SELAIN menawarkan menu berkualitas, sensasi memasak di atas batu vulkanik menjadi keunggulan restoran Stone Grill di Pluit Junction, Jakarta. Sejak zaman dulu, art of cooking atau seni memasak makanan telah dikenal di berbagai belahan dunia.
Bedanya, zaman dulu memasak makanan dilakukan dengan cara sangat sederhana. Semisal, memasak di dalam tabung bambu atau menanak nasi di dalam buah kelapa. Sementara zaman sekarang, memasak makanan dilakukan dengan cara lebih modern.
Seperti memasak makanan sudah menggunakan alat pemanggang yang canggih atau memasak di atas batu vulkanik yang unik. Menyajikan seni memasak yang jarang ditemui dan berbeda kepada pelanggannya, itulah yang ditawarkan Stone Grill, sebuah waralaba internasional yang beralamat di Pluit Junction, Jakarta.
Memasuki Stone Grill yang terletak di lantai satu pusat pertokoan modern tersebut, kesan nyaman akan langsung terasa. Didukung desain restoran yang dibuat modern dengan warna-warna hitam dan merah yang saling melengkapi. Hal itu membuat suasana bersantap di Stone Grill semakin nyaman.
Apalagi untuk menikmati waktu santai bersama sahabat, relasi, ataupun orang-orang terkasih. Sesuai dengan namanya, Stone Grill Resto yang berdiri pertengahan 2006 memiliki keunikan tersendiri.
Para tamu yang datang bebas memasak aneka makanan yang ingin mereka nikmati. Untuk setiap tamu disediakan sebuah batu vulkanik yang telah dipanaskan dengan suhu 400 derajat Celsius.
"Semua bahan yang ada di Stone Grill diimpor langsung dari Australia. Mulai daging hingga batu vulkanik tempat memasaknya," kata Direktur Stone Grill Indonesia Angelyn Hofker.
Sebagai hidangan pembuka, restoran ini menyajikan berbagai tawaran menu yang menarik. Makanan pembuka paling favorit di tempat ini bernama portobello on stone. Para tamu yang memesan menu pembuka ini bakal diberikan dua buah jamur portobello yang sebenarnya berasal dari Eropa, tapi sudah banyak dibudidayakan di daerah Jawa Barat.
Selain dua buah jamur, pengunjung juga akan disuguhi batu vulkanik panas yang panasnya mampu bertahan selama satu jam. Batu vulkanik panas tersebut hanya ditaburi garam dan merica, kemudian jamur dipanggang di atas batu di meja masing-masing tamu.
Tidak kalah heboh dengan makanan pembuka, hidangan utama di Stone Grill yang berkapasitas 60 tempat duduk ini juga sangat menarik. Menu utama paling favorit di resto berkelas internasional tersebut bernama austalian black angus rum steak.
Menu yang menjadi ikon Stone Grill itu dagingnya diambil dari hewan sapi yang selama 300 hari hanya memakan gandum sehingga daging terasa lebih manis walaupun tidak menggunakan bumbu sama sekali.
"Kami menyarankan para tamu untuk tidak memakai saus karena saus hanya akan merusak rasa orisinal daging. Namun, tetap kami sediakan saus kalau para tamu nanti menginginkannya," papar Angelyn. Pengunjung yang baru pertama kali datang ke Stone Grill, mungkin akan sedikit kaget dan terheran-heran menyaksikan cara memasak yang disajikan restoran ini.
Namun, jangan risau, karena di setiap meja pasti tersedia petunjuk dan cara memasak di atas batu vulkanik yang panas. "Makanan yang kami sajikan di sini akan lebih nikmat jika tidak menggunakan bumbu apa pun. Karena rasa daging benar-benar akan terasa manisnya," kata Restaurant Manager Stone Grill Muchlis S Darmawan.
Untuk mendapatkan rasa daging yang benar-benar gurih, Muchlis menyarankan agar para tamu memasak daging sesuai selera masing-masing. Mulai tingkat kematangan hingga jumlah garam yang ditaburkan di atas batu panas.
"Bagi yang tidak suka daging, kami menyediakan menu-menu berbahan dasar ikan. Demikian juga bagi kaum vegetarian, mereka bisa menemukan makanan vegetarian di sini," ujar Muchlis.
Walaupun Stone Grill belum terlalu lama berdiri di Indonesia, tamu-tamu yang datang ke restoran ini kebanyakan pernah mencoba Stone Grill di kota-kota dunia yang telah memiliki izin waralaba.
Kota-kota itu antara lain London, New York, Vancouver, Hong Kong, Shanghai, Singapura, Bangkok, Melbourne, dan Bahrain. "Selain di Pluit Junction, kami juga memiliki Stone Grill di Mega Kuningan dan Arteri Pondok Indah," ucap Muchlis.
(sindo//nsa)
Food & Resto
Memasak di Atas Batu Vulkanik
Minggu, 28 September 2008 - 14:33 wib
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:12
Minuman Segar ala Kafe -
Minggu, 30/11/2008 13:11
Mencicipi Hidangan Negeri Laskar Pelangi -
Sabtu, 29/11/2008 17:11
Sensasi Olahan Gurame -
Jum'at, 28/11/2008 16:11
Kreasi Hidangan Barat -
Kamis, 27/11/2008 17:11
Pedas-Asam Khas Celebes -
Rabu, 26/11/2008 15:11
Jus Buah Jadi Lebih Sehat -
Selasa, 25/11/2008 17:11
Kuliner Vietnam ala Celebrity Chef -
Senin, 24/11/2008 16:11
Berpetualang Menu Asia
