Trend
Alleira Tembus Pasar Singapura
Rabu, 16 Juli 2008 - 13:16 wib
Tuty Ocktaviany - Okezone
Koleksi Allure (Foto: Tuty Ocktaviany/Okezone)
ALLURE semakin memantapkan diri sebagai merek pakaian lokal yang ingin berkibar di pasar internasional. Salah satu bukti yang sudah direalisasikannya dengan membuka butik di Singapura.
Butik bernama Alleira tersebut berdiri kokoh di kawasan Stamford, 02-02 Stamford Road, Singapura 17885. Dan tak lama butik Alleira akan hadir di kawasan strategis Orchard Road Singapura.
"Hampir sebulan lalu (19/6) kami melakukan soft lounching. Kemungkinan ada acara besar dalam beberapa bulan lagi," tutur Operational Director Allure Zaka Hamzah kepada Okezone, Rabu (16/7/2008).
Soal pemakaian nama Alleira, Zaka mengaku tidak ada arti khusus. Kebetulan nama Allure sudah menjadi hak milik perusahaan fashion di Singapura. Jadi untuk menghindari kesamaan nama, manajemen Allure Indonesia pun mengganti dengan Alleira.
"Hanya, Allure Singapura tidak membuat koleksi batik. Sementara untuk penulisan nama mereknya pun juga berbeda, memakai huruf besar semua dan berwarna hitam," jelas Zaka sembari mengatakan nama Alleire dipakai biar "nyerempet" sama Allure.
Zaka menambahkan, dipilihnya lokasi di situ karena Singapura merupakan pusat transit dan kunjungan turis dari berbagai negara. Selain itu, Singapura juga dianggap sebagai barometer mode di kawasan Asia Tenggara.
"Butik ini mempunyai luas area 80 meter persegi. Di mana produk yang dipajang merupakan kumpulan koleksi first line," ujar Zaka.
Di tempat terpisah, Kepala Desainer Allure Anita Asmaya Sani yang ditemui Okezone di Taman Sari Royal Heritage Spa, beberapa waktu lalu, mengatakan, koleksi yang menghiasi area butik tersebut berjumlah 800 pieces, terdiri dari koleksi pria dan wanita. Agar semakin lengkap, Allure pun masih menyertakan aksesori syal.
"Untuk koleksi anak-anak memang tidak kami jual untuk pasar Singapura. Selera marketnya sangat berbeda dengan di sini," imbuh Anita.
Mengenai desain busana yang ditawarkan untuk market Singapura, Anita mengaku lebih sederhana. Pertimbangan utama karena selera busana mereka tidak terlalu menginginkan busana yang heboh dengan detail yang memenuhi seluruh permukaan kain.
"Bajunya pun tidak 100 persen batik, tetapi lebih kontemporer," ungkap wanita berusia 40-an tahun ini.
Menurut wanita berkerudung ini, Allure yang selalu bercirikan batik pada kainnya memang tak akan dihadirkan di butik di Negeri Singa itu. Busana batik hanya akan menempati porsi kecil, karena yang dihadirkan adalah perpaduan antara kain batik dengan bahan polos.
"Saat ini kami akan menargetkan market dengan usia 25 tahun ke atas, dengan koleksi spring-summer 2008," ungkapnya.
(tty)
Butik bernama Alleira tersebut berdiri kokoh di kawasan Stamford, 02-02 Stamford Road, Singapura 17885. Dan tak lama butik Alleira akan hadir di kawasan strategis Orchard Road Singapura.
"Hampir sebulan lalu (19/6) kami melakukan soft lounching. Kemungkinan ada acara besar dalam beberapa bulan lagi," tutur Operational Director Allure Zaka Hamzah kepada Okezone, Rabu (16/7/2008).
Soal pemakaian nama Alleira, Zaka mengaku tidak ada arti khusus. Kebetulan nama Allure sudah menjadi hak milik perusahaan fashion di Singapura. Jadi untuk menghindari kesamaan nama, manajemen Allure Indonesia pun mengganti dengan Alleira.
"Hanya, Allure Singapura tidak membuat koleksi batik. Sementara untuk penulisan nama mereknya pun juga berbeda, memakai huruf besar semua dan berwarna hitam," jelas Zaka sembari mengatakan nama Alleire dipakai biar "nyerempet" sama Allure.
Zaka menambahkan, dipilihnya lokasi di situ karena Singapura merupakan pusat transit dan kunjungan turis dari berbagai negara. Selain itu, Singapura juga dianggap sebagai barometer mode di kawasan Asia Tenggara.
"Butik ini mempunyai luas area 80 meter persegi. Di mana produk yang dipajang merupakan kumpulan koleksi first line," ujar Zaka.
Di tempat terpisah, Kepala Desainer Allure Anita Asmaya Sani yang ditemui Okezone di Taman Sari Royal Heritage Spa, beberapa waktu lalu, mengatakan, koleksi yang menghiasi area butik tersebut berjumlah 800 pieces, terdiri dari koleksi pria dan wanita. Agar semakin lengkap, Allure pun masih menyertakan aksesori syal.
"Untuk koleksi anak-anak memang tidak kami jual untuk pasar Singapura. Selera marketnya sangat berbeda dengan di sini," imbuh Anita.
Mengenai desain busana yang ditawarkan untuk market Singapura, Anita mengaku lebih sederhana. Pertimbangan utama karena selera busana mereka tidak terlalu menginginkan busana yang heboh dengan detail yang memenuhi seluruh permukaan kain.
"Bajunya pun tidak 100 persen batik, tetapi lebih kontemporer," ungkap wanita berusia 40-an tahun ini.
Menurut wanita berkerudung ini, Allure yang selalu bercirikan batik pada kainnya memang tak akan dihadirkan di butik di Negeri Singa itu. Busana batik hanya akan menempati porsi kecil, karena yang dihadirkan adalah perpaduan antara kain batik dengan bahan polos.
"Saat ini kami akan menargetkan market dengan usia 25 tahun ke atas, dengan koleksi spring-summer 2008," ungkapnya.
Baca Juga:
Konsultasi Lianny Hendranata
Membersihkan Aura, Perlukah Keterampilan Khusus?
Salam kenal ibu Lianny Hendranata, saya ingin menanyakan apakah semua orang punya energi aura? Dan bagaimana dengan orang yang sudah meninggal, apakah masih memiliki energi aura? Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Selasa, 07/10/2008 17:10
Ciptakan Bulan Madu yang Luar Biasa -
Selasa, 07/10/2008 14:10
Lintas Profesi, Bisakah? -
Selasa, 07/10/2008 12:10
Plus Minus Merenda Cinta di Tempat Kerja -
Selasa, 07/10/2008 10:10
Aman di Rumah Tahan Gempa -
Selasa, 07/10/2008 08:10
Cerdas Membangun Bisnis -
Senin, 06/10/2008 16:10
Jaket, Pelindung yang Tepat di Musim Penghujan -
Senin, 06/10/2008 14:10
Jurus Pintar Pilih Hidangan Pernikahan -
Senin, 06/10/2008 13:10
Bersih-bersih Rumah Pascaliburan, Yuk!