Travel
Pasuruan 'The City of Mountain'
Minggu, 6 Juli 2008 - 15:01 wib
Dunia pariwisata di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terus menggeliat. Keinginan untuk menjadi salah satu tujuan utama objek wisata nasional, Pemerintah Pasuruan terus berupaya memacu pengeloaan berbagai pesona wisata alam pegunungan yang melingkari wilayah di segi tiga emas pembangunan jawa Timur ini dengan ikon "Pasuruan: The City Of Mountain".
Potensi wisata Pasuruan cukup strategis karena berada di antara jalur utama Surabaya-Bali, dan akses utama menuju Malang. Belum lagi berbagai potensi wisata yang tersebar di berbagai wilayahnya. Sejak tahun 2000 jumlah kunjungan terus meningkat. Kabupaten Pasuruan terus berbenah untuk menjad kota tujuan wisata Jawa Timur.
Ibarat menjadi ranah wisata yang tak terlupakan, melihat pasuruan dengan citra kota santrinya akan lebih lengkap bila wisatawan menyaksikan secara langsung berbagai potret wisata yang ada didalamnya.
Berwisata di Pasuruan, berarti memulai rangkaian perjalanan dengan berbagai pesona wisata alam, budaya, sejarah, agrowisata dan berbagai pengembangan obyek wisata dengan skala nasional dan internasional. Tidak berlebihan bila Pasuruan dikatakan sebagai kota wisata yang dikelilingi keindahan alam pegunungan.
Memulai perjalanan dari sisi barat Kabupaten Pasuruan wisatawan bisa langsung menikmati keindahan alam pegunungan Tretes. Terletak di ketinggian 2.500 kaki di atas permuakaan air laut. Pesona Tretes tidak bisa dilepaskan dari nuansa kesejukan alamnya yang menyegarkan. Selain dihiasi oleh dua air terjun Kakek Bodo dan Boto Turno yang eksotis, kompleks wisata alam Tretes juga menjadi palang pintu para pecinta alam dari berbagai penjuru tanah air maupun manca menuju puncak Gunung Welirang.
Fasilitas perhotelan melengkapi kenyamanan Anda menikmati wisata alam Tretes. Pengusaha hotel akan lakukan berbagai kegiatan. Ada oleh-oleh yang tak boleh dilewatkan para wisatawan bila ingin tetap mengenang keindahan wisata alam Tretes. Yakni berbagai flora (tanaman) hias nan cantik yang bisa diperoleh dengan mudah di desa Pungaleduk ataupun aneka bunga anggrek yang banyak dikembangkan petani di kawasan Prigen hingga Pandaan.
Sabuk wisata Pegunungan Pasuruan pun berlanjut apabila perjalanan melintasi kawasan Nangka Jajar, Tutur, Puspo hingga Tosari. Disepanjang jalan akan terlihat aneka hamparan sayuran mulai dari kubis, cabe, tomat maupun sayur-mayur lainnya.
Melakukan perjalanan wisata ke Pasuruan ada baiknya tidak hanya mengenal keindahannya saja. Tapi juga hasil alamnya yang melimpah ruah. Salah satu yang andalan agrowisata di daerah ini adalah durian montong dan apel. Pusat perkebunan durian Montong di Desa Ngempal, Kecamatan Nongko Jajar.
Sebelum melanjutkan ke kompleks agrowisata apel terbesar di Jawa Timur di desa Andolosari, Kecamatan Tutur, para wisatawan yang ingin menikmati liburan sekaligus membawa oleh-oleh saat pulang dari perjalanan wisata ada baiknya mampir dulu menikmati keindahan air terjun Coban Jolo dan Coban Lebak Rejo di Desa Lebakrejo, Kecatamatn Purwodadi. Selain itu, juga masih ada suasana asri air terjun rambut moyo yang terkenal jernih dan menyehatkan. Meski harus menempuh jarak 1,5 kilometer jalan kaki ke lokasi air terjun, suasana keasrian Desa Palangsari, Kecamatan Purwodadi akan membuat perjalanan tidak akan pernah membosankan. Karena di sepanjang jalan wisatwan akan disuguhi pemandangan alam berupa tebing terjal dengan aneka tumbuhan hutan yang masih asri.
Paket wisata pegunungan yang ditawarkan kabupaten Pasuruan tentu tidak bisa dilepaskan dari objek wisata Gunung Bromo-Pananjakan. Meski sebagian kompleks wisata alam Gunung Bromo-Tengger-Semeru (TN BTS) sebagian berada di wilayah kabupaten Probolinggo dan Lumajang, lokasi gardu pandang yang biasa digunakan para wisatawan untuk melihat matahari terbit (puncak gunung pananjakan) terletak di Kabupaten Pasuruan. Jalur mulus menuju kompleks wisata utama TN BTS ini juga tersedia dari arah kota Pasuruan.
Bila sudah puas menikmati keindahan Gunung Bromo, wisatawan yang letih dan ingin kembali bugar disarankan untuk menikmati kejernihan pemandian alam Banyu Biru (dulu diberi nama Telaga Wilis, red). Air pemandian yang berasal dari sumber pegunungan ini memiliki mitos bisa membuat orang awet muda serta mendatangkan berkah. Tak heran jika tiap malam Jumat legi, banyak ditemukan masyarakat yang nekat berendam di telaga wilis hingga dinihari meski suhunya sangat teramat dingin.
Masih ada lagi objek wisata yang tak kalah menarik. Yaitu wisata air Ranu Grati di Desa Ranu Klindungan dan Bandiran, Kecamatan Grati. Danau alamiah seluas 197 hektare persegi ini tidak hanya menjadi ikon wisata air paling digemari di Kabupaten Pasuruan. Tapi juga menjadi pusat budi daya ikan air tawar dengan sistem keramba atom. Wisatawan bisa saja belanja langsung air segar atau sekadar melewatkan hobby mancing di kedua tempat ini.
Terakhir, dua objek wisata yang tak kalah menarik minat para wisatawan membanjiri Kabupaten Pasuruan adalah wisata konservasi flora dan fauna yang bersakala nasional bernama Taman Safari Indonesia (TSI) dan Kebun Raya Purwodadi. Bila Tretes lebih terkenal dengan objek wisata peristirahatan berhawa sejuk di lereng Arjuno, maka kedua areal konservasi berbagai jenis flora dan fauna langka ini tidak hanya cocok menjadi objek kunjungan wisata keluarga, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk ajang loksi studi tour, research maupun kegiatan outbound dan semacamnya. (Destyan Soejarwoko/Sindo/mbs)
Baca Juga:
Konsultasi dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd
Air Seni Bercampur dengan Sperma, Wajarkah?
Saya pria usia 36 tahun sudah menikah dan memiliki satu orang anak dan sedang mengusahakan untuk mendapat momongan lagi. Tapi saat saya mengeluarkan air seni dibarengi dengan keluarnya sperma, wajarkah? Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Sabtu, 04/10/2008 11:10
Keheningan Kawah Putih -
Sabtu, 27/09/2008 11:09
Gunung Kidul, City of Beach -
Sabtu, 20/09/2008 11:09
Indahnya Lombok -
Sabtu, 13/09/2008 16:09
Religi Goa Lawah -
Sabtu, 13/09/2008 14:09
Keajaiban Pulau Mursala -
Sabtu, 06/09/2008 20:09
Owabong, Bermain Air di Bojongsari -
Sabtu, 09/08/2008 10:08
Keliling Benua Biru dengan Kereta -
Sabtu, 02/08/2008 17:08
Pacific dan Eropa di Australia