Trend

Hidup Tenang di Nuansa Pegunungan

Selasa, 15 Juli 2008 - 11:06 wib


Foto: Corbis
DIBANDINGKAN dengan Tangerang, Bekasi maupun Depok, tampaknya Bogor merupakan daerah satelit Jakarta yang paling berbeda.

Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah Bogor dikelilingi sejumlah gunung, seperti Gunung Salak dan Pangrango. Tidak heran kalau udara di Bogor relatif lebih dingin dan sejuk dibandingkan Jakarta. Hal itulah rupanya yang menjadi salah satu pertimbangan Bogor dijadikan salah satu pilihan untuk bertempat tinggal bagi masyarakat kelas menengah atas. Sebagian pengembang memanfaat kondisi alam Bogor tersebut sebagai "bahan jualan" produk hunian yang dibangunnya. Tentunya, untuk menambah kenyamanan penghuni, pengembang juga membangun sejumlah tempat wisata dan perbelanjaan modern di kawasan hunian yang dikembangkannya.

Salah satu kawasan hunian di Kota Bogor adalah Perumahan Bukit Sentul. Menurut Corporate Secretary Sentul City Harry Ganie, pihaknya juga tengah mengembangkan klaster perumahan baru yang bernama Alpensia.

Karena terletak di daerah pegunungan, penghuni akan mempunyai pemandangan yang luas. Penghuni juga dapat melihat sejumlah klaster lain yang terdapat di kawasan hunian Sentul City. Bahkan, Gunung Salak dan Pangrango yang jaraknya cukup jauh masih bisa dilihat dengan mata telanjang.

Pada siang hari, suhu udara di Alpensia akan mencapai dua derajat di bawah suhu di Jakarta. Bila malam tiba, suhu udara akan semakin dingin. Bahkan, bisa sampai empat derajat di bawah suhu di Jakarta. Bagi penghuni yang bekerja di Jakarta, tentunya akan merasakan suasana yang jauh berbeda ketika memasuki klaster Alpensia.

Walaupun hanya klaster, fasilitas yang disediakan sudah cukup lengkap. Sebut saja lapangan golf, taman rekreasi, dan club house.

Hal itu cukup memungkinkan karena sejumlah klaster di Sentul City memiliki tanah yang luas. Dengan begitu di setiap klaster dapat dibangun sejumlah fasilitas yang tidak mungkin didapatkan di kawasan hunian lain. "Luasnya sekitar 15 hektare," katanya.

Untuk menjamin keamanan penghuni, pengembang sengaja mempergunakan sistem keamanan yang berlipat. Artinya, satuan pengamanan (satpam) bukan hanya ditempatkan di sejumlah tempat strategis, juga pada setiap klaster. Pengamanan dilakukan selama 24 jam sehingga lingkungan terjamin.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan, kalau kondisi perumahan di Sentul City sanga taman untuk dihuni. Masyarakat tidak perlu khawatir kalau sewaktu-waktu akan terjadi bencana longsor. Selain di setiap tebing atau bukit telah dipagari tembok antilongsor. Lagi pula, setiap tempat hunian selalu memperhatikan kondisi alam sehingga tidak akan merusak alam.

Karena itulah, untuk sementara tempat hunian yang dibangun relatif cukup mahal dibandingkan kawasan lain. Namun, tentunya hal itu akan sebanding dengan kenyamanan dan keindahan yang akan diperoleh penghuni jika memiliki hunian di kawasan tersebut. Apalagi Alpensia terletak paling depan perumahan Sentul City.

Untuk menuju tol Sentul hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Minimnya waktu tempuh menuju pintu sangat memungkinkan karena pintu tol tersebut memang dibangun untuk memudahkan akses penghuni. "Harga unit hunian di klaster ini mulai Rp795 juta hingga Rp4,7 miliar," katanya.

Menjual pemandangan indah juga dilakukan PT Wika Reatly di Ciomas, Bogor, dengan mengembangkan kawasan hunian yang bernama Ciomas Hills. Menurut staf pemasaran perumahan Ciomas Hills Khoirul Umam, perumahan Ciomas Hills di Bogor, dirancang untuk menggaet pasar menengah.

Rencananya, kawasan hunian yang dibangun di atas lahan seluas 70 hektare ini akan dibangun 1.200 unit rumah. Sistem klaster dipilih untuk meningkatkan kualitas hunian yang bangunannya berbentuk minimalis modern itu. "View-nya sangat indah, yakni Gunung Salak," tuturnya.

Karena tidak jauh dari GunungSalak, dengan sendirinya penghuni mendapatkan udara yang relatif bersih dibandingkan daerah satelit lainnya. Dengan begitu, penghuni bisa menghirup udara pegunungan tanpa harus jauh-jauh pergi ke puncak. Karena itu, tidak salah kalau kawasan hunian Ciomas Hills sangat cocok untuk berinvestasi maupun sebagai tempat tinggal.

Meskipun letaknya tidak jauh dari Gunung Salak, penghuni dijamin tidak akan kesulitan untuk menuju Jakarta karena bisa melalui stasiun kereta api dan bus. Dari kawasan hunian ke stasiun kereta api hanya berjarak 3 kilometer. Adapun dari pintu tol yang mengarah ke Jagorawi hanya 2 kilometer.

Kawasan hunian lain yang juga mengandalkan suasana alam adalah Kota Mandiri Bukit Cimanggu City. Setidaknya ada empat klaster baru yang sedang dipasarkan, yakni River Park View, Hilss Park View, Valley Park View, dan Mountain Park View.

Di empat klaster tersebut, akan dibangun fasilitas edutainment yang merupakan penggabungan dari pendidikan, belanja hingga galeri pameran.
(sindo//tty)

Baca Juga:

Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski

Konsultasi Dr. Deby Susanti Vinski

Trik Ampuh Mengatur Pola Makan

Saat ini saya memiliki bobot tubuh 57 kg dan tinggi badan 173 cm. Tubuh saya memang kelihatan tidak terlalu gemuk, namun bobot tubuh saya sering naik turun. Saya ingin tahu bagaimana mengatur pola makan dengan cara benar. Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»