Trend
Kuku Sehat, Kuku Cantik
Kamis, 17 Juli 2008 - 10:10 wib
Foto: Corbis
TATA RIAS dan rambut sudah sempurna. Busana rancangan desainer ternama pun sudah dikenakan. Tapi semua itu sia-sia belaka, hanya karena kuku Anda dibiarkan polos begitu saja.
Kuku, sepertinya bagian tubuh ini memang begitu sepele. Namun bila sering menyepelekan, Anda tak akan mendapat penampilan sempurna. Sebaliknya jika kuku dirawat, dijamin decak kagum dan pujian akan sering Anda dapatkan. Tak percaya?
Lihat saja pose penampilan aktris cantik Sandra Dewi beberapa waktu lalu di sebuah sampul majalah. Gadis berkulit putih tersebut tampil memukau sebagai model sampul majalah wanita ternama. Tata rias dan busana sempurna, tapi sayang kukunya dibiarkan polos begitu saja. Kuku gadis asal Bangka itu tampak pucat, tidak tertata, dan tentu saja ini memberi nilai minus pada penampilannya.
Maklum, media lokal sering kelupaan memperhatikan bagian satu itu. Sebaliknya, di majalah-majalah luar negeri, kuku telah mendapat porsi perhatian yang setara dengan wajah dan rambut. Pada tiap halaman cover atau fashion spread, selalu ada tim manikur dan pedikur. Awalnya sempat underestimate, apakah mereka sebegitu perlu.
"Padahal kuku adalah organ penting, bukan sekadar estetika belaka. Kuku juga dapat menjadi indikator kalau ada penyakit dalam, seperti maag dan jantung, itu bisa dilihat pada permukaan kuku," sebut Tania Nova, nail master dari Color Club Nail, Senopati, Jakarta. Urusan estetika pasti penting, dan dari kuku yang sehat tercermin pula sifat hidup pemiliknya.
Ini dapat dilihat dari total look tiap model di halaman majalah mode asing. Kuku para model terlihat mengkilap dengan French manicure. Jenis perawatan ini memang paling populer. Gaya klasik, girlie dan anggun diminati banyak wanita. French manicure bisa dilakukan pada kuku asli juga untuk perpanjangan atau extension.
Memilih modern dan corak kuku memang menyenangkan. Namun, Tania memiliki ritual yang lebih penting sebelum menghias kuku kliennya. "Sebelum di art atau extension, kami bikin kukunya sehat dulu, kami perbaiki, baru dikerjakan. Kami lihat dulu apakah ada masalah, latar belakang medis, lalu saya cari pembenaran medis baru kami tawarkan treatment," beber wanita berdarah Jerman ini.
Pentingnya kesehatan dan kecantikan kuku juga diamini oleh owner Lentiq Art, Hana Amelia Sani. "Merawat kuku itu sebenarnya tidak hanya untuk kecantikan, tapi juga untuk kesehatan," kata Hana Amelia Sani.
Beberapa masalah yang menimpa kuku akibat alpanya perawatan adalah kuku berjamur, kuku menipis, kuku kuning, kuku rapuh, dan kuku menebal. Jamur kuku (onychomycosis) biasanya menyerang kuku kaki karena kaki lebih sering lembap karena sering memakai sepatu. Jamur ini, menurut Hana, bisa menyebar dan menular dari kuku yang satu ke kuku yang lain atau antarorang.
Gejala kuku yang terkena jamur adalah mengalami perubahan warna, yakni menjadi agak kuning, kemudian menjadi rusak dan rapuh sehingga menjadi mudah mengelupas dan tampak kusam. Untuk mengatasi masalah jamur kuku ini, Hana menggunakan produk Amerika berupa obat rendam yang dipakai setiap hari.
Waktu penyembuhan dari perawatan ini, hasilnya tergantung tingkat keparahan jamur kuku. Namun, jika kerusakan kuku ini tidak ditangani, jamur pun semakin dalam menyerang kuku. Alhasil, pengobatannya pun akan semakin sulit.
