ALUNAN musik tradisional Bali dan para pelayan yang ramah menyambut Anda saat memasuki Le Seminyak, restoran khas Bali di lantai lima Mal Pacifik Place, Jakarta.
Bali yang terkenal dengan keeksotisannya memberi touch tersendiri sebagai tempat wisata yang banyak memberikan inspirasi bagi orang yang berkunjung ke sana. Begitu pula dengan Le Seminyak, sebuah restoran yang terinspirasi oleh keindahan pulau dewata, hadir di pusat Ibu Kota.
Lewat cita rasa orisinal, nuansa Bali dituangkan dalam desain interior yang akan segera mengingatkan Anda pada desain yang diterapkan di banyak resor di sana.
"Nuansa ruangan sengaja dibuat menyenangkan dan dihadirkan melalui citra rasa tradisional yang dikolaborasikan dengan sentuhan modern," tutur salah satu penggagas restoran ini, Novi Kusuma.
Inspirasi nama Le Seminyak ini sendiri muncul dari sebuah tempat terkenal di Bali yang sangat penuh dengan nilai seni dan stylish. Seminyak dipenuhi butik, galeri seni, dan toko pernik khas Bali, serta tempat hang out yang banyak orang bilang, tempat tersebut adalah tempat "wajib kunjung" jika menjejakkan kaki di pulau dewata.
Atmosfer gaya itulah yang hendak dibangun di Le Seminyak. Penambahan kata "Le" di depan kata "Le Seminyak", selain memberi kesan gaya mudah diingat, juga mengingatkan kita pada perupa Bali asal Belgia, Le Majeur. Atmosfer fusion itulah yang ingin dihadirkan di restoran tersebut.
Novi menuturkan, dimulai dari kayu untuk fondasi, beberapa macam pajangan dan peralatan didatangkan langsung dari pulau yang terkenal dengan Pantai Kuta ini.
"Dalam mencari peralatan tersebut, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan, mulai mengumpulkan, hingga barang tersebut jadi," ucap Novi yang sudah menggeluti bisnis kuliner lebih dari satu dekade.
Patung penari Bali banyak menghiasi Le Seminyak. Beberapa patung dipajang pada dinding restoran. Patung tersebut merupakan patung penari legong. Di Bali, tarian legong mempunyai nilai dan cerita sejarah yang sangat terkenal dan menarik. Tarian ini dicirikan dengan kipas yang digunakan penarinya.
Tiga relief menghiasi sudut dari fountaine area ini. Terdapat relief kayu upacara Melasti dan relief kayu tari barong. Upacara Melasti merupakan suatu kegiatan upacara keagamaan yang dilakukan masyarakat Bali.
"Tiga hari sebelum Nyepi di Bali, masyarakat menuntun arca-arca stanapara Dewa disucikan ke laut. Mereka memikul jempana (rumah kecil) yang diusung ke laut, untuk membuang segala kekotoran pikiran, perbuatan, dan perkataan kita ke laut karena diyakini laut adalah tempat peleburan segala sesuatu di dunia ini. Jadi penyucian tersebut dilakukan saat upacara melasti ke laut," tutur Novi yang menceritakan sedikit sejarah mengenai upacara melasti yang diperoleh dari seorang warga Bali saat menemukan tempat relief tersebut.
Kursi untuk pengunjung dibagi menjadi beberapa bagian. Di antaranya, bale bengong, fountaine area, dan private room. Bale bengong merupakan tempat yang disediakan bagi pengunjung yang ingin duduk santai, tempat ini menyerupai gazebo yang umumnya berada di halaman rumah. Kapasitasnya bisa mencapai 6?8 orang di setiap bale.
"Konon di Bali, biasanya bale bengong digunakan sebagai tempat untuk upacara keagamaan yang dilakukan hanya untuk keluarga. Kayu-kayu yang dijadikan fondasi berasal dari kayu bekas bantalan rel kereta api loh, tua, kuno, dan unik sekali," sebut Novi.
Terdapat juga fountaine area. Pengunjung yang datang bersama rombongan bisa memilih tempat ini karena mempunyai meja yang terhampar panjang dan bisa memuat hingga 24 pengunjung. Kayu yang digunakan untuk meja ini dibuat dari kayu suar yang dibelah menjadi dua. Di Bali, kayu tersebut banyak digunakan sebagai hiasan atau untuk furnitur.
