LEBARAN sebentar lagi. Menikmati masa liburan pun sudah terbayang di depan mata. Selain bisa menenangkan pikiran dan perasaan dari rutinitas sehari-hari, liburan juga ampuh untuk me-recharge kembali para pekerja untuk kembali fresh.
Masa liburan yang dinanti memang akan mempererat hubungan dengan keluarga. Segudang acara telah disusun untuk menghabiskan waktu liburan. Namun bagi sebagian pekerja yang biasa berkutat dengan pekerjaan menumpuk, tentu bingung akan menghabiskan waktu.
Bagi para pegawai, biasanya ada batasan waktu menikmati masa liburan dari rutinitas sehari-hari. Mengenai hal itu, psikolog Tika Bisono MpSi memiliki cara pandang tersendiri.
"Untuk para pekerja sebaiknya libur itu tidak usah terlalu lama. Takutnya libur akan menimbulkan konflik, karena hanya menjadi pelarian saja. Jadi waktu libur yang paling efektif untuk para pekerja hanya satu sampai dua minggu," kata Tika saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Rabu (24/9/2008).
Menurut lulusan Universitas Indonesia ini, satu hingga dua minggu menjadi waktu ideal bagi para pekerja menikmati liburan. Sebab secara psikologis proses recharging hormonal dan pemasukan kembali enzim-enzim sudah sangat cukup.
"Terlalu lama libur malah membuat grafik semangat para pekerja menurun. Sebab ketika masa libur dinikmati dalam waktu yang lama, saat masuk minggu kedua rasa bosan akan muncul," ucap ibu tiga anak ini.
Dengan berlibur, seorang pekerja menjadi manusia yang hidup berkelompok. Artinya tidak ada lagi kehidupan privasi, dan saat liburan tiba mereka harus melakukan segala hal bersama dengan yang lain.
"Pada saat menjalani masa liburan ada kerinduan untuk mengerjakan tugas yang sangat banyak. Karena saat berlibur, semua hal sudah dilakukan, sehingga memunculkan rasa bosan. Dengan bekerja justru membuat seseorang menemukan apa yang disukainya, privasi pun ada," paparnya.
Bahkan, sambung Tika, tak hanya masa libur saja yang harus memiliki batasan waktu. Menikmati bulan madu juga pasti ada batasnya. Sebab, saat sepasang pengantin melangsungkan bulan madu terlalu lama, maka setiap individu pasti akan memiliki kerinduan untuk kembali ke kelompoknya atau kesibukannya masing-masing.
"Agar liburan panjang yang akan dinikmati tidak terasa membosankan, Anda selaku pekerja harus merancang program liburan. Karena yang dimaksud masa liburan adalah untuk membuat Anda segar kembali dan menghargai diri sendiri," imbuhnya.
Tika juga memberi saran, saat berlibur sebaiknya hindari membawa pekerjaan. "Liburan tidak akan terasa sehat saat Anda masih membawa laptop untuk melakukan pekerjaan yang menumpuk. Karena kalau Anda masih melakukan pekerjaan saat liburan, policy-nya akan rusak. Jadi sebaiknya nikmati masa libur yang diberikan semaksimal mungkin," pungkasnya.
(nsa)
