Trend

Apartemen Menjadi Rumah ke Dua

Selasa, 15 Juli 2008 - 10:20 wib


Foto: Corbis
BAGI sebagian kalangan, tinggal di apartemen merupakan salah satu bentuk kembali tinggal di kota. Tidak salah pengembang gencar memasarkan apartemen.

Beragam harga apartemen ditawarkan para pengembang. Mulai di bawah Rp500 juta hingga di atas Rp1 miliar. Pilihan harga tersebut membuat penghuni apartemen tidak hanya meliputi masyarakat kelas atas. Selain itu, tidak semua masyarakat menjadikan apartemen sebagai rumah pertamanya. Ketika akhir pekan, mereka memilih pulang kembali ke rumah masing-masing yang terletak di daerah satelit Jakarta, seperti Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Namun, ada juga yang menjadikan apartemen sebagai rumah pertama. Biasanya, golongan seperti ini adalah pasangan muda yang belum lama menikah.

Menurut Corporate Secretary PT Perdana Gapuraprima Rosihan Saad, sebagai salah satu pengembang ternama, pihaknya juga tengah mengembangkan apartemen yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas. "Kami tengah mengembangkan apartemen Bellezza di kawasan elite Permata Hijau," sebutnya.

Dia menjelaskan, The Bellezza merupakan gabungan fungsi 5 in 1 yang terdiri atas apartemen, servis apartemen, perkantoran, shoping arcade, dan food promenade yang pertama kali di Jakarta. Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera me-launching menara Bellezza de Albergo atau yang terakhir dari seluruh kompleks The Bellezza. Apartemen tersebut terletak di Arteri Permata Hijau dengan total luas tanah 3,2 hektare.

PT Perdana Gapuraprima sengaja membangun apartemen mewah di kawasan Permata Hijau karena sebelumnya kawasan tersebut telah dikenal sebagai kawasan hunian elite selain kawasan Menteng dan PondokIndah. Untuk meneruskan tradisi, PT Perdana Gapuraprima kemudian memutuskan membangun apartemen kelas menengah atas di lokasi tersebut.

Albergo memiliki 38 lantai terdiri atas hotel dan servis apartemen yang akan dikelola Grand Aston International yang merupakan perusahaan pengelolaan hotel bertaraf internasional dari Amerika Serikat (AS). Albergo juga dilengkapi kolam renang di lantai 36. Dia menyebutkan, The Bellezza dibangun dengan arsitektur bergaya roman klasik. Desain seperti itu menyebabkan The Bellezza sebagai kompleks komersial yang unik. Desain seperti itu juga banyak disukai masyarakat menengah atas karena kesan mewah terlihat dengan nyata.

Penghuni juga bisa memiliki "halaman" pribadi begitu keluar dari lift. Dengan begitu, penghuni akan memiliki ruang yang jauh lebih besar dibandingkan apartemen lainnya. "Ada penghuni yang memasangkan foto keluarganya sepanjang lorong antara lift hingga depan pintu hunian yang dimiliki," katanya.

Untuk memberikan rasa aman kepada penghuni, pada setiap unit di apartemen menggunakan sistem keamanan terpadu berupa kartu akses. Orang yang tidak memiliki kartu akses tidak bisa membuka lift yang langsung menuju halaman tempat hunian penghuni. Sebelum membuka pintu tempat hunian, penghuni dapat melihat apakah tamu yang datang sesuai dengan yang diharapkan.

Adapun Shopping Arcade yang terletak dalam satu kawasan dengan apartemen The Bellezza bakal diisi tenant yang merupakan para peritel kelas atas dan terkemuka di dunia. Selain itu, The Bellezza juga dilengkapi fasilitas kafe dan restoran kelas atas. Karena itu, shopping center yang dibangun tidak akan seperti kebanyakan shopping center yang banyak dipenuhi anak muda "cuci mata". Perusahaan properti lain yang juga mengembangkan apartemen kelas menengah atas adalah Lippo Group. Di lahan seluas 12 hektare, pengembang yang telah membangun kawasan mandiri Lippo Karawaci dan Lippo Cikarang itu juga tengah mengembangkan kawasan hunian mandiri di Kemang, Jakarta Selatan, yang bernama Kemang Village Residences.

