Fashion


Tampil Eklektik di Hari nan Fitri

Senin, 29 September 2008 - 09:59 wib
text TEXT SIZE :  
Foto : Dewi Arta

INGIN tampil etnik dan eklektik di Hari Raya? Busana batik bisa menjadi alternatifnya. Tak hanya untuk orang dewasa, para remaja pun cocok mengenakannya.

Akhir-akhir ini batik memang telah menjadi tren tersendiri di dunia fashion. Batik hadir di mana-mana, mulai acara resmi hingga formal. Batik digemari orang dewasa hingga para remaja. Nah Lebaran tahun ini tak salah bila Anda mengenakan batik untuk menghadiri berbagai acara seperti halal bihalal.

Tak susah mencari koleksi batik yang chic dan modis. Pasalnya, beberapa brand ternama sudah melansir koleksi busana Lebaran yang terbuat dari batik. Salah satunya adalah Allure. Butik yang fokus dengan batik ini jauh-jauh hari sudah menyiapkan koleksi baru, khusus untuk hari raya.

Kali ini palet warna pastel menjadi andalan butik tersebut. Untuk menjaga eksklusivitas, Allure sengaja melansir koleksi batik Lebaran dalam jumlah terbatas. Sementara untuk menciptakan kesan elegan, pilihan warna ditekankan pada warna pastel dengan penggunaan tiga bahan.

"Kali ini lebih ke warna nude, pastel, kalem, menggunakan banyak silk habutai dan chiffon silk, dan ATBM (alat tenun bukan mesin)," tutur Anita Asmaya, manajer produksi Allure.

Ciri khas warna gradasi tidak dihilangkan. Namun, kali ini Allure mengurangi pemakaian warna strong menggantikannya dengan palet baby pink, hijau muda, broken white, dan biru muda. Pemilihan warna kalem seperti ini sengaja disesuaikan dengan makna Idul Fitri. Manusia menjadi lebih rendah hati, penuh kasih, dan pemaaf.

"Untuk motifnya sendiri kami pakai perpaduan motif ornamen yang juga masih merupakan ciri Allure," kata Anita.

Tidak banyak eksplorasi motif batik baru. Semua kembali pada kekuatan warna. Warna alami tersebut akan terlihat elegan dengan aplikasi payet pada beberapa bagian busana. Payet ini juga memunculkan kesan mewah sebuah busana batik. Sebagai busana Lebaran, potongan busana kali ini lebih banyak dibuat dengan model loose, mirip tunik maupun dress.

Namun, bukan berarti model busana tampil monoton. Permainan aksen untuk mempercantik busana juga diaplikasikan. Seperti lengan bervolume, cutting di bagian tangan dan leher tinggi. Sementara untuk bawahan, bisa menggunakan celana bahan senada, legging maupun jins.

Untuk mempercantik penampilan dan mendapatkan total look yang eksentrik, Anda bisa bermain-main dengan kreasi syal. Stylist Allure mencontohkan dengan mengkreasikan syal sebagai bawahan. Caranya tidak sulit, gunakan korset di luar, atau buat simpul yang cukup kencang.

Umumnya, jika atasan sudah loose, pilih celana bahan bermodel pipa agar tubuh terlihat proporsional dan membentuk kurva terbaik dari tubuh. Untuk busana batik dengan bahan sifon yang lembut dan melayang jika masih terlalu pendek, sebaiknya menggunakan celana bahan kain.

Sementara bahan ATBM yang lebih solid dengan warna yang kuat bisa dikenakan bersama jins.

"Kesan feminin pada koleksi sifon kami sangat kuat. Sedangkan ATBM memberi kesan lebih tegas, tapi tetap cantik," ujar Anita.

Koleksi busana Allure memang tidak bermodel mutlak seperti gamis. Bukan apa-apa, Allure melihat pangsa pasar yang berbeda. Sejak berdiri tahun 2005, Allure yang berarti cantik selalu berpatokan pada desain dan motif serta pewarnaan yang khas memberikan sentuhan etnik.

Allure berkiblat pada tren tanpa meninggalkan motif-motif batik asli, padu dengan motif modern hasil kreasi tim kreatif Allure. Pemakaian bahan terbaik seperti sutra, viscos, katun, ATBM, sifon, dan habutai.

Selain mengeluarkan koleksi untuk wanita, Allure pun memiliki kemeja untuk ayah. Pilihan warna yang juga lembut, bisa dipadukan dengan dress chiffon broken white batik baby pink.

Sementara koleksi baju anak pun tersedia dalam warna-warna ceria. Sepertinya sudah menjadi keharusan untuk tampil sempurna di hari raya. Setelah sebulan penuh berpuasa, menahan lapar dan haus, menjaga hati, kembali putih, dan berkilau pula dalam balutan busana yang tepat. (sindo//nsa)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4