Seragam paket manicure dan pedicure yang bisa dipilih adalah Express, Classic, Spa, dan Deluxe. Paket Express diperuntukkan untuk pembentukan kuku, pembersihan kutikula, pemberian nail vitamin, dan massage. Untuk paket Classic, ditambah dengan nail polish.
Sementara, paket spa ditambah dengan aroma terapi, scrub, dan special nail polish. Untuk perawatan lengkapnya, tersedia paket Deluxe. Untuk paket ini, ditambah dengan special hand mask, yang berfungsi untuk mencerahkan kulit. "Untuk lengkapnya ambil paket Deluxe. Manfaatnya untuk kesehatan kuku dan juga kesehatan kulit tangan dan kaki," ujarnya.
Disarankan untuk mencegah kuku rusak, manicure dilakukan dua minggu sekali, sedangkan untuk pedicure dilakukan 2-3 minggu sekali secara teratur. Beda antara manicure dan pedicure, ungkap wanita yang pernah bekerja di rumah sakit di Australia ini, untuk pedicure ada penghilangan kapalan dan perendaman dengan garam spa untuk menghilangkan bau kaki.
"Untuk kuku yang sering mani-pedi dengan yang tidak, akan kelihatan bedanya. Kalau yang tidak suka manicure, kuku kelihatan kering dan di sekeliling kuku suka ngeletek-ngeletek. Kalau sering mani-pedi, kuku lebih mengkilat dan rata karena diberi vitamin dan diasah. Karena itu kuku tidak hanya terlihat sehat, tapi memang benar-benar sehat," paparnya.
(sindo//tty)
Kuku, sepertinya bagian tubuh ini memang begitu sepele. Namun bila sering menyepelekan, Anda tak akan mendapat penampilan sempurna. Sebaliknya jika kuku dirawat, dijamin decak kagum dan pujian akan sering Anda dapatkan. Tak percaya?
Lihat saja pose penampilan aktris cantik Sandra Dewi beberapa waktu lalu di sebuah sampul majalah. Gadis berkulit putih tersebut tampil memukau sebagai model sampul majalah wanita ternama. Tata rias dan busana sempurna, tapi sayang kukunya dibiarkan polos begitu saja. Kuku gadis asal Bangka itu tampak pucat, tidak tertata, dan tentu saja ini memberi nilai minus pada penampilannya.
Maklum, media lokal sering kelupaan memperhatikan bagian satu itu. Sebaliknya, di majalah-majalah luar negeri, kuku telah mendapat porsi perhatian yang setara dengan wajah dan rambut. Pada tiap halaman cover atau fashion spread, selalu ada tim manikur dan pedikur. Awalnya sempat underestimate, apakah mereka sebegitu perlu.
"Padahal kuku adalah organ penting, bukan sekadar estetika belaka. Kuku juga dapat menjadi indikator kalau ada penyakit dalam, seperti maag dan jantung, itu bisa dilihat pada permukaan kuku," sebut Tania Nova, nail master dari Color Club Nail, Senopati, Jakarta. Urusan estetika pasti penting, dan dari kuku yang sehat tercermin pula sifat hidup pemiliknya.
Ini dapat dilihat dari total look tiap model di halaman majalah mode asing. Kuku para model terlihat mengkilap dengan French manicure. Jenis perawatan ini memang paling populer. Gaya klasik, girlie dan anggun diminati banyak wanita. French manicure bisa dilakukan pada kuku asli juga untuk perpanjangan atau extension.
Memilih modern dan corak kuku memang menyenangkan. Namun, Tania memiliki ritual yang lebih penting sebelum menghias kuku kliennya. "Sebelum di art atau extension, kami bikin kukunya sehat dulu, kami perbaiki, baru dikerjakan. Kami lihat dulu apakah ada masalah, latar belakang medis, lalu saya cari pembenaran medis baru kami tawarkan treatment," beber wanita berdarah Jerman ini.
