Metroseksual
Predikat Anak Mami untuk Para Lelaki
Selasa, 15 Juli 2008 - 20:39 wib
Dewi Arta - Okezone
Foto: Corbis
SIKAP manja tidak seutuhnya melekat pada pribadi seorang wanita. Kaum lelaki pun diketahui mempunyai sikap manja yang luar biasa. Mereka bahkan tak kuasa menerima predikat sebagai 'anak mami'. Waduh!
Psikolog dari Universitas Tarumanegara Henny E Wirawan MHum Psi menjelaskan, sikap 'anak mami' ini bukanlah penyakit, melainkan sebuah pola asuh yang salah dari orangtuanya. Mereka biasanya suka memanjakan si anak sejak usia belia, sehingga ketika menginjak usia dewasa si anak tidak bisa mandiri dan selalu bergantung kepada orangtuanya. Dan sikap seperti ini lebih banyak dialami oleh kaum pria.
"Mereka sulit mandiri karena sudah terbiasa pada kehidupan yang enak dan serbatercukupi. Orangtua (ibu) bahkan tidak merasakan susahnya mengurus anak laki-laki walaupun usianya sudah tidak muda lagi. Mereka bahkan tidak sadar kalau pola asuh terhadap anaknya sebenarnya salah," jelas Henny kepada Okezone, Selasa (15/7/2008)
Kepala Pusat Audit Universitas Tarumanegara Jakarta ini menambahkan, kebanyakan dari para orangtua tidak melihat ada efek samping yang dialami sang anak. Padahal yang terjadi sebenarnya tidak begitu, karena efek samping memanjakan anak bisa menyebabkan si anak tidak bisa bersikap dewasa dan tidak bisa menentukan pilihan sendiri.
"Biasanya begitu memasuki umur yang cukup dewasa, mereka sadar mempunyai sikap seperti itu dan ingin merubahnya. Tetapi ada juga yang masih selalu bergantung kepada orangtuanya," ujarnya.
Terkadang dengan memanjakan anak bisa juga memengaruhi pilihan si anak terhadap calon pendamping hidupnya kelak. Meski bisa juga mereka memilih sendiri, tetapi setelah menikah orangtuanya masih tetap ikut campur dalam urusan rumah tangga. Hal ini tentu saja bisa memicu pertengkaran yang hebat antara istri dan mertua (orangtua dari si 'anak mami').
"Istrinya beranggapan suami tidak dapat bertindak tegas dan mertua terlalu memaksakan kehendak dalam urusan rumah tangga mereka. Sehingga pada akhirnya 'anak mami' ini bingung sendiri untuk membela di antara keduanya, apakah istri atau ibu kandungnya. Kebanyakan 'anak mami' juga lebih senang dengan kehadiran dua wanita ini yang selalu memperhatikan dan memanjakannya," beber Henny.
Untuk mengubah pola pikir 'anak mami' memang sulit dan dibutuhkan kesabaran yang besar dari sang istri. Dia juga harus bisa mengkomunikasikan harapan-harapannya kepada suami dan tentu saja harus mencari waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati. "Sikap 'anak mami' belum tentu menurun pada anaknya, karena hal ini lebih dipengaruhi pola pengasuhan sang istri terhadap anak. Jadi Anda tidak perlu khawatir!" tandas Henny.
(tty)
Psikolog dari Universitas Tarumanegara Henny E Wirawan MHum Psi menjelaskan, sikap 'anak mami' ini bukanlah penyakit, melainkan sebuah pola asuh yang salah dari orangtuanya. Mereka biasanya suka memanjakan si anak sejak usia belia, sehingga ketika menginjak usia dewasa si anak tidak bisa mandiri dan selalu bergantung kepada orangtuanya. Dan sikap seperti ini lebih banyak dialami oleh kaum pria.
"Mereka sulit mandiri karena sudah terbiasa pada kehidupan yang enak dan serbatercukupi. Orangtua (ibu) bahkan tidak merasakan susahnya mengurus anak laki-laki walaupun usianya sudah tidak muda lagi. Mereka bahkan tidak sadar kalau pola asuh terhadap anaknya sebenarnya salah," jelas Henny kepada Okezone, Selasa (15/7/2008)
Kepala Pusat Audit Universitas Tarumanegara Jakarta ini menambahkan, kebanyakan dari para orangtua tidak melihat ada efek samping yang dialami sang anak. Padahal yang terjadi sebenarnya tidak begitu, karena efek samping memanjakan anak bisa menyebabkan si anak tidak bisa bersikap dewasa dan tidak bisa menentukan pilihan sendiri.
"Biasanya begitu memasuki umur yang cukup dewasa, mereka sadar mempunyai sikap seperti itu dan ingin merubahnya. Tetapi ada juga yang masih selalu bergantung kepada orangtuanya," ujarnya.
Terkadang dengan memanjakan anak bisa juga memengaruhi pilihan si anak terhadap calon pendamping hidupnya kelak. Meski bisa juga mereka memilih sendiri, tetapi setelah menikah orangtuanya masih tetap ikut campur dalam urusan rumah tangga. Hal ini tentu saja bisa memicu pertengkaran yang hebat antara istri dan mertua (orangtua dari si 'anak mami').
"Istrinya beranggapan suami tidak dapat bertindak tegas dan mertua terlalu memaksakan kehendak dalam urusan rumah tangga mereka. Sehingga pada akhirnya 'anak mami' ini bingung sendiri untuk membela di antara keduanya, apakah istri atau ibu kandungnya. Kebanyakan 'anak mami' juga lebih senang dengan kehadiran dua wanita ini yang selalu memperhatikan dan memanjakannya," beber Henny.
Untuk mengubah pola pikir 'anak mami' memang sulit dan dibutuhkan kesabaran yang besar dari sang istri. Dia juga harus bisa mengkomunikasikan harapan-harapannya kepada suami dan tentu saja harus mencari waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati. "Sikap 'anak mami' belum tentu menurun pada anaknya, karena hal ini lebih dipengaruhi pola pengasuhan sang istri terhadap anak. Jadi Anda tidak perlu khawatir!" tandas Henny.
Baca Juga:
BERITA LAINNYA
-
Selasa, 07/10/2008 11:10
Jurus Jitu Dekati si Dia -
Senin, 06/10/2008 16:10
Strategi Aman Menolak Cinta si Dia -
Sabtu, 04/10/2008 16:10
Obat Manjur Hindari Perselingkuhan -
Jum'at, 03/10/2008 15:10
3 Kriteria Wanita Incaran Pria -
Senin, 29/09/2008 11:09
Indahnya Cinta Lokasi