Kesehatan

Repotnya jika Daya Ingat Menurun

Selasa, 15 Juli 2008 - 10:02 wib


Foto: Corbis
LUPA bisa membuat orang senewen. Lupa atau pikun, istilah medisnya dikenal dengan nama demensia yang merupakan sindroma penurunan kemampuan intelektual progresif.

Dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Cikini, dr Sudin Sitanggang SpS, menjelaskan, lupa atau menurunnya daya ingat merupakan satu hal yang sama yang membuat si penderita kerepotan. "Lupa tidak hanya membuat orang yang menderitanya kerepotan, juga orang di sekitarnya karena dia butuh bantuan orang lain dalam mengingat kembali memorinya," ucap dokter yang juga praktik di RS Sari Asih Tangerang.

Dia melanjutkan, lupa juga bermacam-macam bentuknya. Ada yang hanya lupa mengenal orang, atau bisa dikatakan mudah lupa (forgetfullness). Ada pula lupa sesaat di mana informasi hanya sampai di memori pendek, yang disebut dengan amnesia dan yang paling parah adalah lupa disebut dengan demensia.

"Gejala yang terjadi adalah menurunnya daya ingat pada seseorang terhadap sesuatu yang telah terjadi," ungkap Sudin.

Mudah lupa ini sering terjadi apabila informasi yang diterima telah berhasil melalui proses normal dan telah tersimpan di dalam memori jangka panjang. Akan tetapi, sulit untuk diingat kembali saat diperlukan. "Penyakit lupa ini menyerang sistem saraf pada manusia, yaitu saraf ba- gian hipokampus (bagian depan otak besar yang berperan dalam fungsi luhur dan proses memori)," ucap Sudin.

Sama seperti jenisnya, lupa juga mempunyai macammacam penyebab. "Penyebab lupa pada seseorang berbeda-beda. Ada yang lupa karena penyakit yang diderita sebelumnya, seperti stroke, ada juga yang terjadi karena kecelakaan dan sebagainya," ucap Sudin.

Sudin menyebutkan, penyebab lupa ini salah satunya karena kerusakan pada otak sehingga bisa timbul penyakit dementia alzheimer.

Dementia alzheimer merupakan salah satu bentuk kepikunan akibat degenerasi otak yang paling sering ditemukan dan paling ditakuti.

Gejala pada dementia alzheimer dimulai dengan gangguan daya ingat ringan. Kemudian berkembang menjadi gangguan multiple kognitif dan fungsional yang lebih kompleks dan bisa terjadi hanya dalam hitungan tahun.

Di Amerika, alzheimer mendapat perhatian karena jumlah penyandangnya semakin meningkat tiap tahunnya. Sekitar 500.000 kasus baru alzheimer didiagnosis tiap tahun di negara ini.

Sebagai perkiraan saja di negara itu, sebanyak 78 juta bayi yang baru lahir dan pada tahun 2011 akan berusia 65 tahun, usia yang rentan mengalami penyakit alzheimer.

Penyebab lupa ini juga diungkapkan konselor dari Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Clara Moningka SPsi Msi. Dia menyebut lupa ada bermacam jenis dan penyebabnya. Sebut saja lupa karena usia, kecelakaan (karena ada guncangan di otak, ada yang rusak, shock, atau sebagainya). Ada pula lupa karena direpres (ditekan pada alam bawah sadar) karena peristiwa sangat tidak mengenakkan sehingga tidak mau diingat oleh si penderita. Ada lupa karena penyakit (seperti alzheimer). Bahkan, ada juga lupa karena stres, dan penyebab ini terdapat efek psikologisnya.

"Bisa juga karena stres, terlalu banyak pekerjaan atau apa pun yang dipikirkan, harus diingat, sehingga memori kita selalu diintervensi oleh sesuatu setiap harinya (entah pekerjaan baru, nama baru, dll)," ungkapnya.

Sesuatu yang bisa diingat adalah sesuatu yang memberikan kesan pada seseorang. Jadi sebaiknya jika kita tidak ingin cepat lupa akan sesuatu, maka banyak memberi kesan bisa membantu kita mengingat," pesan Sudin.
(sindo//tty)

Baca Juga:

Konsultasi Lianny Hendranata

Konsultasi Lianny Hendranata

Membersihkan Aura, Perlukah Keterampilan Khusus?

Salam kenal ibu Lianny Hendranata, saya ingin menanyakan apakah semua orang punya energi aura? Dan bagaimana dengan orang yang sudah meninggal, apakah masih memiliki energi aura? Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»