Dengan daya tampung hingga 135 orang, restoran yang sangat tepat untuk dijadikan sebagai tempat menyelenggarakan berbagai acara ini dihadirkan untuk menghilangkan rasa kerinduan akan atmosfer Bali.
Kerinduan itu dapat terpuaskan tanpa harus repot jauh-jauh datang ke Bali. Cita rasa hidangan, nuansa resor, alunan musik, dan sambutan hangat adalah kolaborasi sempurna yang akan dihadirkan di Le Seminyak bagi kenyamanan wisata kuliner Anda.
Makanan Serbatradisional
BUKAN hanya pada desain dan suasana yang mencerminkan khas tradisional Bali dengan menampilkan plafon-plafon tinggi. Makanan pun menjadi ciri utama dari restoran ini.
Hidangan Bali yang ditawarkan dipilih benar-benar berasal dari khazanah kuliner pulau dewata. Resep-resep yang diolah di Le Seminyak merupakan resep autentik dari executive chef berpengalaman asal Bali. Itu pun tidak sembarang, tapi yang memiliki reputasi terpuji di kancah kuliner internasional, Nyoman Lother Arsana.
Ragam makanan khas Bali yang ditawarkan restoran ini siap bersaing dengan aneka menu internasional yang disajikan restoran lain.
"Masakan Bali telah memiliki reputasi internasional. Sayang sekali kalau tidak dieksplorasi secara maksimal oleh kita-kita sebagai warga lokal," tutur salah satu penggagas restoran Le Seminyak, Novi.
Novi memaparkan, hidangan Bali yang ditawarkan mereka benar-benar pilihan yang berasal dari khazanah kuliner pulau dewata.
"Untuk menu spesial yang ditawarkan di sini adalah bebek betutu, tuna wonto sambal matah, sate lilit seafood, ikan bakar jimbaran, udang bakar, ayam pelalah, bebek goreng, nasi campur bali, dan bubuh injin," katanya berpromosi.
Sup ayam bening atau bisa juga disebut dengan cram cam soup adalah salah satu sup yang terkenal ketradisionalnya di Bali.
Dikatakan Lother, ayam yang digunakan dari masakan tersebut, merupakan ayam yang pernah dijadikan aduan saat acara sabung ayam. Ayam yang mati, dicacah, dan dijadikan soup.
"Menu ini adalah menu yang sangat tradisional. Dan ini merupakan resep turun-menurun di keluarga Bali," ucap Lother yang sudah menuangkan tulisan masakan Balinya ke dalam dua buku masakannya yang menginternasional, The Food of Bali, dan Authentic Recipes from Indonesia.
Menu tradisional lainnya adalah sate lilit dengan dua pilihan rasa, yaitu ayam dan seafood. "Di Bali, sate lilit ini dibuat umumnya pada saat acara upacara-upacara keagamaan di Bali, seperti upacara galungan," kata Lother yang menuangkan keahliannya ke dalam beragam menu yang ditawarkan di Le Seminyak.
Novi menuturkan, cara mempertahankan rasa Bali juga dilakukan dengan tetap menggunakan sejumlah koki lainnya yang juga berasal dari sana.
"Jadi tidak hanya kepala kokinya saja yang fasih terhadap masakan Bali, juga koki-koki lainnya supaya rasa masakan Bali tidak hilang pada hidangan yang kami sajikan," paparnya.
Selain itu, yang menarik dari masakan Bali yang ditawarkan di Le Seminyak adalah adanya bumbu dasar yang selalu tersedia. Bumbu ini digunakan untuk setiap masakan. Misalnya, untuk masakan Bali yang menggunakan bahan dasar ayam bisa ditambahkan dengan bumbu base be siap atau base be pasih untuk bahan dasar yang menggunakan ikan.
(sindo//nsa)
Food & Resto
Menu Bali di Ibu Kota
Minggu, 5 Oktober 2008 - 13:47 wib
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:12
Minuman Segar ala Kafe -
Minggu, 30/11/2008 13:11
Mencicipi Hidangan Negeri Laskar Pelangi -
Sabtu, 29/11/2008 17:11
Sensasi Olahan Gurame -
Jum'at, 28/11/2008 16:11
Kreasi Hidangan Barat -
Kamis, 27/11/2008 17:11
Pedas-Asam Khas Celebes -
Rabu, 26/11/2008 15:11
Jus Buah Jadi Lebih Sehat -
Selasa, 25/11/2008 17:11
Kuliner Vietnam ala Celebrity Chef -
Senin, 24/11/2008 16:11
Berpetualang Menu Asia
