SELAMA ini orang mengenal Pantai Kuta ada di Bali. Padahal, Pantai Kuta di Lombok memiliki pasir putih yang berasal dari butiran karang tempat nyale bersarang.
Menikmati pesona laut yang menghampar biru sejauh mata memandang, tentu jadi impian setiap orang. Salah satu tempat yang menawarkan keindahan dan pesona alam yang memukau bisa ditemukan di Pantai Kuta, yang terletak di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Dari Senggigi, untuk mencapai Pantai Kuta Lombok memakan waktu sekitar 2,5 jam. Perjalanan yang cukup jauh akan terbayar ketika melihat keindahan alam yang masih asli. Memang tidak banyak wisatawan mancanegara ataupun wisatawan lokal datang ke tempat ini.
Selain memanjakan pengunjung dengan beningnya air, pantai ini memiliki gugusan bukit yang menjadikan pemandangan semakin menarik. Selain itu, pantai datar ini memiliki pasir yang unik. Pasir di pantai ini berbentuk butiran-butiran seperti merica sehingga nyaman diinjak dan dianggap baik untuk membantu sirkulasi darah, apalagi jika diinjak dengan kaki telanjang.
Keindahan Pantai Kuta Lombok dengan pasir putihnya yang seperti butiran merica, ternyata memiliki sejarah dan ceritanya sendiri. Pantai yang belum banyak dikunjungi turis, jika dibandingkan dengan Pantai Kuta di Bali, adalah salah satu pantai yang menjadi pusat berkumpulnya nyale atau cacing laut. Dari sinilah setiap setahun sekali di Pantai Kuta dirayakan Festival Bau Nyale atau mencari nyale.
Nyale-nyale yang berjumlah miliaran tersebut membangun sarang di karang-karang berwarna putih. Untuk membangun sarang, nyale-nyale melubangi karang. Hasil galian karang menjadi butiranbutiran pasir yang dihanyutkan ombak dan gelombang ke pinggir pantai.
Peristiwa yang berlangsung sejak ribuan tahun lalu itu terjadi terus menerus. Karena itu tumpukan butiran pasir menjadi pasir yang hanya bisa ditemukan di Pantai Kuta Lombok.
"Yang membuat Pantai Kuta Lombok unik dan menarik adalah karena pasirnya yang seperti merica. Selain itu, pantai ini juga masih sangat asri," kata Kadin Disbudpar Provinsi NTB GP Supartha.
Selain unik dengan pasir di pantainya, pantai ini juga terhubung dengan kisah putri kerajaan yang bernama Putri Mandalika. Karena bingung memilih calon suami, akhirnya sang putri menenggelamkan diri ke laut. Sebelum menenggelamkan diri, Putri Mandalika berjanji akan kembali satu kali dalam satu tahun dalam wujud yang lain. Dan kenangan akan Putri Mandalika dirayakan dengan Festival Bau Nyale.
"Jika dikelola dengan baik, Pantai Kuta Lombok bisa menjadi pantai yang sangat terkenal, dan kami akan mewujudkan itu," kata GP Supartha.
Berjalan-jalan di Pantai Kuta Lombok, semakin menarik karena jika pengunjung ingin menyentuh air laut atau berjalan kaki di dalam air, pantai ini cukup dangkal untuk dilalui. Bahkan, hingga agak ke tengah, kedalaman air hanya sebetis. Walaupun tidak seramai Pantai Kuta di Bali, pedagang cenderamata dan aneka suvenir bisa ditemukan dengan mudah. Kebanyakan yang berjualan suvenir adalah anak-anak dan terkadang sedikit memaksa agar pengunjung membeli dagangan mereka.
(sindo//tty)
Menikmati pesona laut yang menghampar biru sejauh mata memandang, tentu jadi impian setiap orang. Salah satu tempat yang menawarkan keindahan dan pesona alam yang memukau bisa ditemukan di Pantai Kuta, yang terletak di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Dari Senggigi, untuk mencapai Pantai Kuta Lombok memakan waktu sekitar 2,5 jam. Perjalanan yang cukup jauh akan terbayar ketika melihat keindahan alam yang masih asli. Memang tidak banyak wisatawan mancanegara ataupun wisatawan lokal datang ke tempat ini.
Selain memanjakan pengunjung dengan beningnya air, pantai ini memiliki gugusan bukit yang menjadikan pemandangan semakin menarik. Selain itu, pantai datar ini memiliki pasir yang unik. Pasir di pantai ini berbentuk butiran-butiran seperti merica sehingga nyaman diinjak dan dianggap baik untuk membantu sirkulasi darah, apalagi jika diinjak dengan kaki telanjang.
Keindahan Pantai Kuta Lombok dengan pasir putihnya yang seperti butiran merica, ternyata memiliki sejarah dan ceritanya sendiri. Pantai yang belum banyak dikunjungi turis, jika dibandingkan dengan Pantai Kuta di Bali, adalah salah satu pantai yang menjadi pusat berkumpulnya nyale atau cacing laut. Dari sinilah setiap setahun sekali di Pantai Kuta dirayakan Festival Bau Nyale atau mencari nyale.
Nyale-nyale yang berjumlah miliaran tersebut membangun sarang di karang-karang berwarna putih. Untuk membangun sarang, nyale-nyale melubangi karang. Hasil galian karang menjadi butiranbutiran pasir yang dihanyutkan ombak dan gelombang ke pinggir pantai.
Peristiwa yang berlangsung sejak ribuan tahun lalu itu terjadi terus menerus. Karena itu tumpukan butiran pasir menjadi pasir yang hanya bisa ditemukan di Pantai Kuta Lombok.
"Yang membuat Pantai Kuta Lombok unik dan menarik adalah karena pasirnya yang seperti merica. Selain itu, pantai ini juga masih sangat asri," kata Kadin Disbudpar Provinsi NTB GP Supartha.
Selain unik dengan pasir di pantainya, pantai ini juga terhubung dengan kisah putri kerajaan yang bernama Putri Mandalika. Karena bingung memilih calon suami, akhirnya sang putri menenggelamkan diri ke laut. Sebelum menenggelamkan diri, Putri Mandalika berjanji akan kembali satu kali dalam satu tahun dalam wujud yang lain. Dan kenangan akan Putri Mandalika dirayakan dengan Festival Bau Nyale.
"Jika dikelola dengan baik, Pantai Kuta Lombok bisa menjadi pantai yang sangat terkenal, dan kami akan mewujudkan itu," kata GP Supartha.
Berjalan-jalan di Pantai Kuta Lombok, semakin menarik karena jika pengunjung ingin menyentuh air laut atau berjalan kaki di dalam air, pantai ini cukup dangkal untuk dilalui. Bahkan, hingga agak ke tengah, kedalaman air hanya sebetis. Walaupun tidak seramai Pantai Kuta di Bali, pedagang cenderamata dan aneka suvenir bisa ditemukan dengan mudah. Kebanyakan yang berjualan suvenir adalah anak-anak dan terkadang sedikit memaksa agar pengunjung membeli dagangan mereka.