Kemang Village merupakan proyek "City within the City" yang dibangun dengan infrastruktur dan fasilitas kelas dunia khusus untuk komunitas ekspatriat dan warga elite di Jakarta Selatan. Proyek ini membangun tujuh tower kondominium yang diperkirakan memiliki kapasitas 1.800 unit.

Menurut Direktur Kemang Village Jessica Quantero, Kemang Village Residence menawarkan konsep hunian terintegrasi di kawasan elite Jakarta Selatan. Melalui konsep ini, para konsumen diharapkan dapat terbebas dari kemacetan kawasan Jakarta dan sekitarnya. "Konsep yang kami bangun di Kemang Village adalah integrated complex," katanya.

Di kompleks tersebut juga akan dibangun mal yang memiliki luas 130.000 meter persegi. Luxury mal dengan kapasitas 300 upscale lifestyle stores itu juga dilengkapi berbagai fasilitas. Di antaranya, fitness club, bioskop, kafe, dan restoran, dan Time Zone. Keberadaan mal tersebut diharapkan akan membuat penghuni lebih memilih memenuhi kebutuhan sehari-hari di dalam kawasan.

Fasilitas lain yang juga akan dibangun adalah Sekolah Pelita Harapan Group yang memiliki daya tampung sekitar 1.000 murid. Di sekolah tersebut tersedia semua jenjang pendidikan. Mulai tingkat taman kanakkanak hingga sekolah menengah atas (SMA).

Untuk tahap pertama, pihaknya baru membangun beberapa tower. Di antaranya, The Ritz, Cosmopolitan, dan Empire. Kalau ditotal, setidaknya ada 700 unit yang telah dikembangkan. Sisanya, dalam proses pembangunan diperkirakan pada 2011 mendatang semua tower dan fasilitas yang disediakan sudah dapat dipergunakan.

Menurut Jessica, Kemang Village layak dijadikan sebagai pilihan utama sebagai tempat tinggal atau berinvestasi. Karena letaknya di dekat segitiga emas Jakarta, di area yang disukai warga asing dan dekat dengan jalan tol. Selain itu, akses masuk ke kawasan hunian juga cukup banyak, yakni tiga jalan dari Kemang Raya dan satu jalan dari Jalan Pangeran Antasari. "Dibangun perusahaan ternama di bidang properti di Indonesia, yakni Lippo Group," sebutnya.

Masih dikawasan Kemang, Pudjiadi Prestige Tbk juga mengembangkan kawasan apartemen elite yang bernama Apartemen Marbella Kemang Residence. Marbella Kemang Residence dilengkapi fasilitas olahraga dan rekreasi, seperti children play ground, lapangan tenis, lapangan basket, kolam renang, fitness center, dan convenience store. Selain itu, terdapat pula fasilitas entertainment berupa mini theatre berkapasitas 10 orang,dan meeting room untuk 15 orang.Teknologi Wi-Fi berbasis serat optik juga hadir di area hot spot dan keseluruhan unit apartemen.

Marbella Kemang sudah mulai dihuni, tetapi tidak semua unit dijual. Sebagian unit disewakan untuk hotel.
(sindo//tty)

Baca Juga:

Konsultasi Rudy Hadisuwarno

Konsultasi Rudy Hadisuwarno

Solusi untuk Rambut Megar & Kering

Mas Rudy, saya Febbe (26), seorang karyawati di perusahaan swasta. Rambut saya itu megar dan kering, makanya saya selalu menguncirnya karena kalau dilepaskan pasti kembang sehingga saya merasa terganggu.
Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»