Griya
Membuat Ruang Tidur Terasa Lapang
Selasa, 8 Juli 2008 - 11:29 wib
Foto: Corbis
KEGIATAN beristirahat atau tidur setelah seharian bekerja sangat dibutuhkan guna memulihkan tenaga untuk dipergunakan esok hari.
Namun, penataan kamar tidur sering kali luput dari perhatian kita. Kadang kita meletakkan dan menumpuk segala macam barang yang perlu digunakan di ruang tidur. Alhasil, ruang tidur terasa sempit dan berantakan, plus mengganggu suasana tidur. Cara apakah yang perlu dilakukan agar ruang tidur terasa lebih lapang dan nyaman?
Pertama yang perlu dilakukan, menurut arsitek Wisnu Brata dari Mitra Graha Asri Mandiri, adalah pemilihan furnitur. "Ketika kita mengetahui bahwa ruang tidur kecil dan tidak luas, maka yang pertama kita perlu lakukan adalah memilih perabot yang proporsional dengan ruangan kita," sarannya.
Orang Asia sebetulnya sudah terbiasa hidup berkumpul, berkerabat, dan tinggal dalam lingkungan yang dekat. Sebetulnya, budaya Asia telah mengenal tradisi penggunaan perabot multifungsi. Kita, misalnya, telah mengenal amben atau bale-bale yang dapat dipergunakan sebagai tempat tidur, dan bisa juga dipakai sebagai tempat duduk.
"Dalam perkembangannya, saat ini kita telah mengenal modifikasinya yaitu penggunaan sofa bed dalam berbagai bentuk dan variasi, baik yang memiliki desain sederhana hingga yang mahal dan mewah," ujar Wisnu.
Dengan memakai sofa bed, kita dapat meminggirkan atau melipatnya menjadi kursi maupun tempat duduk. Kita juga lebih leluasa melakukan aktivitas di sekitarnya sehingga ruang tidur akan terasa lebih luas dan lapang. Yang kedua, pemanfaatan ruang penyimpanan yang praktis dan kreatif. Kita dapat menghilangkan kesan kacau dan berantakan pada ruang tidur dengan cara membuat sistem penyimpanan barang yang praktis dan efektif. Karena itu kesan lega dan lapangnya ruangan dapat terwujud.
Hal ini bisa dilaksanakan dengan cara memanfaatkan setiap inci ruangan kita agar dapat termanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dibandingkan dengan penggunaan lemari baju standar dan konvensional, kita dapat memanfaatkan penggunaan lemari built in atau sistem lemari modular yang praktis.
"Di mana besaran modul masing-masing kebutuhan barang yang akan disimpan seperti kemeja, dasi, pakaian dalam,dan gantungan baju diatur dalam ukuran yang tepat. Maupun melalui penggunaan gantungan dan ambalan yang fleksibel dan bisa diatur sesuai kebutuhan," tuturnya. Ini akan sangat membantu kepraktisan dan fleksibilitas lemari penyimpanan kita.
Penggunaan ruangan dan penyimpanan yang hampir mendekati langit-langit/plafon tetap harus dilakukan guna mendapatkan pemanfaatan yang maksimal, meskipun Anda mesti menggunakan bangku atau tangga untuk menjangkaunya. Penggabungan meja rias yang terpadu dengan modul lemari built in dengan menggunakan kursi berupa puff yang dapat dimasukkan ke bawah meja akan sangat bermanfaat bagi ruangan yang sempit. Namun, tetap mengakomodasi kebutuhan pemiliknya dan banyak digunakan di lingkungan apartemen.
Daerah di bawah tempat tidur kadang menjadi ruang sisa yang kurang termanfaatkan dengan baik. "Sebaiknya kita desain ulang bagian itu sehingga bagian bawah tempat tidur menjadi bagian yang menyatu dengan ranjang dan dapat dibuat rak-rak dan laci-laci. Namun, dalam bentuk yang disamarkan yang dapat dipakai guna menyimpan beberapa perlengkapan seperti buku-buku, kaus kaki, atau bahkan pakaian tidur," sebut Wisnu.
Ketiga, pengaturan peletakan furnitur. Untuk peletakan furnitur, sebaiknya kita meletakkan tempat tidur agak ke pinggir dengan menyisakan sedikit jarak (untuk meja nakas berikut lampu tidurnya) atau bahkan menempel ke dinding. Jangan justru meletakkannya di tengah. "Dengan posisi semacam ini, ruangan akan terasa lebih lapang karena daerah yang terbuka atau bebas dari furnitur akan lebih besar dibandingkan meletakkan ranjang di tengah. Meskipun hal ini dapat membawa konsekuensi ketidaknyamanan bagi satu pihak," paparnya.
Kita juga dapat menghilangkan penggunaan meja nakas berikut lampu tidurnya dengan jalan membuat meja yang terintegrasi pada pojok tempat tidur atau menggunakan lampu tidur yang menempel pada dinding di belakang headboard atau kepala tempat tidur.
(sindo//tty)
Namun, penataan kamar tidur sering kali luput dari perhatian kita. Kadang kita meletakkan dan menumpuk segala macam barang yang perlu digunakan di ruang tidur. Alhasil, ruang tidur terasa sempit dan berantakan, plus mengganggu suasana tidur. Cara apakah yang perlu dilakukan agar ruang tidur terasa lebih lapang dan nyaman?
