NAMA-NAMA menu di restoran Alcatraz Grill, Semarang, sangat unik. Semua bernuansa penjara. Lantas, seperti apa cita rasanya?
Ketika mendengar kata penjara, bayangan seram dan menakutkan langsung terlintas. Penjara adalah tempat tahanan dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasan. Sebagai pemain baru, restoran Alcatraz Grill mencoba menawarkan suasana lain.
Di resto ini, jeruji, borgol, rantai, wastafel lusuh, tembok penuh coretan menjadi aksesori untuk mengusung nuansa penjara. Kendati mengadaptasi konsep penjara, Anda tidak perlu takut. Sebab, resto ini tetap nyaman nan asri.
Selain itu, Anda bebas menikmati pemandangan Kota Semarang dari balik jeruji yang terdapat di jendela restoran. Ya, lokasi restoran yang terletak di Jalan Rinjani ini termasuk daerah perbukitan.
Terkait pemilihan nama restoran memang sengaja dipilih untuk mempresentasikan konsep yang dipilih. Seperti diketahui, Alcatraz merupakan benteng pertahanan militer, lalu dijadikan penjara keamanan ketat.
Memasuki kawasan Jalan Rinjani (lokasi restoran) dari arah Jalan S Parman ataupun dari arah Jalan Rinjani, aura sudah mulai kentara. Spanduk terbentang bertuliskan "Anda memasuki kawasan Alcatraz" seolah menyambut dan mengajak Anda ke sebuah petualangan baru kuliner.
Begitu menjejakkan kaki di resto, pancaindra memandang jeruji-jeruji yang berdiri kokoh di bagian depan restoran. Memasuki area restoran, seorang pelayan menyambut ramah. "Berapa orang yang mau dipenjarakan?" tanya sang pelayan.
Supervisor Alcatraz Grill Wahyu Waskito mengung- kapkan, salam tersebut untuk mengentalkan nuansa penjara dan berbeda dengan tempat lain. Dinding yang sengaja dibuat lusuh untuk mencitrakan kesan penjara. Di dinding tersebut terpampang gambar narapidana dari penjara Alcatraz semacam Al Cope.
Selanjutnya, tamu akan disuguhi bermacam menu berlabel pernak-pernik penjara. Sebut saja mexican chicken, guardian tower, san quentin salmon, d'killer, black jail atau alcatraz juice.
"Selain desain ruangan, nama-nama menu yang unik untuk menguatkan nuansa penjara," ungkap Wahyu. Restoran yang baru dibuka 26 Juni 2008 ini memang "bermain" di menu Eropa olahan daging sapi, kambing, dan ayam. Melalui tangan dingin juru masak andal, beragam kreasi menu disajikan.
"Rencananya setiap bulan disajikan satu menu baru," sebut Operational Manager Alcatraz Grill Hermawan Eko Widjaja. Menu yang tersedia lengkap mulai appetizer, sup, main corse, dan minuman baik itu alkohol maupun nonalkohol.
(sindo//tty)
Ketika mendengar kata penjara, bayangan seram dan menakutkan langsung terlintas. Penjara adalah tempat tahanan dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasan. Sebagai pemain baru, restoran Alcatraz Grill mencoba menawarkan suasana lain.
Di resto ini, jeruji, borgol, rantai, wastafel lusuh, tembok penuh coretan menjadi aksesori untuk mengusung nuansa penjara. Kendati mengadaptasi konsep penjara, Anda tidak perlu takut. Sebab, resto ini tetap nyaman nan asri.
Selain itu, Anda bebas menikmati pemandangan Kota Semarang dari balik jeruji yang terdapat di jendela restoran. Ya, lokasi restoran yang terletak di Jalan Rinjani ini termasuk daerah perbukitan.
Terkait pemilihan nama restoran memang sengaja dipilih untuk mempresentasikan konsep yang dipilih. Seperti diketahui, Alcatraz merupakan benteng pertahanan militer, lalu dijadikan penjara keamanan ketat.
Memasuki kawasan Jalan Rinjani (lokasi restoran) dari arah Jalan S Parman ataupun dari arah Jalan Rinjani, aura sudah mulai kentara. Spanduk terbentang bertuliskan "Anda memasuki kawasan Alcatraz" seolah menyambut dan mengajak Anda ke sebuah petualangan baru kuliner.
Begitu menjejakkan kaki di resto, pancaindra memandang jeruji-jeruji yang berdiri kokoh di bagian depan restoran. Memasuki area restoran, seorang pelayan menyambut ramah. "Berapa orang yang mau dipenjarakan?" tanya sang pelayan.
Supervisor Alcatraz Grill Wahyu Waskito mengung- kapkan, salam tersebut untuk mengentalkan nuansa penjara dan berbeda dengan tempat lain. Dinding yang sengaja dibuat lusuh untuk mencitrakan kesan penjara. Di dinding tersebut terpampang gambar narapidana dari penjara Alcatraz semacam Al Cope.
Selanjutnya, tamu akan disuguhi bermacam menu berlabel pernak-pernik penjara. Sebut saja mexican chicken, guardian tower, san quentin salmon, d'killer, black jail atau alcatraz juice.
"Selain desain ruangan, nama-nama menu yang unik untuk menguatkan nuansa penjara," ungkap Wahyu. Restoran yang baru dibuka 26 Juni 2008 ini memang "bermain" di menu Eropa olahan daging sapi, kambing, dan ayam. Melalui tangan dingin juru masak andal, beragam kreasi menu disajikan.
"Rencananya setiap bulan disajikan satu menu baru," sebut Operational Manager Alcatraz Grill Hermawan Eko Widjaja. Menu yang tersedia lengkap mulai appetizer, sup, main corse, dan minuman baik itu alkohol maupun nonalkohol.
