Griya
Menciptakan Kenyamanan di Rumah Dinas
Minggu, 6 Juli 2008 - 13:41 wib
MODERN-ETNIK: Area halaman belakang menjadi pusat pertemuan antara gaya modern dan etnik. Tampak sebagian bentuk bangunan asli rumah dinas Jimly Asshiddiqie, juga sebuah gazebo kayu sebagai tempat bersantai keluarga.
Widya Chandra, Jakarta, dikenal sebagai kawasan hunian pejabat negara. Termasuk di dalamnya kediaman Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie. Jimly dan keluarga menempati rumah ini sejak tahun 2004. Tepatnya sejak dia memangku jabatan ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
Sebagai pejabat negara, Jimly berhak mendapat rumah dinas. "Ini satu-satunya rumah asli yang belum direnovasi," ujar Tuti Asshiddiqie, istri Jimly, ramah. Arsitektur rumah ini memang masih asli, kecuali beberapa bagian yang sudah dirombak lantaran penghuninya membutuhkan ruang yang lebih luas.
Perubahan paling mencolok terletak pada tata interiornya. Ini disebabkan selera dan kebutuhan pemiliknya berbeda-beda. Sebelum ditempati keluarga Jimly, rumah ini cenderung kurang tertata. "Renovasi dimaksudkan untuk penambahan ruang. Di atas kami sambung karena butuh ruangan lebih banyak. Anak kan ada lima, semua butuh privasi," beber Tuti.
Jabatan Ketua MK juga memungkinkan Jimly menerima lebih banyak tamu untuk keperluan kerja. Makanya, dia membutuhkan ruang lebih besar. Seperti konsep rumah modern pada umumnya, rumah ini memiliki foyer yang memisahkan antara ruang publik atau ruang tamu dengan ruang bersantai atau ruang televisi.
Arsitektur modern ala tahun 1980-an tampak begitu anggun. Area foyer sendiri memiliki cermin besar dan meja di bawahnya berisi patung-patung kecil dan vas bunga. Tuti menuturkan, area ini paling diminati wanita karena bisa senantiasa memperhatikan penampilan sebelum keluar rumah.
Ruang publik di sini memiliki dua area. Masing-masing berisi sejumlah sofa dan meja besar. "Tadinya tidak sebegini luas. Kami jebol taman belakang, kami buat ruang tamu lagi biar kalau ada acara, kapasitasnya lebih banyak," kata Tuti. Agar tidak terlihat seperti sambungan, desainer interior rumah ini melapisi dinding dengan wallpaper.
Hasilnya, dua area itu terlihat seperti bersatu. Uniknya, sebagai partisi, mereka meletakkan sebuah pembatas kayu dengan kaca bergambar logo Mahkamah Konstitusi. "Inspirasinya muncul waktu menunggu di ruang bandara. Ada partisi semacam itu, cuma bedanya lambang yang dipakai wayang. Kepikiran, bagus juga ya kalau bikin di rumah," celoteh wanita asal Jakarta ini.
Dalam mendesain interior rumah, Tuti mengaku tipe orang yang moody. Jika mau berubah, lebih baik dilakukan sekarang daripada ditunda dan lupa. Sebuah lemari berisi koleksi kristal berukuran kecil yang tersusun rapi berdiri di salah satu sudut ruang publik rumah ini.
Sementara di sudut lain, terdapat pajangan foto berukuran besar. Ruangan ini memiliki jendela besar, tapi sayang semua tertutup gorden. Akses keluar hanya ada pada pintu penghubung menuju taman. Area taman menjadi lokasi favorit keluarga dan sahabat keluarga Jimly. Ada sebuah dinding bertutup krei dan digantungkan aneka aksesori hasil kriya asli Indonesia.
"Ide muncul spontan saja. Sudah tidak ada ruang untuk menaruh barang pajangan, akhirnya kami gantung dengan krei," kata Tuti. Bagian yang tidak kalah menarik adalah gazebo. Tadinya gazebo tersebut dibuat untuk tempat salat. Terlebih saat bulan puasa, kala banyak orang berkumpul di sini, gazebo itu pasti berguna.
Gaya bangunan gazebo kayu yang nyaman, dengan pemandangan taman apik nancantik. Menurut Tuti, taman itu tidak memiliki konsep, yang terpenting selalu terlihat rapi. Nuansa lebih cerah dapat dinikmati pada area ruang televisi dan dapur. Pilihan warnanya setingkat lebih cerah. Kesan homy begitu kuat terpancar di sini. Memang pada prinsipnya, di mana pun kita tinggal, harus homy.
"Rumah itu mencerminkan siapa yang tinggal di sana. Dan demi kenyamanan, kami boleh melakukan beberapa perubahan. Memperlakukan rumah ini seperti milik kami, jadinya terawat," ujar Tuti. Rencana ke depan, Tuti ingin melakukan sedikit perubahan lagi.
Untuk kediaman pribadi, keluarga Jimly memiliki rumah di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.Tipikal rumah modern, sebut Tuti. Ruang tamu kecil, kekurangan space untuk menerima tamu dalam jumlah besar. (sindo//mbs)
Baca Juga:
Konsultasi Lianny Hendranata
Energi Aura yang Sehat Berfungsi Melindungi
Saya ingin menanyakan soal keadaan pribadi saya. Sebagai dosen, saya selalu punya masalah setiap masuk tempat mengajar. Badan terasa tidak "enak" dan perasaan sangat tidak nyaman. Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Senin, 18/08/2008 13:08
Naturalis dengan Unsur Batu Alam -
Jum'at, 15/08/2008 13:08
Mempercantik Ruang dengan Sofa -
Rabu, 13/08/2008 15:08
Simple Life ala Rumah Studio -
Senin, 11/08/2008 15:08
Caport Cantik yang Multifungsi -
Sabtu, 09/08/2008 12:08
Menyulap Lantai Atap Menjadi Taman -
Jum'at, 08/08/2008 17:08
Ciptakan Hunian Natural dengan Parket -
Rabu, 06/08/2008 16:08
Personalitas Hunian dalam Warna -
Selasa, 05/08/2008 14:08
Tampilkan Suasana Berbeda dengan Cermin
