TOPSHOP terus berupaya menjaring masyarakat di kawasan Asia sebagai market potensialnya. Kali ini negara yang akan menjadi target Topshop selanjutnya adalah China.
Menurut laporan Daily Mail, seperti dikutip Femalefirst, baru-baru ini pemilik Topshop Philip Green menandatangani sebuah perjanjian usaha dengan salah satu mal baru di Shanghai. Rencananya, Green akan membuka gerai baru Topshop di mal tersebut.
Selain di tempat itu, Green juga mengaku akan membuka gerai Topshop di beberapa lokasi di China, seperti Beijing, Hong Kong, dan beberapa tempat strategis lainnya.
Koleksi busana Kate Moss yang ada di gerai Topshop pun diharapkan bisa menggaet konsumen China. Apabila penjualan busananya bagus, maka supermodel cantik ini akan mendapat bayaran dari Topshop sebesar 25 juta poundsterling.
"Untuk menggaet anak-anak muda di China, Topshop pun perlu menyediakan koleksi yang lebih gaya, seperti koleksi Kate Moss. Busananya tersebut tentu sangat nyaman dikenakan dan menambah kesan menarik kepada pemakainya," ujar salah satu sumber dari industri pakaian di China kepada Daily Mail. Strategi itu pun diakui Philip Green sangat tepat dilakukan.
(tty)
Menurut laporan Daily Mail, seperti dikutip Femalefirst, baru-baru ini pemilik Topshop Philip Green menandatangani sebuah perjanjian usaha dengan salah satu mal baru di Shanghai. Rencananya, Green akan membuka gerai baru Topshop di mal tersebut.
Selain di tempat itu, Green juga mengaku akan membuka gerai Topshop di beberapa lokasi di China, seperti Beijing, Hong Kong, dan beberapa tempat strategis lainnya.
Koleksi busana Kate Moss yang ada di gerai Topshop pun diharapkan bisa menggaet konsumen China. Apabila penjualan busananya bagus, maka supermodel cantik ini akan mendapat bayaran dari Topshop sebesar 25 juta poundsterling.
"Untuk menggaet anak-anak muda di China, Topshop pun perlu menyediakan koleksi yang lebih gaya, seperti koleksi Kate Moss. Busananya tersebut tentu sangat nyaman dikenakan dan menambah kesan menarik kepada pemakainya," ujar salah satu sumber dari industri pakaian di China kepada Daily Mail. Strategi itu pun diakui Philip Green sangat tepat dilakukan.
