Fashion


Busana Muslim APPMI Pembuka Jakarta Fashion Week 2008

Jum'at, 22 Agustus 2008 - 10:48 wib
text TEXT SIZE :  
Dewi Arta - Okezone
Foto: Dewi Arta/Okezone

PAGELARAN busana muslim, gaun etnik, koktail, dan gaun malam dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengisi hari pertama fashion show Jakarta Fashion Week 2008.

Taruna K Kusmayadi, selaku Ketua APPMI menjelaskan, pada Festival Mode Indonesia 2008, APPMI akan menghadirkan 22 desainer ternama dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Jakarta, melainkan dari Bali, Semarang, dan kota-kota lain.

Untuk acara Jakarta Fashion Week 2008 ini, para desainer akan mengeluarkan koleksi terbaru dari rancangan mereka dengan berbagai kejutan spesial.

Sebagai pembuka fashion show, APPMI akan menghadirkan koleksi busana muslim dari beberapa desainer. Mulai dari Monika Jufri, Merry Pramono, Jeny Tjahyawati, Anne Rufaidah, Fenny Mustafa, dan Haniie Hananto.

Dilanjutkan dengan busana-busana etnik koleksi Poppy Dharsono, Uke Toegimin, Dwi Iskandar, dan Lenny Agustin. Koleksi Cocktail Wear dari Rebecca Ing, Jazz Pasay, Gregorius Vici, dan Oka Diputra juga akan menghiasi ajang ini.

Tak hanya itu, Modern Wear koleksi Malik Moestaram, Ninik Darmawan, Putu Aliki, dan Taruna K Kusmayadi turut mengambil bagian dalam acara Jakarta Fashion Week 2008.

Sebagai penutup, APPMI menghadirkan kecantikan gaun-gaun malam hasil rancangan Hengki Kawilarang, Jeanny Ang, Defrico Audy, dan Harry Ibrahim.

Pada Festival Mode Indonesia 2008 ini, pria yang akrab disapa Nuna ini juga mengharapkan agar semua perangkat stake holder dalam industri mode di Indonesia seyogyanya telah menyadari bahwa seluruh kreatifitas, bakat, dan potensi dari setiap perancang-perancang mode Indonesia harus dikedepankan dan disebarluaskan informasinya ke seluruh dunia, sehingga dunia akan aware bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya dan dapat menjual produk fashion ini seperti komoditas-komoditas lainnya secara lebih baik dan terarah.

Sang desainer Shafira, Fenny Mustafa yang ikut ambil bagian dalam acara ini menjelaskan, kolaksinya terinspirasi dari keanggunan musim dingin yang penuh dengan misteri. Misterius, sophiscated namun chic akan menjadi mood dari koleksinya. Rangkaian nuansa hijau kebiruan yang diberi sentuhan nuansa oranye dengan silhouette dan cutting yang cenderung simpel minimalis, menciptakan kesan chic modern hadir sebagai pemanis yang indah.

Dalam koleksi Fenny kali ini, tidak melupakan unsur-unsur tradisional Indonesia, tetapi mengombinasikannya dengan unsur-unsur modern sehingga tercipta sebuah koleksi yang unik.

Berbeda halnya dengan Lenny Agustin, pada koleksi busana etnik kali ini Lenny terinspirasi dari boneka perempuan Makassar yang cantik dan dalam balutan baju bodo dan sarung tenun Makassar yang berwarna-warni dengan siluet menggelembung menjadi benang merah koleksinya. Lenny juga mengharapkan baju bodo bisa menjadi pilihan baru dalam dunia mode Indonesia.

Ajang Festival Mode Indonesia-Jakarta Fashion Week 2008 ini merupakan tonggak sejarah industri fashion Indonesia. Karena bukan sekadar menjawab tantangan dari pasar lokal, namun sekaligus memperkenalkan fashion Indonesia ke pasar regional.
(jri)