SEMUA pencinta kuliner Nusantara pasti tahu pempek. Ya, pempek merupakan salah satu panganan khas Palembang yang jadi idola banyak orang.
Bukan masyarakat Palembang saja, pengunjung dari luar daerah pun tak sedikit yang menggilai makanan berbahan dasar ikan itu. Jadi tak terlalu heran jika pengunjung yang singgah ke kota Palembang pasti menyempatkan diri membawa oleholeh pempek sebagai buah tangan.
Rasanya yang lezat dan akrab di lidah, membuat siapa saja mudah jatuh hati dengan makanan tersebut. Sebagai makanan khas daerah, pempek sudah jadi santapan sehari-hari masyarakatnya.
Tidak hanya menu makan pagi, pempek juga kerap jadi menu utama dalam kesempatan makan siang maupun malam hari. Karena itu wajar kalau banyak resto kecil menyuguhkan aneka pempek sebagai menu andalan di sepanjang sudut kota.
Di antara sekian banyak resto yang sudah terkenal, Cipta Rasa adalah salah satunya. Resto yang terletak di kawasan Sudirman, Palembang itu telah menyajikan menu pempek sebagai panganan favorit sejak 1967.
"Benar, ini adalah usaha keluarga. Sejak dulu kami memang spesial menyediakan aneka makanan khas Palembang, seperti pempek lenggang, pempek kulit, kapal selam, dan macam-macam kerupuk," ungkap Yohanes Sentosa, owner rumah makan yang terkenal dengan sebutan Globe Asli itu.
Salah satu menu yang paling digemari di tempat ini adalah pempek kulit. Pempek yang satu ini sedikit berbeda dengan pempek yang umum kita jumpai berwarna putih.
Pempek kulit justru berwarna sedikit gelap. Bukan apa-apa, warna yang sedikit gelap itu berasal dari bahan dasar pembuatannya yang menggunakan kulit ikan. Meski terkesan aneh, pempek jenis ini tak kalah lezat dengan pempek yang dibuat dari bahan dasar daging ikan.
Saking lezatnya pempek kulit ini, membuat pendatang ketagihan menikmati setiap gigitannya. Meski berasal dari kulit ikan tenggiri, rasa ikannya tidak kalah "nendang" dengan pempek biasa yang dibuat dengan daging ikan.
Rahasianya, Yohanes menyebutkan, terletak pada proses pemilihan kulit. Untuk membuat pempek kulit yang lezat, kulit ikan yang digunakan tidak boleh sembarangan, melainkan harus bersih dan masih segar.
Hal tersebut, menurut dia, untuk menghasilkan pempek kulit yang benar-benar nikmat, dengan warna yang tidak terlalu gelap.
Bahkan, pemilihan kulit yang masih segar bisa mengurangi bau tak sedap pada pempek kulit.
Walaupun berbeda bahan pembuatannya, pempek kulit bisa disantap seperti pempek pada umumnya. Rasa ikannya yang khas, benarbenar nikmat dipadukan dengan saus cuka yang sedikit pedas dan asam. Wuih, rasanya tetap tak kalah seru dengan menyantap pempek telur atau pempek lenggang sekalipun.
Agar lebih garing, Yohanes sengaja membentuk pempek kulit menjadi lempengan-lempengan kecil. Cara itu diyakininya bisa membuat pempek masak lebih merata. Sambil menggigit, Anda bisa menghirup cuka yang sudah disediakan dalam mangkuk berukuran kecil.
Atau bagi Anda yang gemar makan mentimun, dapat pula memasukkannya ke dalam saus cuka. Ini tentu membuat saus cuka Anda lebih lezat. Apalagi disantap selagi hangat, pempek kulit memang tiada duanya.
Namun, Anda yang tidak menyukai saus cuka karena pedas, jangan merasa khawatir. Pempek kulit tetap bisa dinikmati tanpa saus cuka. Ini tidak akan mengurangi kelezatan asli pempek kulit. Malah Anda dapat merasakan sensasi daging ikan tenggiri yang lebih dahsyat di tiap gigitannya.
Untuk menikmati pempek kulit Cipta Rasa, Anda bisa membelinya dalam bentuk paket. Sebab, pengelola sudah menyiapkan paket-paket khusus dalam kisaran harga Rp60.000 - Rp220.000. Isi pempek yang ingin dibawa juga bisa disesuaikan dengan selera Anda. Jika Anda ingin membeli dalam bentuk satuan, sebuah pempek kulit dibanderol Rp1.750.
