Kons. Erwin Hawawinata
Tips Merawat Karpet
Senin, 7 Juli 2008 - 13:44 wib
PAK ERWIN, perkenalkan saya Santika, Jakarta. Saya mau tips bagaimana merawat karpet di ruang tamu agar awet.
Karpet yang saya pakai memang cukup besar, sehingga menyulitkan saat perawatan. Selain karena debu, sering pula kotor karena ketumpahan susu anak saya yang masih kecil. Sehingga baunya pun sangat menyengat kalau dibiarkan terlalu lama. Terima kasih.
santika@yahoo.com
Jawaban:
Salam kenal untuk Ibu Santika. Memang ada konsekuensinya bila kita menggunakan karpet dalam suatu ruangan. Apa Ibu Santika pernah mendengar istilah building sick syndrome. Itu adalah salah satu penyebab dari penggunaan karpet dalam ruangan. Di mana karpet yang sering kali kita bersihkan dengan vacum cleaner, ternyata tidak membuatnya bersih, tetapi seringkali membuat kotoran ataupun debu turun di bawah karpet.
Cara membersihkan yang paling efektif adalah mencuci dengan posisi tergantung dengan tekanan air yang cukup tinggi, tetapi hal ini pasti sangat merepotkan. Untuk itu saya usulkan Anda mengganti jenis karpet yang Anda gunakan. Hindari pula pemakaian karpet wol pada areal yang berisiko kotor tinggi dan apabila Anda tetap menginginkan penggunaan karpet, Anda dapat menggantinya dengan permadani, karena perawatan permadani jauh lebih ringan dan lebih mudah untuk dikemas. Sekian saran dari saya, selamat mencoba!
Salam
Erwin Hawawinata
General Manager dan Chief Designer Da Vinci Indonesia
(//tty)
Karpet yang saya pakai memang cukup besar, sehingga menyulitkan saat perawatan. Selain karena debu, sering pula kotor karena ketumpahan susu anak saya yang masih kecil. Sehingga baunya pun sangat menyengat kalau dibiarkan terlalu lama. Terima kasih.
santika@yahoo.com
Jawaban:
Salam kenal untuk Ibu Santika. Memang ada konsekuensinya bila kita menggunakan karpet dalam suatu ruangan. Apa Ibu Santika pernah mendengar istilah building sick syndrome. Itu adalah salah satu penyebab dari penggunaan karpet dalam ruangan. Di mana karpet yang sering kali kita bersihkan dengan vacum cleaner, ternyata tidak membuatnya bersih, tetapi seringkali membuat kotoran ataupun debu turun di bawah karpet.
Cara membersihkan yang paling efektif adalah mencuci dengan posisi tergantung dengan tekanan air yang cukup tinggi, tetapi hal ini pasti sangat merepotkan. Untuk itu saya usulkan Anda mengganti jenis karpet yang Anda gunakan. Hindari pula pemakaian karpet wol pada areal yang berisiko kotor tinggi dan apabila Anda tetap menginginkan penggunaan karpet, Anda dapat menggantinya dengan permadani, karena perawatan permadani jauh lebih ringan dan lebih mudah untuk dikemas. Sekian saran dari saya, selamat mencoba!
Salam
Erwin Hawawinata
General Manager dan Chief Designer Da Vinci Indonesia
Baca Juga:
Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski
Trik Ampuh Mengatur Pola Makan
Saat ini saya memiliki bobot tubuh 57 kg dan tinggi badan 173 cm. Tubuh saya memang kelihatan tidak terlalu gemuk, namun bobot tubuh saya sering naik turun. Saya ingin tahu bagaimana mengatur pola makan dengan cara benar. Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Minggu, 27/07/2008 22:07
Resep Sukses Menjadi Arsitek Handal -
Sabtu, 28/06/2008 16:06
Kiat Jitu Merenovasi Rumah -
Senin, 23/06/2008 16:06
Cara Pintar Menata Ruangan Kerja -
Sabtu, 14/06/2008 15:06
Kanopi untuk Rumah Minimalis
