Metroseksual

Apakah Pria Mengalami Menopause?

Senin, 14 Juli 2008 - 15:32 wib

Dewi Arta - Okezone


Foto: Corbis
DALAM kehidupannya kaum laki-laki juga dapat mengalami suatu gejala yang mirip seperti menopause pada perempuan, meskipun tidak sama persis. Gejala yang disebut andropause itu dipengaruhi oleh faktor menua.

Tim Mitra Inti dalam bukunya "Kesproholic" menjelaskan, andropause adalah sindroma klinik yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional yang dihubungkan dengan menurunnya kadar hormon, seperti hormon pertumbuhan dan khususnya hormon testosteron dalam konsentrasi yang bermakna. Dengan demikian, fungsi seksual maupun fertilitas (kesuburan) tidak berhenti sama sekali pada laki-laki yang mengalami gejala andropause namun terjadi penurunan secara bertahap.

Sebenarnya andropause itu hanyalah istilah. Andro berarti laki-laki dan pause berarti berhenti. Apa yang terjadi sebenarnya tidak persis seperti menopause, penghentian fungsi gonad (ovarium/ testis). Kalau pada perempuan tidak lagi menstruasi. Pada laki-laki tidak terjadi penghentian fungsi tersebut, hanya penurunan. Namun dampaknya tak hanya pada fisik dan psikis saja, namun juga pada fungsi seksual laki-laki. Meski demikian, andropause masih bisa diantisipasi untuk meminimalkan keluhannya, terutama sejak usia muda.

Sebuah penelitian menemukan gejala andropause mulai dapat terjadi pada laki-laki saat memasuki usia 40 tahun. Penurunan kadar testosteronnya terjadi bertahap, bertahun-tahun seiring dengan usia yang terus menua. Kadar testosteron yang menurun tersebut menyebabkan kondisi fisik dan performa seksual laki-laki perlahan merosot. Hal itu di ikuti pula dengan keluhan psikis, meski tidak khas.

Gejala fisik, misalnya mudah letih dan mengantuk berlebihan, rasa sakit atau kaku pada otot, persendian dan tulang, penis mengecil, penurunan tenaga, dan kekuatan otot, pertumbuhan janggut dan kumis berkurang, penurunan frekuensi ereksi pagi hari, hingga menurunnya gairah seksual. Akibatnya, laki-laki menjadi mudah marah, depresi, panik, tegang, gelisah, sulit tidur, juga merasa tertekan.
(tty)

Baca Juga:

Konsultasi dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd

Erwin Hawawinata

Air Seni Bercampur dengan Sperma, Wajarkah?

Saya pria usia 36 tahun sudah menikah dan memiliki satu orang anak dan sedang mengusahakan untuk mendapat momongan lagi. Tapi saat saya mengeluarkan air seni dibarengi dengan keluarnya sperma, wajarkah? Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»