DISKUSI serius dewan mode internasional menghasilkan kata mufakat. Jadwal pekan mode yang bertabrakan pada musim mendatang berhasil diselesaikan dengan damai. Dewan mode dari empat fashion capital, New York, London, Milan, dan Paris sepakat menyusun ulang agenda pekan mode masing-masing.
Dari keputusan tersebut, London mendapatkan lima hari penyelenggaraan, sebelum Milan Fashion Week dibuka. Namun itu berarti London kehilangan satu hari dari agenda rutinnya, yakni pekan mode selama enam hari berturut-turut. Walaupun begitu Ketua British Fashion Council Harold Tillman mengaku puas.
"Saya puas dengan keputusan ini. Pertemuan ini juga semakin mendekatkan para dewan mode dari empat kota tersebut," sebut Tillman.
Keputusan tersebut juga berarti membebaskan London dari pertaruhan jutaan poundsterling yang akan terbuang sia-sia jika BFC memaksakan London Fashion Week dilakukan selama empat hari saja. Kendati demikian, BFC pun tidak bisa buru-buru menarik napas lega. Masih ada jadwal pertunjukan yang harus disusun ulang, mengingat London kehilangan satu hari dari jadwal enam hari. Apalagi hari keenam merupakan giliran nama-nama besar, termasuk Vivienne Westwood dan Paul Smith.
"Kami semua setuju, sangat penting untuk membantu penyusunan jadwal London Fashion Week. Ajang tersebut terbukti menghasilkan bakat-bakat baru yang kami semua butuhkan," ujar Presiden CFDA Diane von Furstenberg.
Bukan hanya London yang berubah jadwal, New York pun memajukan tanggal penyelenggaraan pekan modenya. Furstenberg mengatakan, hal itu dimaksudkan demi menghindari Hari Buruh dan akhir liburan musim panas ketika pabrik garmen Italia tidak berproduksi. "Bila mereka libur, maka proses pengerjaan sampling akan terhambat," katanya.
Juru bicara BFC Caroline Rush mengatakan, pelaksanaan pekan mode selama lima hari bukanlah perubahan besar. "New York tetap pada jadwalnya semula, lebih cepat satu hari. Namun, itu memberi waktu yang cukup bagi buyer dan pengunjung internasional untuk datang ke London," paparnya. Dia juga mengatakan lima hari cukup bagi London.
"Jadwal enam hari baru efektif sejak 2006, jadi perubahan ini tidak akan menjadi masalah," kata Rush. Selain membicarakan jadwal, pertemuan para dewan mode di London juga mendiskusikan peluncuran British Fashion Fund, yang didirikan guna membantu desainer muda Inggris untuk mengembangkan sayapnya di panggung internasional.
(sindo//tty)
Dari keputusan tersebut, London mendapatkan lima hari penyelenggaraan, sebelum Milan Fashion Week dibuka. Namun itu berarti London kehilangan satu hari dari agenda rutinnya, yakni pekan mode selama enam hari berturut-turut. Walaupun begitu Ketua British Fashion Council Harold Tillman mengaku puas.
"Saya puas dengan keputusan ini. Pertemuan ini juga semakin mendekatkan para dewan mode dari empat kota tersebut," sebut Tillman.
Keputusan tersebut juga berarti membebaskan London dari pertaruhan jutaan poundsterling yang akan terbuang sia-sia jika BFC memaksakan London Fashion Week dilakukan selama empat hari saja. Kendati demikian, BFC pun tidak bisa buru-buru menarik napas lega. Masih ada jadwal pertunjukan yang harus disusun ulang, mengingat London kehilangan satu hari dari jadwal enam hari. Apalagi hari keenam merupakan giliran nama-nama besar, termasuk Vivienne Westwood dan Paul Smith.
"Kami semua setuju, sangat penting untuk membantu penyusunan jadwal London Fashion Week. Ajang tersebut terbukti menghasilkan bakat-bakat baru yang kami semua butuhkan," ujar Presiden CFDA Diane von Furstenberg.
Bukan hanya London yang berubah jadwal, New York pun memajukan tanggal penyelenggaraan pekan modenya. Furstenberg mengatakan, hal itu dimaksudkan demi menghindari Hari Buruh dan akhir liburan musim panas ketika pabrik garmen Italia tidak berproduksi. "Bila mereka libur, maka proses pengerjaan sampling akan terhambat," katanya.
Juru bicara BFC Caroline Rush mengatakan, pelaksanaan pekan mode selama lima hari bukanlah perubahan besar. "New York tetap pada jadwalnya semula, lebih cepat satu hari. Namun, itu memberi waktu yang cukup bagi buyer dan pengunjung internasional untuk datang ke London," paparnya. Dia juga mengatakan lima hari cukup bagi London.
"Jadwal enam hari baru efektif sejak 2006, jadi perubahan ini tidak akan menjadi masalah," kata Rush. Selain membicarakan jadwal, pertemuan para dewan mode di London juga mendiskusikan peluncuran British Fashion Fund, yang didirikan guna membantu desainer muda Inggris untuk mengembangkan sayapnya di panggung internasional.