Pertama yang perlu dilakukan, menurut arsitek Wisnu Brata dari Mitra Graha Asri Mandiri, adalah pemilihan furnitur. "Ketika kita mengetahui bahwa ruang tidur kecil dan tidak luas, maka yang pertama kita perlu lakukan adalah memilih perabot yang proporsional dengan ruangan kita," sarannya.
Orang Asia sebetulnya sudah terbiasa hidup berkumpul, berkerabat, dan tinggal dalam lingkungan yang dekat. Sebetulnya, budaya Asia telah mengenal tradisi penggunaan perabot multifungsi. Kita, misalnya, telah mengenal amben atau bale-bale yang dapat dipergunakan sebagai tempat tidur, dan bisa juga dipakai sebagai tempat duduk.
"Dalam perkembangannya, saat ini kita telah mengenal modifikasinya yaitu penggunaan sofa bed dalam berbagai bentuk dan variasi, baik yang memiliki desain sederhana hingga yang mahal dan mewah," ujar Wisnu.
Dengan memakai sofa bed, kita dapat meminggirkan atau melipatnya menjadi kursi maupun tempat duduk. Kita juga lebih leluasa melakukan aktivitas di sekitarnya sehingga ruang tidur akan terasa lebih luas dan lapang. Yang kedua, pemanfaatan ruang penyimpanan yang praktis dan kreatif. Kita dapat menghilangkan kesan kacau dan berantakan pada ruang tidur dengan cara membuat sistem penyimpanan barang yang praktis dan efektif. Karena itu kesan lega dan lapangnya ruangan dapat terwujud.
Hal ini bisa dilaksanakan dengan cara memanfaatkan setiap inci ruangan kita agar dapat termanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dibandingkan dengan penggunaan lemari baju standar dan konvensional, kita dapat memanfaatkan penggunaan lemari built in atau sistem lemari modular yang praktis.
"Di mana besaran modul masing-masing kebutuhan barang yang akan disimpan seperti kemeja, dasi, pakaian dalam,dan gantungan baju diatur dalam ukuran yang tepat. Maupun melalui penggunaan gantungan dan ambalan yang fleksibel dan bisa diatur sesuai kebutuhan," tuturnya. Ini akan sangat membantu kepraktisan dan fleksibilitas lemari penyimpanan kita.
Penggunaan ruangan dan penyimpanan yang hampir mendekati langit-langit/plafon tetap harus dilakukan guna mendapatkan pemanfaatan yang maksimal, meskipun Anda mesti menggunakan bangku atau tangga untuk menjangkaunya. Penggabungan meja rias yang terpadu dengan modul lemari built in dengan menggunakan kursi berupa puff yang dapat dimasukkan ke bawah meja akan sangat bermanfaat bagi ruangan yang sempit. Namun, tetap mengakomodasi kebutuhan pemiliknya dan banyak digunakan di lingkungan apartemen.
Daerah di bawah tempat tidur kadang menjadi ruang sisa yang kurang termanfaatkan dengan baik. "Sebaiknya kita desain ulang bagian itu sehingga bagian bawah tempat tidur menjadi bagian yang menyatu dengan ranjang dan dapat dibuat rak-rak dan laci-laci. Namun, dalam bentuk yang disamarkan yang dapat dipakai guna menyimpan beberapa perlengkapan seperti buku-buku, kaus kaki, atau bahkan pakaian tidur," sebut Wisnu.
Ketiga, pengaturan peletakan furnitur. Untuk peletakan furnitur, sebaiknya kita meletakkan tempat tidur agak ke pinggir dengan menyisakan sedikit jarak (untuk meja nakas berikut lampu tidurnya) atau bahkan menempel ke dinding. Jangan justru meletakkannya di tengah. "Dengan posisi semacam ini, ruangan akan terasa lebih lapang karena daerah yang terbuka atau bebas dari furnitur akan lebih besar dibandingkan meletakkan ranjang di tengah. Meskipun hal ini dapat membawa konsekuensi ketidaknyamanan bagi satu pihak," paparnya.
Kita juga dapat menghilangkan penggunaan meja nakas berikut lampu tidurnya dengan jalan membuat meja yang terintegrasi pada pojok tempat tidur atau menggunakan lampu tidur yang menempel pada dinding di belakang headboard atau kepala tempat tidur.
Baca Juga:
Konsultasi Wulan Tilaar
Kulit Putih, Tapi Wajah Berjerawat
Saya ingin berkonsultasi seputar masalah wajah. Saya memiliki kulit putih, tapi di bagian wajah banyak jerawat, bentol putih, komedo, dan bintik hitam. Selama ini saya tidak pernah memakai produk kecantikan. Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Senin, 18/08/2008 13:08
Naturalis dengan Unsur Batu Alam -
Jum'at, 15/08/2008 13:08
Mempercantik Ruang dengan Sofa -
Rabu, 13/08/2008 15:08
Simple Life ala Rumah Studio -
Senin, 11/08/2008 15:08
Caport Cantik yang Multifungsi -
Sabtu, 09/08/2008 12:08
Menyulap Lantai Atap Menjadi Taman -
Jum'at, 08/08/2008 17:08
Ciptakan Hunian Natural dengan Parket -
Rabu, 06/08/2008 16:08
Personalitas Hunian dalam Warna -
Selasa, 05/08/2008 14:08
Tampilkan Suasana Berbeda dengan Cermin
