WALI kota baru Roma, Gianni Alemanno, mengatakan akan memfokuskan diri pada industri mode Roma. Dalam rencana jangka panjangnya, Alemanno akan menjadikan kota tua tersebut sebagai fashion capital modern. Karena itu desainer bisa lebih bebas mengembangkan kreativitasnya. "Saya berkeinginan menjadikan dunia mode Roma seterkenal dan sekaya seni serta budaya yang telah dimiliki Roma sejak ratusan tahun lalu," ujarnya.
Alemanno punya tekad kuat untuk terus memajukan industri mode kotanya sehingga bisa selevel dengan Paris, Milan, maupun London. Menurut dia, Roma memiliki semua persyaratan yang harus dimiliki sebuah pusat mode. Terlebih lagi, sebagai kota tua, Roma memiliki nilai tambah yakni kekayaan dan peninggalan seni yang telah berusia ratusan tahun. "Semua itu bisa menjadikan Roma sebagai fashion capital utama dunia dan memancing kalangan pelaku mode papan atas untuk berkunjung," tuturnya.
Namun dia mengatakan, hal itu tidak akan terwujud tanpa dukungan semua pihak. Karenanya, Alemanno berniat mendorong perkembangan pelaku lokal, termasuk sekolah-sekolah mode. Dia juga berencana mendirikan universitas yang memfokuskan pada bidang mode di Roma.
"Saya menginginkan Roma menjadi kota mode, memfokuskan diri kepada para desainer baru, mencari karakter yang tepat untuk menjadikan Roma sebuah kekuatan di dunia mode," ujarnya, saat ditemui sejumlah media di pertunjukan Gucci.
Sebelum Alemanno, Wali Kota Walter Veltroni sudah melakukan langkah pertama untuk membuat prestasi Roma meningkat di bidang mode. Beberapa di antaranya dengan menyelenggarakan festival film internasional yang membawa kembali keglamoran "Dolce Vita" pada tahun 1950 dan 1960-an. Veltroni juga berhasil membujuk maestro mode Valentino untuk mengadakan perayaan 45 tahun dia berkarya di Roma, tahun lalu, sebelum memutuskan untuk pensiun.
Namun, tetap saja geliat Roma itu tertutup bayang-bayang kesuksesan Milan yang terletak di utara. Ya, untuk urusan mode, Milan memang lebih unggul dibandingkan Roma yang memiliki agenda mode reguler lebih longgar. Alta Roma Fashion Week yang dihelat dua kali setahun menjadi satu-satunya agenda tetap, sekaligus mempertahankan denyut mode di kota tersebut.
Namun hal itu akan berubah. Alemanno berjanji, fokus utamanya adalah membuat nama Roma berkibar di industri mode. "Roma akan menjadi pusat mode dan saya berjanji hal itu akan terwujud karena kami semua akan berinvestasi banyak di bidang ini," tuturnya.
(sindo//tty)
Alemanno punya tekad kuat untuk terus memajukan industri mode kotanya sehingga bisa selevel dengan Paris, Milan, maupun London. Menurut dia, Roma memiliki semua persyaratan yang harus dimiliki sebuah pusat mode. Terlebih lagi, sebagai kota tua, Roma memiliki nilai tambah yakni kekayaan dan peninggalan seni yang telah berusia ratusan tahun. "Semua itu bisa menjadikan Roma sebagai fashion capital utama dunia dan memancing kalangan pelaku mode papan atas untuk berkunjung," tuturnya.
Namun dia mengatakan, hal itu tidak akan terwujud tanpa dukungan semua pihak. Karenanya, Alemanno berniat mendorong perkembangan pelaku lokal, termasuk sekolah-sekolah mode. Dia juga berencana mendirikan universitas yang memfokuskan pada bidang mode di Roma.
"Saya menginginkan Roma menjadi kota mode, memfokuskan diri kepada para desainer baru, mencari karakter yang tepat untuk menjadikan Roma sebuah kekuatan di dunia mode," ujarnya, saat ditemui sejumlah media di pertunjukan Gucci.
Sebelum Alemanno, Wali Kota Walter Veltroni sudah melakukan langkah pertama untuk membuat prestasi Roma meningkat di bidang mode. Beberapa di antaranya dengan menyelenggarakan festival film internasional yang membawa kembali keglamoran "Dolce Vita" pada tahun 1950 dan 1960-an. Veltroni juga berhasil membujuk maestro mode Valentino untuk mengadakan perayaan 45 tahun dia berkarya di Roma, tahun lalu, sebelum memutuskan untuk pensiun.
Namun, tetap saja geliat Roma itu tertutup bayang-bayang kesuksesan Milan yang terletak di utara. Ya, untuk urusan mode, Milan memang lebih unggul dibandingkan Roma yang memiliki agenda mode reguler lebih longgar. Alta Roma Fashion Week yang dihelat dua kali setahun menjadi satu-satunya agenda tetap, sekaligus mempertahankan denyut mode di kota tersebut.
Namun hal itu akan berubah. Alemanno berjanji, fokus utamanya adalah membuat nama Roma berkibar di industri mode. "Roma akan menjadi pusat mode dan saya berjanji hal itu akan terwujud karena kami semua akan berinvestasi banyak di bidang ini," tuturnya.
