bagi Anda yang ingin mencoba atau rindu masakan Betawi, Spicy Coffee Shop menyuguhkan aneka masakan tradisional Betawi, seperti roti buaya, sop kambing, gado-gado jakarta, laksa jakarta, dan pecak ikan. "Menu Betawi sebenarnya banyak sekali keanekaragamannya. Mulai makanan kecil, minuman, hingga makanan utama," kata Executive Chef Aston Atrium Senen Hotel Sabto Pratikto.
Tiap makanan tradisional Betawi, menurut Sabto, memiliki fungsi dan peran masing-masing dalam masyarakat setempat. Seperti roti buaya, kudapan yang dibuat menyerupai buaya lengkap dengan ekor dan empat kakinya ini, biasanya disajikan masyarakat Betawi dalam pesta lamaran menjelang pernikahan. "Kalau dalam acara lamaran, roti buaya dibuat tanpa memasukkan apa-apa di dalamnya. Roti buaya hanya berfungsi sebagai sweet bread semata," tutur Sabto.
Berbeda dengan roti buaya yang dibawa ke dalam acara lamaran pernikahan, roti buaya hasil kreasi chef yang telah malang-melintang di dunia kuliner ini diisi dengan dua bahan yaitu cokelat dan keju. "Karena dalam perut buaya, kami masukkan cokelat ataupun keju. Jadi roti tersebut bisa dikonsumsi untuk makan siang maupun malam," katanya.
Bukan saja roti buaya yang menarik untuk dicicipi di coffee shop tersebut. Anda yang menggemari daging kambing, bisa menikmati semangkuk sup kambing yang dibuat dengan bumbu-bumbu khas Betawi. "Sup memang umum di masyarakat kita. Namun, bumbu sup khas Betawi lebih lengkap," kata Sabto.
Menu lain yang tidak kalah menarik dan menggugah selera makan adalah gadogado jakarta. Hampir sama dengan gado-gado lainnya di Indonesia, gado-gado khas Betawi juga dibuat dengan kombinasi antara sayuran, ketupat, dan bumbu kacang. "Sebenarnya tidak ada kesulitan yang berarti ketika membuat menu bercita rasa Betawi. Itu karena semua bahan baku mudah ditemukan dan hampir semua rumah tangga bisa membuatnya," kata Sabto.
Keunikan cita rasa Betawi lainnya, menurut Sabto, adalah menu yang disajikan merupakan makanan yang banyak menggunakan rempahrempah seperti kapulaga, jahe, pala, dan ketumbar.
"Makanan Betawi juga banyak menggunakan santan. Dengan pengolahan yang tepat, rasa masakan Betawi bisa benar-benar menggoda selera," tuturnya.
Baca Juga:
Konsultasi Wulan Tilaar
Merawat Wajah dengan Facial, Bolehkah?
Dear Mbak Wulan, saya cowok usia 27 tahun dengan kulit wajah normal dan tidak berjerawat. Apakah perlu bagi saya untuk facial ke salon?Konsultasi Selengkapnya...
BERITA LAINNYA
-
Selasa, 07/10/2008 16:10
Rasa Unik Ayam Goreng Terasi -
Senin, 06/10/2008 15:10
Kesegaran Rujak Rasa Honje -
Minggu, 05/10/2008 13:10
Menu Bali di Ibu Kota -
Jum'at, 03/10/2008 16:10
Menu Spesial ala Rumahan -
Senin, 29/09/2008 14:09
Menu Komplet Nasi Minyak -
Minggu, 28/09/2008 14:09
Memasak di Atas Batu Vulkanik -
Sabtu, 27/09/2008 17:09
Mengembalikan Pamor Makanan Sunda -
Jum'at, 26/09/2008 16:09
Menu Serba Lontong Andalan Lebaran