Griya

Menciptakan Hunian Sehat dan Terang

Sabtu, 12 Juli 2008 - 12:28 wib


Foto: Corbis
CAHAYA temaram dalam ruang tertentu memang menarik. Namun, jika pencahayaan seperti itu diterapkan di seluruh bagian hunian, rumah akan memberi kesan suram.

Prinsipnya, tidak perlu memasang lampu beribu watt untuk menghadirkan suasana lingkungan rumah yang terang dan cerah. Solusinya lebih pada kreativitas Anda meletakkan jendela dan perabot rumah agar tidak menghalangi masuknya sinar surya pada pagi dan siang hari ke dalam rumah.

Rumah dengan pencahayaan terang dan bersih akan lebih sehat daripada rumah gelap. "Rumah yang kita tinggali dapat dinyatakan sehat bila memiliki suhu udara dan kelembapan yang cukup. Adapun suhu udara dan kelembapan pada suatu ruangan akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya sinar matahari yang masuk ke dalam rumah," kata Wisnu Brata, arsitek Mitra Graha Asri Mandiri.

Alhasil Anda pun harus memperhatikan dan menjaga volume udara dan sinar yang masuk ke dalam rumah agar sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, pencahayaan juga wajib diatur agar dapat menjangkau sebanyak mungkin area di dalam rumah.

Untuk memberi kesan rumah yang terang tanpa perlu menambah lampu di huniannya, ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Jakarta Timur, Arista Cristiana, memilih membuat bukaan berlapis kaca di langit-langit ruang tamu dan dapurnya. Sayangnya kendati berhasil memasukkan cahaya matahari ke dalam rumah, panasnya ketika terik justru mengganggu.

"Awalnya, saya ingin menghadirkan terang alami di ruang tamu, tapi justru panasnya juga ikut. Hasilnya, saya justru harus memasang AC setiap siang supaya tidak terasa panas," katanya.

Memasang jendela untuk memasukkan sinar matahari ke dalam hunian tanpa perencanaan yang matang dapat memberikan hasil yang tidak optimal. Bahkan, agak mengecewakan. Untuk itu, perencanaan matang penting dipersiapkan untuk menghadirkan suasana terang di dalam hunian tanpa kembali mendatangkan masalah baru.

Secara umum, proses masuknya cahaya alami ada dua, yakni side lighting (cahaya dari samping) dan top lighting (cahaya dari atas). Side lighting, misalnya jendela memiliki kelebihan, yakni dapat memasukkan view luar ke dalam rumah. Namun, ada beberapa kasus seperti jendela kerap tidak bisa dibuat karena terbentur dinding tetangga. Akibatnya, jalan satu-satunya adalah dengan memasukkan cahaya dari atas (top lighting). Dengan top lighting (misalnya skylight), Anda tidak mendapatkan banyak view seperti jendela, tapi cahaya yang didapat bisa lebih berkualitas dan merata.

Wisnu menjelaskan, berdasarkan sumbernya, pencahayaan dibedakan menjadi dua, yakni pencahayaan alami atau natural lighting dan pencahayaan buatan berupa ambient lighting, local lighting, dan accent lighting. Mengenai pencahayaan alami, dia mengatakan, beberapa aspek yang perlu diperhatikan adalah mengatur dan membuka akses, menata cahaya matahari yang sudah masuk, mengurangi dampak sinar matahari, mengatur intensitas cahaya yang masuk, dan menciptakan nuansa cahaya yang masuk.

Sementara itu, cara pemanfaatanpencahayaanalamisinar matahari dan pemecahan desainnya perlu memperhatikan pembuatan bukaan jendela pada dinding, membuat kisi-kisi dari kayu, membuat bukaan tambahan atau membuat void.
(sindo//tty)

Baca Juga:

Konsultasi dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd

Erwin Hawawinata

Berhubungan Seks, Keluar Darah Cokelat

Saya laki-laki 25 tahun dan istri 24 tahun. Kami sudah menikah sekitar 4 tahun dan memiliki 1 orang putri. Saat ini saya bekerja di Jakarta sebagai programmer komputer, jadi hanya bisa menjumpai istri paling cepet dua minggu sekali. Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»