SEORANG perancang busana selalu dituntut kreatif menciptakan koleksi yang up-to-date. Tak ayal jika Lenny Agustin pun tergelitik meluncurkan koleksi busana pria untuk pertama kali.
Lenny Agustin memilih nama LENNOR by Lenny Agustin untuk merek lini sekunder atau second line-nya, yang dia luncurkan di Poolside Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (6/8/2008).
Seperti rancangan Lenny Agustin selama ini, yang banyak memakai unsur budaya Indonesia, koleksi lini sekunder khusus pria ini juga menampilkan produk pakaian yang mengkhususkan diri pada olahan busana dari tekstil Nusantara. Selain batik yang sedang menjadi hits, rancangannya juga menggunakan lurik, jumputan, tenun, dan sarung.
"Rancangan saya mengedepankan konsep padupadan. Dengan begitu pemakai bisa bermain-main mode dengan cara yang lebih menyenangkan dan lebih bebas hingga tercipta gaya pemakai yang personal dan unik," tutur pengurus inti Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).
Di hadapan puluhan wartawan mode lokal, Lenny mempertontonkan 15 koleksi pria yang mempunyai konsep desain cukup simpel namun berkarakter. Koleksinya berupa celana kotak-kotak sarung, kemeja batik, kaos, dan singlet beraplikasi. "Koleksi saya ini tetap mengandalkan warna-warna cerah yang sesuai dengan tren masa kini," imbuh desainer yang dikenal ramah ini.
Lenny menambahkan, saat ini koleksinya membidik masyarakat lokal sebagai market potensial. Namun tidak menutup kemungkinan masyarakat luar negeri bisa menyukai koleksinya yang mempunyai daya tarik tersendiri.
"Untuk melengkapi koleksi saya kali ini, saya juga membuat sandal kulit model gladiator, aneka tas, hiasan kepala, dan gelang yang dibuat dari perca kain tradisional sebagai pemantas gaya yang menarik," pungkas Lenny.
(tty)
Lenny Agustin memilih nama LENNOR by Lenny Agustin untuk merek lini sekunder atau second line-nya, yang dia luncurkan di Poolside Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (6/8/2008).
Seperti rancangan Lenny Agustin selama ini, yang banyak memakai unsur budaya Indonesia, koleksi lini sekunder khusus pria ini juga menampilkan produk pakaian yang mengkhususkan diri pada olahan busana dari tekstil Nusantara. Selain batik yang sedang menjadi hits, rancangannya juga menggunakan lurik, jumputan, tenun, dan sarung.
"Rancangan saya mengedepankan konsep padupadan. Dengan begitu pemakai bisa bermain-main mode dengan cara yang lebih menyenangkan dan lebih bebas hingga tercipta gaya pemakai yang personal dan unik," tutur pengurus inti Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).
Di hadapan puluhan wartawan mode lokal, Lenny mempertontonkan 15 koleksi pria yang mempunyai konsep desain cukup simpel namun berkarakter. Koleksinya berupa celana kotak-kotak sarung, kemeja batik, kaos, dan singlet beraplikasi. "Koleksi saya ini tetap mengandalkan warna-warna cerah yang sesuai dengan tren masa kini," imbuh desainer yang dikenal ramah ini.
Lenny menambahkan, saat ini koleksinya membidik masyarakat lokal sebagai market potensial. Namun tidak menutup kemungkinan masyarakat luar negeri bisa menyukai koleksinya yang mempunyai daya tarik tersendiri.
"Untuk melengkapi koleksi saya kali ini, saya juga membuat sandal kulit model gladiator, aneka tas, hiasan kepala, dan gelang yang dibuat dari perca kain tradisional sebagai pemantas gaya yang menarik," pungkas Lenny.