(sindo//tty)
Bukan masyarakat Palembang saja, pengunjung dari luar daerah pun tak sedikit yang menggilai makanan berbahan dasar ikan itu. Jadi tak terlalu heran jika pengunjung yang singgah ke kota Palembang pasti menyempatkan diri membawa oleholeh pempek sebagai buah tangan.
Rasanya yang lezat dan akrab di lidah, membuat siapa saja mudah jatuh hati dengan makanan tersebut. Sebagai makanan khas daerah, pempek sudah jadi santapan sehari-hari masyarakatnya.
Tidak hanya menu makan pagi, pempek juga kerap jadi menu utama dalam kesempatan makan siang maupun malam hari. Karena itu wajar kalau banyak resto kecil menyuguhkan aneka pempek sebagai menu andalan di sepanjang sudut kota.
Di antara sekian banyak resto yang sudah terkenal, Cipta Rasa adalah salah satunya. Resto yang terletak di kawasan Sudirman, Palembang itu telah menyajikan menu pempek sebagai panganan favorit sejak 1967.
"Benar, ini adalah usaha keluarga. Sejak dulu kami memang spesial menyediakan aneka makanan khas Palembang, seperti pempek lenggang, pempek kulit, kapal selam, dan macam-macam kerupuk," ungkap Yohanes Sentosa, owner rumah makan yang terkenal dengan sebutan Globe Asli itu.
Salah satu menu yang paling digemari di tempat ini adalah pempek kulit. Pempek yang satu ini sedikit berbeda dengan pempek yang umum kita jumpai berwarna putih.
Pempek kulit justru berwarna sedikit gelap. Bukan apa-apa, warna yang sedikit gelap itu berasal dari bahan dasar pembuatannya yang menggunakan kulit ikan. Meski terkesan aneh, pempek jenis ini tak kalah lezat dengan pempek yang dibuat dari bahan dasar daging ikan.
Saking lezatnya pempek kulit ini, membuat pendatang ketagihan menikmati setiap gigitannya. Meski berasal dari kulit ikan tenggiri, rasa ikannya tidak kalah "nendang" dengan pempek biasa yang dibuat dengan daging ikan.
Rahasianya, Yohanes menyebutkan, terletak pada proses pemilihan kulit. Untuk membuat pempek kulit yang lezat, kulit ikan yang digunakan tidak boleh sembarangan, melainkan harus bersih dan masih segar.
Hal tersebut, menurut dia, untuk menghasilkan pempek kulit yang benar-benar nikmat, dengan warna yang tidak terlalu gelap.
Bahkan, pemilihan kulit yang masih segar bisa mengurangi bau tak sedap pada pempek kulit.
Walaupun berbeda bahan pembuatannya, pempek kulit bisa disantap seperti pempek pada umumnya. Rasa ikannya yang khas, benarbenar nikmat dipadukan dengan saus cuka yang sedikit pedas dan asam. Wuih, rasanya tetap tak kalah seru dengan menyantap pempek telur atau pempek lenggang sekalipun.
Agar lebih garing, Yohanes sengaja membentuk pempek kulit menjadi lempengan-lempengan kecil. Cara itu diyakininya bisa membuat pempek masak lebih merata. Sambil menggigit, Anda bisa menghirup cuka yang sudah disediakan dalam mangkuk berukuran kecil.
Atau bagi Anda yang gemar makan mentimun, dapat pula memasukkannya ke dalam saus cuka. Ini tentu membuat saus cuka Anda lebih lezat. Apalagi disantap selagi hangat, pempek kulit memang tiada duanya.
Namun, Anda yang tidak menyukai saus cuka karena pedas, jangan merasa khawatir. Pempek kulit tetap bisa dinikmati tanpa saus cuka. Ini tidak akan mengurangi kelezatan asli pempek kulit. Malah Anda dapat merasakan sensasi daging ikan tenggiri yang lebih dahsyat di tiap gigitannya.
Untuk menikmati pempek kulit Cipta Rasa, Anda bisa membelinya dalam bentuk paket. Sebab, pengelola sudah menyiapkan paket-paket khusus dalam kisaran harga Rp60.000 - Rp220.000. Isi pempek yang ingin dibawa juga bisa disesuaikan dengan selera Anda. Jika Anda ingin membeli dalam bentuk satuan, sebuah pempek kulit dibanderol Rp1.750.
