Food & Resto
Olahan Khas Sumatera Barat
Selasa, 15 Juli 2008 - 12:14 wib
MASAKAN Padang identik dengan santan dan rasa pedas. Meski lidah kerap kali terbakar ketika menyantapnya, tetapi saja masakan asal Sumatera Barat itu selalu dicari.
Begitu familiernya menu bercita rasa Padang di negeri ini, tidak heran jika promosi makanan yang identik dengan sensasi rasa pedas dan kaya rempah ini banyak diminati dan dikunjungi para penggemarnya. Seperti Promo Masakan Padang yang dilangsungkan di Gallery Brasserie, Redtop Hotel, Jln Pecenongan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Ratusan pencinta masakan Ranah Minang beramairamai menikmati aneka hidangan yang disajikan. Mulai sate padang dengan kuah berwarna kuning, nasi kapau yang untuk satu porsinya berukuran sangat besar, hingga sambal tradisional yang banyak menarik minat pengunjung yaitu terung balado.
Promo menu otentik masakan Padang ini semakin menarik dengan kehadiran minuman ringan dan aneka kudapan tradisional. Bahkan, dalam promo yang dibuat chef berpengalaman nasional tersebut, bisa ditemukan bubur kampiun.
Bubur kampiun sangat terkenal di Sumatera Barat karena terbuat dari banyak jenis bubur, seperti kolak pisang, bola-bola ketan, hingga srikaya yang digabungkan menjadi satu hidangan.
"Promo sengaja kami buat karena selama ini apresiasi tamu terhadap masakan Padang di Gallery Brasserie sangat memuaskan. Bahkan, ada tamu yang sengaja meminta agar kami membuat promo," kata Executive Sous Chef Redtop Hotel Dodo Warna S.
Promo masakan Sumatera Barat ini, menurut chef berdarah Padang tersebut, semakin menarik minat tamu karena dibuat dalam bentuk prasmanan. Karena itu pengunjung bisa mengambil dan memilih sendiri makanan yang ingin dimakannya.
"Dengan buffet, antusias pengunjung lebih tinggi. Dengan sistem buffet, tamu bisa mencocokkan porsi makan dengan selera masing-masing," sebut Dodo.
Untuk mendapatkan cita rasa masakan Padang yang otentik dan sesuai dengan rasa dari daerah asalnya, Chef Dodo memiliki kiat-kiat khusus. Di antaranya, jika membuat masakan Padang, semua bumbu dan bahan baku haruslah segar dan tidak boleh menggunakan bumbu instan.
"Salah satu keunikan masakan Padang adalah bumbu harus benar-benar segar. Bumbu juga tidak boleh diulek dengan cara sembarangan karena bisa membuat rasa dan warnanya berubah," papar Dodo.
Selain menggunakan bumbu dan rempah segar, untuk mendapatkan cita rasa yang benar-benar sesuai, Dodo juga meracik sendiri semua bumbu untuk mengolah menu Padang dalam kegiatan promo tersebut.
"Bagi yang tidak ingin mengonsumsi nasi, kami juga menyediakan soto padang dan gado-gado padang yang berbeda dengan gado-gado dari daerah lain," katanya.
(sindo//tty)
Begitu familiernya menu bercita rasa Padang di negeri ini, tidak heran jika promosi makanan yang identik dengan sensasi rasa pedas dan kaya rempah ini banyak diminati dan dikunjungi para penggemarnya. Seperti Promo Masakan Padang yang dilangsungkan di Gallery Brasserie, Redtop Hotel, Jln Pecenongan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Ratusan pencinta masakan Ranah Minang beramairamai menikmati aneka hidangan yang disajikan. Mulai sate padang dengan kuah berwarna kuning, nasi kapau yang untuk satu porsinya berukuran sangat besar, hingga sambal tradisional yang banyak menarik minat pengunjung yaitu terung balado.
Promo menu otentik masakan Padang ini semakin menarik dengan kehadiran minuman ringan dan aneka kudapan tradisional. Bahkan, dalam promo yang dibuat chef berpengalaman nasional tersebut, bisa ditemukan bubur kampiun.
Bubur kampiun sangat terkenal di Sumatera Barat karena terbuat dari banyak jenis bubur, seperti kolak pisang, bola-bola ketan, hingga srikaya yang digabungkan menjadi satu hidangan.
"Promo sengaja kami buat karena selama ini apresiasi tamu terhadap masakan Padang di Gallery Brasserie sangat memuaskan. Bahkan, ada tamu yang sengaja meminta agar kami membuat promo," kata Executive Sous Chef Redtop Hotel Dodo Warna S.
Promo masakan Sumatera Barat ini, menurut chef berdarah Padang tersebut, semakin menarik minat tamu karena dibuat dalam bentuk prasmanan. Karena itu pengunjung bisa mengambil dan memilih sendiri makanan yang ingin dimakannya.
"Dengan buffet, antusias pengunjung lebih tinggi. Dengan sistem buffet, tamu bisa mencocokkan porsi makan dengan selera masing-masing," sebut Dodo.
Untuk mendapatkan cita rasa masakan Padang yang otentik dan sesuai dengan rasa dari daerah asalnya, Chef Dodo memiliki kiat-kiat khusus. Di antaranya, jika membuat masakan Padang, semua bumbu dan bahan baku haruslah segar dan tidak boleh menggunakan bumbu instan.
"Salah satu keunikan masakan Padang adalah bumbu harus benar-benar segar. Bumbu juga tidak boleh diulek dengan cara sembarangan karena bisa membuat rasa dan warnanya berubah," papar Dodo.
Selain menggunakan bumbu dan rempah segar, untuk mendapatkan cita rasa yang benar-benar sesuai, Dodo juga meracik sendiri semua bumbu untuk mengolah menu Padang dalam kegiatan promo tersebut.
"Bagi yang tidak ingin mengonsumsi nasi, kami juga menyediakan soto padang dan gado-gado padang yang berbeda dengan gado-gado dari daerah lain," katanya.
Baca Juga:
Konsultasi Taruna K Kusmayadi
Pakaian yang Cocok untuk Tubuh Overweight
Halo Mas Taruna, Saya Redha, mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Lampung. Saya ingin berkonsultasi tentang model dan cara berpakaian Saya.Konsultasi Selengkapnya...
BERITA LAINNYA
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Kesegaran Rujak Rasa Honje -
Minggu, 05/10/2008 13:10
Menu Bali di Ibu Kota -
Jum'at, 03/10/2008 16:10
Menu Spesial ala Rumahan -
Senin, 29/09/2008 14:09
Menu Komplet Nasi Minyak -
Minggu, 28/09/2008 14:09
Memasak di Atas Batu Vulkanik -
Sabtu, 27/09/2008 17:09
Mengembalikan Pamor Makanan Sunda -
Jum'at, 26/09/2008 16:09
Menu Serba Lontong Andalan Lebaran -
Kamis, 25/09/2008 17:09
Meracik Minuman Buka Puasa