Food & Resto
Seruput Minuman Khas Betawi
Jum'at, 11 Juli 2008 - 14:15 wib
SETIAP daerah di Indonesia memiliki minuman tradisional. Beberapa yang cukup dikenal adalah bir pletok dan sekoteng dari Betawi.
Kehidupan perkotaan yang semakin lama semakin modern, membuat orang lupa untuk kembali kepada nilai-nilai tradisional yang dianut. Modernisasi serta kemudahan untuk mendapatkan apa pun yang diinginkan lewat teknologi, semakin membuat orang enggan untuk kembali mempraktikkan nilai tradisional.
Selain kesenian tradisional yang mulai hilang, makanan serta minuman tradisional juga hampir ditinggalkan dan nyaris kalah bersaing dengan makanan cepat saji bergaya Barat.
Untuk meningkatkan kepedulian terhadap makanan dan minuman tradisional, Spicy Coffee Shop di Hotel Aston Atrium, Jakarta, menggelar promo makanan dan minuman Betawi, hingga satu bulan ke depan.
Selain makanan, minuman tradisional yang dihadirkan dalam promo tersebut cukup menarik perhatian pengunjung. Karena tidak banyak restoran dan kafe yang menyajikan minuman tradisional.
Minuman tradisional yang disuguhkan dalam kegiatan promo ini antara lain adalah bir pletok yang memiliki sejarah, hingga sekoteng dan es teler yang menyegarkan.
Bir pletok yang melegenda ternyata memiliki nilai sejarah yang mungkin tidak semua orang mengetahuinya. Bir pletok diciptakan sejak Belanda masih bercokol di Indonesia.
Orang-orang Belanda pada saat itu sangat gemar mengonsumsi bir, namun karena di Betawi waktu itu mayoritas masyarakat beragama Islam, maka meminum bir yang notabene mengandung alkohol harus dilarang.
Di sanalah kreativitas kuliner ala Betawi dimulai. Untuk menyaingi hangatnya bir dengan kandungan alkohol, masyarakat Betawi menciptakan bir yang dibuat dari rempah-rempah yaitu jahe, daun pandan, dan serai.
"Agar warna bir pletok lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang.Kayu itu kalau diserut dan diseduh dengan air panas akan mengeluarkan warna merah," kata Executive Chef Hotel Aston Atrium, Sabto Pratikto.
Bir pletok, menurut chef bertaraf internasional itu, sangat cocok dikonsumsi di sore hari atau pada saat cuaca sedang dingin.
"Kehangatan bir pletok didapat dari rempah-rempah. Walaupun namanya bir, sama sekali tidak mengandung alkohol," terang Sabto lagi.
Yang tidak kalah hangat dibandingkan bir pletok adalah sekoteng. Berbeda dengan bir pletok, sekoteng dibuat dengan campuran buah kolang-kaling dikombinasikan dengan kacang hijau.
"Sekoteng lebih berwarna karena dipadukan dengan pacar china dengan tiga warna, hijau, merah, dan putih," tuturnya.
Sedangkan bagi Anda yang menggemari rasa manis, bajigur bisa menjadi pilihan menarik. Karena minuman tradisional ini terbuat dari gula jawa merah yang dipadukan dengan jahe dan santan. "Betawi memiliki banyak minuman tradisional yang tidak kalah jika dibandingkan dengan minuman modern. Tinggal bagaimana memperkenalkannya kembali," pungkas Sabto.
(sindo//tty)
Kehidupan perkotaan yang semakin lama semakin modern, membuat orang lupa untuk kembali kepada nilai-nilai tradisional yang dianut. Modernisasi serta kemudahan untuk mendapatkan apa pun yang diinginkan lewat teknologi, semakin membuat orang enggan untuk kembali mempraktikkan nilai tradisional.
Selain kesenian tradisional yang mulai hilang, makanan serta minuman tradisional juga hampir ditinggalkan dan nyaris kalah bersaing dengan makanan cepat saji bergaya Barat.
Untuk meningkatkan kepedulian terhadap makanan dan minuman tradisional, Spicy Coffee Shop di Hotel Aston Atrium, Jakarta, menggelar promo makanan dan minuman Betawi, hingga satu bulan ke depan.
Selain makanan, minuman tradisional yang dihadirkan dalam promo tersebut cukup menarik perhatian pengunjung. Karena tidak banyak restoran dan kafe yang menyajikan minuman tradisional.
Minuman tradisional yang disuguhkan dalam kegiatan promo ini antara lain adalah bir pletok yang memiliki sejarah, hingga sekoteng dan es teler yang menyegarkan.
Bir pletok yang melegenda ternyata memiliki nilai sejarah yang mungkin tidak semua orang mengetahuinya. Bir pletok diciptakan sejak Belanda masih bercokol di Indonesia.
Orang-orang Belanda pada saat itu sangat gemar mengonsumsi bir, namun karena di Betawi waktu itu mayoritas masyarakat beragama Islam, maka meminum bir yang notabene mengandung alkohol harus dilarang.
Di sanalah kreativitas kuliner ala Betawi dimulai. Untuk menyaingi hangatnya bir dengan kandungan alkohol, masyarakat Betawi menciptakan bir yang dibuat dari rempah-rempah yaitu jahe, daun pandan, dan serai.
"Agar warna bir pletok lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang.Kayu itu kalau diserut dan diseduh dengan air panas akan mengeluarkan warna merah," kata Executive Chef Hotel Aston Atrium, Sabto Pratikto.
Bir pletok, menurut chef bertaraf internasional itu, sangat cocok dikonsumsi di sore hari atau pada saat cuaca sedang dingin.
"Kehangatan bir pletok didapat dari rempah-rempah. Walaupun namanya bir, sama sekali tidak mengandung alkohol," terang Sabto lagi.
Yang tidak kalah hangat dibandingkan bir pletok adalah sekoteng. Berbeda dengan bir pletok, sekoteng dibuat dengan campuran buah kolang-kaling dikombinasikan dengan kacang hijau.
"Sekoteng lebih berwarna karena dipadukan dengan pacar china dengan tiga warna, hijau, merah, dan putih," tuturnya.
Sedangkan bagi Anda yang menggemari rasa manis, bajigur bisa menjadi pilihan menarik. Karena minuman tradisional ini terbuat dari gula jawa merah yang dipadukan dengan jahe dan santan. "Betawi memiliki banyak minuman tradisional yang tidak kalah jika dibandingkan dengan minuman modern. Tinggal bagaimana memperkenalkannya kembali," pungkas Sabto.
Baca Juga:
Konsultasi Rudy Hadisuwarno
Tampil Keren di Kantor dengan Rambut Ikal
Mas Rudy Hadisuwarno, perkenalkan saya Mahell Sozu, 21, dan sudah bekerja. Setiap kali saya berangkat ke kantor, saya selalu kesulitan menata rambut. Adakah solusi? Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Selasa, 19/08/2008 18:08
Rupa-Rupa Olahan Kerang -
Kamis, 14/08/2008 17:08
Hidangan Rekomendasi Chef -
Rabu, 13/08/2008 18:08
Cicipi Lezatnya Pempek Kulit Palembang -
Senin, 11/08/2008 17:08
Semarak Sajian Serbadelapan -
Minggu, 10/08/2008 13:08
Sajian Berbumbu Praktis -
Sabtu, 09/08/2008 19:08
Romantisme BBQ di Pinggir Kolam -
Rabu, 06/08/2008 16:08
Bersantap Menu Pernak-pernik Penjara -
Senin, 04/08/2008 16:08
Nikmatnya Bersantap di Saung Tropis
