Food & Resto
Menu Olahan Jepang sesuai Musim
Kamis, 17 Juli 2008 - 14:41 wib
KEUNIKAN masakan Jepang terdapat pada bahan-bahan dasar yang digunakan dan menu makanan mentah. Daging ikan mentah (sashimi) misalnya.
Menikmati menu ikan mentah enaknya dengan saus kecap dan mostar tanaman lobak hijau (wasabe). Penyajiannya sangat mudah. Ini terlihat saat Chef Takashi Murayama asal negeri sakura menyiapkan berbagai menu khas Jepang.
Meski tergolong sederhana, pria kelahiran 9 Agustus 1960 ini ingin memberikan menu spesial kepada pengunjung Restoran Jepang Imari di Hotel JW Marriott, Surabaya. Meski baru beberapa bulan sebagai juru masak di Hotel JW Marriott di Jalan Embong Malang, Surabaya, Takashi berhasil menciptakan menu unggulan khas Jepang. Di antaranya, negitoro special maki, wagyu shabu shabu salada japan dan daikon to kinoko soup. Selain itu, untuk menjaga rasa masakannya, Chef Takashi menghindari makanan pedas.
"Sebenarnya saya suka pedas, tapi saya menghindarinya. Ini karena untuk menjaga lidah tetap netral saat mencicipi segala masakan," kata Takashi.
Dia menuturkan, dalam proses memasak yang harus diperhatikan adalah kehigienisan dalam menggunakan peralatan, misalnya pisau. Takashi begitu memperhatikan soal kebersihan ini sehingga di sela-sela saat memasak pun selalu membasahi pisau yang kemudian dilap untuk menjaga kebersihan.
Sebagai menu unggulan, Takashi cenderung menghidangkan makanan khas Jepang disesuaikan dengan musimnya. Misalnya pada tradisi Gogatsu No Seku yang artinya ?festival anak laki-laki' yang digelar pada bulan Mei. Pada tradisi ini menu yang disajikan adalah sashimi, sushi, dan kasiwamochi. Daging sashimi terbuat dari ikan koi jenis koinoboli. Jangan heran dulu, ini bukan ikan koi yang biasa dipajang di akuarium melainkan jenis ikan koi yang dapat dimakan.
Dia mengaku ketertarikannya dalam mengolah makanan Jepang dimulai saat melihat warga Amerika makan dengan menggunakan sumpit di Kota Hawaii. Dari situlah kemudian dia memutuskan untuk mempelajari masakan Jepang di Hotel Management & Cooking Scholl, Jepang.
Tak ayal rasa ingin tahu untuk melihat negara lain sangat besar, hingga dia memutuskan untuk sekolah di Hawaii, Amerika Serikat, demi memperdalam bahasa Inggris. Begitu pula dengan kota di Eropa seperti London dan Dusseldorf telah dijelajahinya. Begitu pula Malaysia dan Singapura yang juga menjadi tempat singgahnya.
"Saya ingin tinggal di Indonesia saja karena saya tidak menyukai daerah dingin," kata Takashi, beberapa waktu lalu. Tak heran jika komunikasi dalam bahasa Indonesianya terbilang lancar.
Perjalanan Takashi sarat pengalaman sehingga membuat piawai dalam mengolah masakan. Hal ini terbukti karena banyak pejabat negara atau orang penting yang mengagumi dan pernah merasa kenikmatan hidangannya.
Dia bercerita pernah melayani Mahatir Muhammad. "Sekitar tujuh tahun lamanya saya menghidangkan makanan khas Jepang untuk beliau (Mahathir Muhammad)," sebut Takashi yang sudah menggeluti dunia kuliner sejak usia 18 tahun. Keahlian Takashi mengolah hidangan Jepang ternyata membuat Mahathir tertarik untuk mengundangnya menyiapkan hidangan pada acara-acara kenegaraan hingga pribadi.
Bukan hanya kalangan pejabat, selebriti internasional seperti George Benson (penyanyi jazz internasional), Kenny G (saxophonist), Phil Collins (mantan drummer Genesis dan penyanyi), Michael Jackson, dan Diana Ross dibuat ketagihan karena merasakan masakannya.
Marketing Communications Manager JW Marriot Wike Trisnandhini mengatakan, Chef Takashi merupakan satu-satunya chef asal Jepang yang didatangkan untuk melayani pengunjung Restoran Imari di JW Marriott.
"Saya tidak perlu lagi meragukan keahliannya. Kami sudah percaya dengannya untuk memberikan yang terbaik kepada pengunjung," ucapnya.
(sindo//tty)
Menikmati menu ikan mentah enaknya dengan saus kecap dan mostar tanaman lobak hijau (wasabe). Penyajiannya sangat mudah. Ini terlihat saat Chef Takashi Murayama asal negeri sakura menyiapkan berbagai menu khas Jepang.
