Trend

Sportwear Tak Sekadar Teknologi

Kamis, 10 Juli 2008 - 10:53 wib


Foto: Corbis
BERBICARA sportswear, pastilah fungsi dan teknologi mengemuka. Namun bukan hanya kedua faktor itu yang diperhitungkan, kemasan fashionable menjadi syarat utama.

Akhir-akhir ini, hubungan antara fashion dan dunia olahraga memang semakin erat terjalin. Padahal, keduanya berjalan di jalur yang berbeda. Bila ditelusuri lebih jauh, fashion dan olahraga sebenarnya bukanlah teman akrab. Dari segi tatanan mode, keduanya malah memiliki karakter yang jauh berbeda.

Kendati demikian, jalinan mesra yang terjalin antara fashion dan sport membawa keduanya ke level baru. Perhelatan olahraga akbar, layaknya olimpiade dan Euro, bahkan menjadi ajang kompetisi bagi major sportswear brand. Bukti baru bahwa fashion merasuk semakin dalam di dunia sport.

Salah satu brand yang gencar melakukan promosi tersebut adalah Adidas. Menurut data yang dikeluarkan perusahaan, untuk Olimpiade Beijing 2008 yang akan dihelat Agustus mendatang, Adidas mengeluarkan dana sebesar 70 juta euro untuk sponsorship.

Di ajang Euro 2008 yang baru saja berlalu, Adidas pun menjadi pesaing utama bagi sportswear brand lainnya. Brand asal Jerman ini menjadi sponsor bagi tim-tim nasional yang bertanding di ajang kompetisi supremasi di daratan Eropa tersebut.

Chief Executive Officer Adidas Herbert Hainer mengatakan, Adidas sukses meraih keuntungan sebesar 1,2 miliar euro atau 50 persen ebih besar dibandingkan empat tahun lalu. "Bagi kami, Euro 2008 adalah keberhasilan besar. Nantinya, kami berharap pemasukan tersebut membantu meningkatkan profit tahunan," ujar Hainer.

Selain itu, gengsi pun tetap berada di tangan brand besutan Adolf Dassler ini. Adidas yang diwakili dua tim besar, Jerman dan Spanyol, berhasil melenggang ke babak final. Meninggalkan Nike, yang diusung Turki dan Rusia, di bangku semifinal. Prestasi gemilang brand tidak berhenti sampai di situ, Adidas bahkan mengangkat trofi juara lewat tendangan Fernando Torres, yang membawa Spanyol ke puncak kejayaan setelah 44 tahun menanti.

Performa gemilang para bintang sepakbola di lapangan tentu bukan hanya dikarenakan latihan intensif, tapi juga atribut yang mereka kenakan. Lewat Predator, adi-PURE, dan F50 Tunit, Adidas menguasai lapangan hijau. Ketiga varian sepatu bola tersebut menjadi agen penunjang performa para atlet di lapangan berkat kombinasi teknologi yang menghasilkan power, swerve, dan control.

David Beckham misalnya. Pesepak bola asal Inggris ini mengaku mendapatkan performa terbaiknya bersama Adidas Predator Absolute, yang menemaninya di ajang Piala Dunia.

Edisi Predator terbaru, PowerSwerve, yang dikembangkan dengan bantuan Zenedine Zidane bahkan memiliki kelebihan dibanding pendahulunya. Predator PowerSwerve memiliki kemampuan swerving 8 persen lebih baik dan meningkatkan tenaga dalam setiap tendangan sebesar 3 persen.

Namun, riset untuk menghasilkan produk terbaik terus dilakukan. Adidas pun kemudian meluncurkan adi PURE di tahun 2007. Peluncuran koleksi adiPURE ini menjadi tonggak sejarah baru dalam segmen sepatu sepak bola Adidas.

Nama adiPURE melambangkan fitur-fitur utama dari sepatu buatan tangan ini, yakni kemurnian, kesederhanaan, keasrian, dan keanggunan.

Meskipun demikian, kunci utama dari sepatu ini adalah sifatnya yang "pas". Dengan kualitas material yang tinggi, kulit halus dan pre-moulded sockliner sepatu ini sangat nyaman dan memungkinkan pemain dapat "merasakan" bola dengan jauh lebih baik.

"Hanya ketika Anda bisa merasakan sensasi bola di kaki, maka Anda bisa melakukan performa yang terbaik di lapangan," tutur Kaka, bintang sepak bola asal Brasil mengenai adiPURE.
(sindo//tty)

Baca Juga:

Konsultasi Rudy Hadisuwarno

Konsultasi Rudy Hadisuwarno

Solusi untuk Rambut Megar & Kering

Mas Rudy, saya Febbe (26), seorang karyawati di perusahaan swasta. Rambut saya itu megar dan kering, makanya saya selalu menguncirnya karena kalau dilepaskan pasti kembang sehingga saya merasa terganggu.
Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»