Griya

Eksotisme Lampu Taman

Sabtu, 19 Juli 2008 - 11:43 wib


Foto: Corbis
LAMPU taman yang umumnya terlihat sepele, ternyata bisa menciptakan beragam suasana menarik bila dikemas dengan apik. Cahaya yang terang membuat seluruh objek taman terlihat jelas. Cahaya temaram menciptakan suasana romantis. Bahkan, lampu taman yang diletakkan di bawah kolam dapat menciptakan bayang-bayang air.

Ya, dengan sedikit keahlian dan kreativitas mengolah lampu taman, keindahan taman pasca-tenggelamnya sang surya justru bisa dinikmati maksimal. Untuk menciptakan suasana indah, asri, dan sejuk di taman atau halaman, lampu menjadi salah satu ornamen terpenting yang harus dihadirkan. Terutama ketika hari menjelang gelap dan matahari turun ke peraduannya.

Ornamen yang juga jadi sumber cahaya ini hadir dengan beragam pilihan. Selain berbentuk biasa (standing lamp) juga hadir dalam bentuk sorot. "Umumnya, lampu sorot diletakkan di bawah pohon," kata Arsitektur Juxtapose Architecture & Interior Early Andhika R.

Menurut Early, peletakan lampu sorot memiliki keistimewaan karena posisinya yang agak tersembunyi. Karena itu potensi mengganggu keindahan taman sangat minim. Menurut dia, kehadiran taman dengan sentuhan seni dan hasil imajinasi akan memberi efek dramatis dan romantis.

Standing lamp sendiri memiliki fungsi sedikit berbeda dengan lampu sorot meski keduanya sama-sama penerang taman. Lampu model ini hanya berfungsi sebagai penerang secara general. Maksudnya, menerangi halaman rumput luas, yang biasanya diletakkan sisi pinggir taman.

Karena itu, peletakan ataupun pemilihan lampu taman harus disesuaikan dengan suasana yang diinginkan. Ini karena keberadaan lampu taman dapat membentuk suasana. Aturan harmonisasi pun wajib diperhatikan saat meletakkan berikut pemilihan desain lampu guna tercipta aspek kesesuaian.

Karena itu, pemilihan lampu taman pun harus disesuaikan dengan konsep dasar taman. Untuk taman dengan konsep tradisional, misalnya, desain lampu yang dihadirkan pun harus merefleksikan model lawasnya. Ini bisa dilakukan dengan menambah elemen kayu. Begitu juga penyesuaian konsep arsitektur taman lainnya yang harus diselaraskan dengan desain lampu.

Untuk pencahayaan tergantung sepenuhnya pada selera Anda. Ingin menghadirkan suasana yang terang atau temaram. Apa pun pilihannya, yang terpenting pencahayaan di taman harus merata agar tidak terkesan kumuh karena ada bagian yang gelap.

Untuk ukuran lampu pun tidak melulu besar. Lampu mungil juga kerap dihadirkan di celah-celah pergola atau pagar untuk memperindah tampilan taman.

Menurut arsitektur PT Forum Lima Kreasi Ir Nugroho Widhi, aksen lampu mungil atau lampu linier (tersembunyi) di celah pergola ataupun pagar dapat memberi efek ruang dengan tingkat pencahayaan yang harus disesuaikan dengan tujuannya.

"Jika ruang di bawah pergolaingindijadikantempatsantai dan romantis, letakkan sedikit lampu linier dengan cahaya remang-remang. Sebaliknya jika tujuannya untuk tempat yang lebih formal, pencahayaan harus terang," ujarnya.

Jika di taman ada kolam ikan atau kolam renang, kehadiran lampu dengan jumlah lebih pun wajib dihadirkan. "Untuk malam hari, pencahayaan sangat penting karena akan memberi 'nyawa' pada lingkungan kolam," kata anggota Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) Ir Nirwono Yoga.

Lampu itu bisa diletakkan di dalam air, menyorot ke atas dan memberi efek terang dengan bayang-bayang air. Pilihan lainnya, meletakkan lampu di patung atau tanaman yang menyorot ke kolam. Pilihan ini dimaksudkan untuk menonjolkan kolam dengan bayang-bayang benda di atas kolam. Namun, dia menyarankan, penggunaan lampu jangan terlalu banyak. Alasannya, pemandangan di kolam justru tidak eksotik lagi.
(sindo//tty)

Baca Juga:

Konsultasi Wulan Tilaar

Konsultasi Wulan Tilaar

Merawat Wajah dengan Facial, Bolehkah?

Dear Mbak Wulan, saya cowok usia 27 tahun dengan kulit wajah normal dan tidak berjerawat. Apakah perlu bagi saya untuk facial ke salon?
Konsultasi Selengkapnya...

BERITA LAINNYA

index»