Trend


Desain Klasik Diminati Masyarakat Berduit

Selasa, 12 Agustus 2008 - 14:08 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Corbis

DESAIN minimalis menjadi tren sejak awal 2000. Namun, masih banyak pengembang yang mencoba melawan mainstream dengan membangun perumahan dengan desain klasik.

Pada akhir 1990-an hingga awal 2000, desain klasik cukup digandrungi masyarakat karena dinilai memberikan kesan mewah. Sejak beberapa tahun terakhir, hampir semua perumahan di Indonesia dibangun dengan desain minimalis. Baik itu perumahan yang diperuntukkan bagi kelas menengah atas maupun menengah bawah.

Hal itu terjadi karena desain minimalis dianggap sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat Indonesia. Menurut Senior Promotion & Sales Manager Legenda Wisata Johnny Suwandi, pada awal proyek atau sekitar 1998, semua perumahan yang dikembangkan menggunakan desain klasik. "Saat itu, masyarakat tengah menggandrungi desain klasik. Karena itulah, semua bangunan di Legenda Wisata diupayakan dibangun dengan desain seperti itu," paparnya.

Dengan demikian, pada saat itu tidak ada alasan bagi Legenda Wisata untuk tidak mengembangkan perumahan dengan desain klasik. Buktinya, rumah yang dibangun mendapatkan perhatian dari masyarakat. Bukan hanya kelas menengah atas, juga kelas menengah bawah. Dia menjelaskan, rumah dengan desain klasik dianggap memiliki kesan yang berbeda dibandingkan desain lain. Salah satunya kesan mewah dan megah.

Pada saat itu, dia menyebutkan, kawasan hunian Legenda Wisata mengembangkan perumahan dengan simbol replika bangunan-bangunan legendaris seperti sculpture spinx di pintu gerbang, atau duplikasi kolosium di tengah-tengah perumahan. Klusternya mengambil nama tokoh-tokoh dunia seperti Colombus, Marcopolo, dan Lincoln .

Meskipun rumah dengan desain klasik sudah tidak menjadi tren, kawasan hunian Legenda Wisata masih tetap membangun kluster dengan desain itu. Di antaranya kluster Washington dengan tipe White House. "White House merupakan salah satu andalan kami. Diperuntukkan bagi mereka yang menginginkan hidup di hunian mewah dan elegan," paparnya.

Johnny mengklaim, rumah dengan desain klasik pada tipe White House memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan yang dibangun pengembang lain. Salah satunya pada tataran desain yang sangat memperhatikan halhal terkecil, seperti ukiran pada dinding. Selain itu, cat dan keramik yang dipergunakan merupakan kualitas nomor satu di kelasnya. Karena itu, membuat rumah tersebut semakin terkesan mewah.

Masyarakat kelas menengah atas sangat menyukai rumah berdesain klasik karena dianggap memiliki prestise yang berbeda. Itulah sebabnya target pasar rumah di tipe White House adalah masyarakat kelas menengah atas. "Harganya berkisar antara Rp2,3 miliar hingga Rp3 miliar per unit," sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat Hari Raharta Sudradjat mengungkapkan, selama ini desain tropis modern dan klasiklah yang cukup mendapatkan respons positif masyarakat.

Dia mengaku, sebenarnya pengembang bisa mengarahkan masyarakat mengenai desain rumah yang dibangun.
Namun, kebanyakan pengembang tidak berani berjudi dengan membangun desain baru. Sebab, desain rumah baru tidak akan mendapatkan respons positif bila masyarakat belum mengetahui keunggulan dan kelemahannya. "Akan sulit bila belum mendapatkan respons masyarakat," katanya.

Meskipun masih banyak pengembang yang menawarkan rumah berdesain klasik, arsitek dari Kalayman Architect, Doddi H Subagya, menilai bahwa desain klasik kurang tepat dikembangkan di daerah tropis seperti di Indonesia. Hal ini terkait iklim yang jauh lebih beragam daripada di negara asalnya, yakni Eropa. Karena itu, apabila pengembang berniat membangun rumah berdesain klasik, ada baiknya melakukan berbagai penyesuaian.

Salah satu yang perlu disesuaikan adalah teras rumah. Pada rumah berdesain klasik tidak mengenal teras. Padahal, masyarakat Indonesia menjadikan teras sebagai tempat untuk berinteraksi sosial dengan lingkungan. Kerap kali penghuni rumah mengajak tamunya berbicara di teras. Karena itulah, rumah dengan desain klasik harus tetap mengakomodasi teras rumah.

Sementara kelebihan desain klasik yakni tidak lekang zaman. Buktinya, desain klasik masih diminati.
(sindo//tty)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4