Pentingnya kesehatan dan kecantikan kuku juga diamini oleh owner Lentiq Art, Hana Amelia Sani. "Merawat kuku itu sebenarnya tidak hanya untuk kecantikan, tapi juga untuk kesehatan," kata Hana Amelia Sani.
Beberapa masalah yang menimpa kuku akibat alpanya perawatan adalah kuku berjamur, kuku menipis, kuku kuning, kuku rapuh, dan kuku menebal. Jamur kuku (onychomycosis) biasanya menyerang kuku kaki karena kaki lebih sering lembap karena sering memakai sepatu. Jamur ini, menurut Hana, bisa menyebar dan menular dari kuku yang satu ke kuku yang lain atau antarorang.
Gejala kuku yang terkena jamur adalah mengalami perubahan warna, yakni menjadi agak kuning, kemudian menjadi rusak dan rapuh sehingga menjadi mudah mengelupas dan tampak kusam. Untuk mengatasi masalah jamur kuku ini, Hana menggunakan produk Amerika berupa obat rendam yang dipakai setiap hari.
Waktu penyembuhan dari perawatan ini, hasilnya tergantung tingkat keparahan jamur kuku. Namun, jika kerusakan kuku ini tidak ditangani, jamur pun semakin dalam menyerang kuku. Alhasil, pengobatannya pun akan semakin sulit.
Seragam paket manicure dan pedicure yang bisa dipilih adalah Express, Classic, Spa, dan Deluxe. Paket Express diperuntukkan untuk pembentukan kuku, pembersihan kutikula, pemberian nail vitamin, dan massage. Untuk paket Classic, ditambah dengan nail polish.
Sementara, paket spa ditambah dengan aroma terapi, scrub, dan special nail polish. Untuk perawatan lengkapnya, tersedia paket Deluxe. Untuk paket ini, ditambah dengan special hand mask, yang berfungsi untuk mencerahkan kulit. "Untuk lengkapnya ambil paket Deluxe. Manfaatnya untuk kesehatan kuku dan juga kesehatan kulit tangan dan kaki," ujarnya.
Disarankan untuk mencegah kuku rusak, manicure dilakukan dua minggu sekali, sedangkan untuk pedicure dilakukan 2-3 minggu sekali secara teratur. Beda antara manicure dan pedicure, ungkap wanita yang pernah bekerja di rumah sakit di Australia ini, untuk pedicure ada penghilangan kapalan dan perendaman dengan garam spa untuk menghilangkan bau kaki.
"Untuk kuku yang sering mani-pedi dengan yang tidak, akan kelihatan bedanya. Kalau yang tidak suka manicure, kuku kelihatan kering dan di sekeliling kuku suka ngeletek-ngeletek. Kalau sering mani-pedi, kuku lebih mengkilat dan rata karena diberi vitamin dan diasah. Karena itu kuku tidak hanya terlihat sehat, tapi memang benar-benar sehat," paparnya.
Baca Juga:
Konsultasi Rudy Hadisuwarno
Solusi untuk Rambut Megar & Kering
Mas Rudy, saya Febbe (26), seorang karyawati di perusahaan swasta. Rambut saya itu megar dan kering, makanya saya selalu menguncirnya karena kalau dilepaskan pasti kembang sehingga saya merasa terganggu.Konsultasi Selengkapnya...
BERITA LAINNYA
-
Selasa, 07/10/2008 17:10
Ciptakan Bulan Madu yang Luar Biasa -
Selasa, 07/10/2008 14:10
Lintas Profesi, Bisakah? -
Selasa, 07/10/2008 12:10
Plus Minus Merenda Cinta di Tempat Kerja -
Selasa, 07/10/2008 10:10
Aman di Rumah Tahan Gempa -
Selasa, 07/10/2008 08:10
Cerdas Membangun Bisnis -
Senin, 06/10/2008 16:10
Jaket, Pelindung yang Tepat di Musim Penghujan -
Senin, 06/10/2008 14:10
Jurus Pintar Pilih Hidangan Pernikahan -
Senin, 06/10/2008 13:10
Bersih-bersih Rumah Pascaliburan, Yuk!