Kons. Taruna K Kusmayadi


Kebaya Muslimah untuk Akad & Resepsi

Selasa, 9 September 2008 - 11:58 wib
text TEXT SIZE :  
Chaerunnisa - Okezone

BAPAK Taruna K Kusmayadi, perkenalkan Saya Eva, 26 tahun. Tinggi badan Saya 167 centimeter dan berat 56 kilogram. Saya akan menikah dan sedang bingung dengan model kebaya yang akan digunakan. Sehari-hari Saya berjilbab. Saya ingin model kebaya yang tidak perlu menggunakan kaos sebagai dalaman dan model leher yang tinggi.

Kebaya tersebut rencananya digunakan pada prosesi akad sekaligus resepsi yang dilakukan di rumah. Semoga saran dari Mas Taruna akan sangat berarti untuk Saya. Terima kasih sebelum dan sesudah bantuan Mas Taruna.

Eva herlina [non­_havid@yahoo.com]

Jawaban:

Eva Herlina, saya tidak kebayang betapa bingungnya Anda menentukan busana pengantin Anda. Pertama yang harus Anda perhatikan adalah jenis bahan yang tidak 'panas' digunakan karena busana ini akan Anda kenakan pada waktu akad nikah dan resepsi di rumah. Saya berasumsi bahwa upacara akad nikah akan diadakan pada pagi hari dan (menurut tradisi kuno) bahwa biasanya mempelai wanita mengenakan warna putih atau off white atau sejenis warna keturunannya.

Untuk model kebaya muslimah sebetulnya mirip dengan baju kurung. Jika Anda menganut busana muslimah dengan benar, maka kebaya Anda tidak boleh memperlihatkan lekuk tubuh. Sedangkan bagian lingkar leher dapat disiasati dengan cara bagaimana Anda meletakkan kerudung atau jilbabnya. Pada bagian lengan sebaiknya diberikan lengan panjang yang berbentuk lonceng, sehingga memudahkan Anda untuk berwudhu. Selamat menempuh hidup baru.

Salam

Taruna K Kusmayadi
Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI)
(nsa)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4