MERAYAKAN hari jadinya yang ke-30, brand highstreet asal Amerika, Banana Republic, meluncurkan koleksi khusus untuk musim gugur. Pada momen spesial ini, Banana Republic tidak hanya menampilkan koleksi kemeja yang legendaris, tapi juga rangkaian mantel yang telah menjadi ciri khasnya selama puluhan tahun.
Citra klasik Banana Republic terlihat dari rangkaian busana bergaris rancang sederhana sekaligus eksklusif. Gaya tailored terlihat kental dalam setiap koleksi, baik itu kemeja, blus, celana, rok, jaket, maupun terusan. Pola cutting hadir lebih tajam, memberi citra tangguh, sophisticated, juga timeless.
Tradisi Banana Republic juga hadir lewat palet monokrom. Tidak lagi bermain warna maupun motif, kekhasan Banana Republic ditampilkan melalui ragam trench monogram ala era 1800-an, namun dalam kemasan yang lebih fresh dan simpel.
"Koleksi Monogram ini memainkan peranan penting dalam gaya berbusana kaum urban. Klasik, namun memancarkan citra elegan dan mewah," tutur Marketing Communication Banana Republic di Indonesia Lonny Juanita.
Dia juga menjelaskan, trench monogram bermaterial lambskin tersebut merupakan tampilan baru Banana Republic secara keseluruhan. "Detail serta trim-nya yang ikonik mengekspresikan flagship store terbaru Banana Republic di London," sebutnya. Kendati berpegang teguh pada sejarah brand, Banana Republic tidak begitu saja melupakan gaya kontemporer. Malah citra kekinian itu yang ingin ditonjolkan Banana Republic, meski tidak keluar dari jalurnya, yakni urban sophistication.
Untuk itu, Banana Republic banyak menghadirkan rangkaian koleksi celana tailored pas badan, rok-rok ringan sebatas lutut, serta mantel panjang bagi wanita. Beberapa terusan hadir dengan detail arsitektural serta elemen minimalis yang membawa efek chic. Sisi feminin disajikan melalui aksen ruffles, frills, serta kerut di beberapa bagian.
Sementara untuk kaum adam, Banana Republic menyarikan bentukan gaya kontinental, seperti halnya double-vent jacket, blazer tweed, juga kemeja bersiluet ramping.
Menciptakan tampilan yang smart, polished & proper, khas bangsawan Eropa. Tampilan klasik Banana Republic untuk perayaan 3 dekade usianya ini pun terlihat dari segi penggunaan warna. Palet muram khas musim gugur terlihat dominan. Kelabu, hitam, biru kelam, serta kecokelatan menjadi warna utama. Sesekali terlihat merah pucat, memberi sedikit nuansa di antara palet-palet dingin.
(sindo//tty)
Citra klasik Banana Republic terlihat dari rangkaian busana bergaris rancang sederhana sekaligus eksklusif. Gaya tailored terlihat kental dalam setiap koleksi, baik itu kemeja, blus, celana, rok, jaket, maupun terusan. Pola cutting hadir lebih tajam, memberi citra tangguh, sophisticated, juga timeless.
Tradisi Banana Republic juga hadir lewat palet monokrom. Tidak lagi bermain warna maupun motif, kekhasan Banana Republic ditampilkan melalui ragam trench monogram ala era 1800-an, namun dalam kemasan yang lebih fresh dan simpel.
"Koleksi Monogram ini memainkan peranan penting dalam gaya berbusana kaum urban. Klasik, namun memancarkan citra elegan dan mewah," tutur Marketing Communication Banana Republic di Indonesia Lonny Juanita.
Dia juga menjelaskan, trench monogram bermaterial lambskin tersebut merupakan tampilan baru Banana Republic secara keseluruhan. "Detail serta trim-nya yang ikonik mengekspresikan flagship store terbaru Banana Republic di London," sebutnya. Kendati berpegang teguh pada sejarah brand, Banana Republic tidak begitu saja melupakan gaya kontemporer. Malah citra kekinian itu yang ingin ditonjolkan Banana Republic, meski tidak keluar dari jalurnya, yakni urban sophistication.
Untuk itu, Banana Republic banyak menghadirkan rangkaian koleksi celana tailored pas badan, rok-rok ringan sebatas lutut, serta mantel panjang bagi wanita. Beberapa terusan hadir dengan detail arsitektural serta elemen minimalis yang membawa efek chic. Sisi feminin disajikan melalui aksen ruffles, frills, serta kerut di beberapa bagian.
Sementara untuk kaum adam, Banana Republic menyarikan bentukan gaya kontinental, seperti halnya double-vent jacket, blazer tweed, juga kemeja bersiluet ramping.
Menciptakan tampilan yang smart, polished & proper, khas bangsawan Eropa. Tampilan klasik Banana Republic untuk perayaan 3 dekade usianya ini pun terlihat dari segi penggunaan warna. Palet muram khas musim gugur terlihat dominan. Kelabu, hitam, biru kelam, serta kecokelatan menjadi warna utama. Sesekali terlihat merah pucat, memberi sedikit nuansa di antara palet-palet dingin.