Meski tergolong sederhana, pria kelahiran 9 Agustus 1960 ini ingin memberikan menu spesial kepada pengunjung Restoran Jepang Imari di Hotel JW Marriott, Surabaya. Meski baru beberapa bulan sebagai juru masak di Hotel JW Marriott di Jalan Embong Malang, Surabaya, Takashi berhasil menciptakan menu unggulan khas Jepang. Di antaranya, negitoro special maki, wagyu shabu shabu salada japan dan daikon to kinoko soup. Selain itu, untuk menjaga rasa masakannya, Chef Takashi menghindari makanan pedas.
"Sebenarnya saya suka pedas, tapi saya menghindarinya. Ini karena untuk menjaga lidah tetap netral saat mencicipi segala masakan," kata Takashi.
Dia menuturkan, dalam proses memasak yang harus diperhatikan adalah kehigienisan dalam menggunakan peralatan, misalnya pisau. Takashi begitu memperhatikan soal kebersihan ini sehingga di sela-sela saat memasak pun selalu membasahi pisau yang kemudian dilap untuk menjaga kebersihan.
Sebagai menu unggulan, Takashi cenderung menghidangkan makanan khas Jepang disesuaikan dengan musimnya. Misalnya pada tradisi Gogatsu No Seku yang artinya ?festival anak laki-laki' yang digelar pada bulan Mei. Pada tradisi ini menu yang disajikan adalah sashimi, sushi, dan kasiwamochi. Daging sashimi terbuat dari ikan koi jenis koinoboli. Jangan heran dulu, ini bukan ikan koi yang biasa dipajang di akuarium melainkan jenis ikan koi yang dapat dimakan.
Dia mengaku ketertarikannya dalam mengolah makanan Jepang dimulai saat melihat warga Amerika makan dengan menggunakan sumpit di Kota Hawaii. Dari situlah kemudian dia memutuskan untuk mempelajari masakan Jepang di Hotel Management & Cooking Scholl, Jepang.
Tak ayal rasa ingin tahu untuk melihat negara lain sangat besar, hingga dia memutuskan untuk sekolah di Hawaii, Amerika Serikat, demi memperdalam bahasa Inggris. Begitu pula dengan kota di Eropa seperti London dan Dusseldorf telah dijelajahinya. Begitu pula Malaysia dan Singapura yang juga menjadi tempat singgahnya.
"Saya ingin tinggal di Indonesia saja karena saya tidak menyukai daerah dingin," kata Takashi, beberapa waktu lalu. Tak heran jika komunikasi dalam bahasa Indonesianya terbilang lancar.
Perjalanan Takashi sarat pengalaman sehingga membuat piawai dalam mengolah masakan. Hal ini terbukti karena banyak pejabat negara atau orang penting yang mengagumi dan pernah merasa kenikmatan hidangannya.
Dia bercerita pernah melayani Mahatir Muhammad. "Sekitar tujuh tahun lamanya saya menghidangkan makanan khas Jepang untuk beliau (Mahathir Muhammad)," sebut Takashi yang sudah menggeluti dunia kuliner sejak usia 18 tahun. Keahlian Takashi mengolah hidangan Jepang ternyata membuat Mahathir tertarik untuk mengundangnya menyiapkan hidangan pada acara-acara kenegaraan hingga pribadi.
Bukan hanya kalangan pejabat, selebriti internasional seperti George Benson (penyanyi jazz internasional), Kenny G (saxophonist), Phil Collins (mantan drummer Genesis dan penyanyi), Michael Jackson, dan Diana Ross dibuat ketagihan karena merasakan masakannya.
Marketing Communications Manager JW Marriot Wike Trisnandhini mengatakan, Chef Takashi merupakan satu-satunya chef asal Jepang yang didatangkan untuk melayani pengunjung Restoran Imari di JW Marriott.
"Saya tidak perlu lagi meragukan keahliannya. Kami sudah percaya dengannya untuk memberikan yang terbaik kepada pengunjung," ucapnya.
Baca Juga:
Konsultasi Lianny Hendranata
Energi Aura yang Sehat Berfungsi Melindungi
Saya ingin menanyakan soal keadaan pribadi saya. Sebagai dosen, saya selalu punya masalah setiap masuk tempat mengajar. Badan terasa tidak "enak" dan perasaan sangat tidak nyaman. Konsultasi Selengkapnya...BERITA LAINNYA
-
Selasa, 19/08/2008 18:08
Rupa-Rupa Olahan Kerang -
Kamis, 14/08/2008 17:08
Hidangan Rekomendasi Chef -
Rabu, 13/08/2008 18:08
Cicipi Lezatnya Pempek Kulit Palembang -
Senin, 11/08/2008 17:08
Semarak Sajian Serbadelapan -
Minggu, 10/08/2008 13:08
Sajian Berbumbu Praktis -
Sabtu, 09/08/2008 19:08
Romantisme BBQ di Pinggir Kolam -
Rabu, 06/08/2008 16:08
Bersantap Menu Pernak-pernik Penjara -
Senin, 04/08/2008 16:08
Nikmatnya Bersantap di Saung Tropis
