BERBICARA mengenai jenjang karier (carier path), seseorang tentu selalu ingin meraih kesuksesan saat mengarungi profesinya.
Sebelum meraih posisi yang tepat, lintas profesi sering dilakoni oleh mereka yang belum puas dengan minat yang diinginkannya. Untuk itu, setiap orang dapat menekuni beberapa profesi, mulai dari bankir, advokat, HRD (human resources department), atau wartawan.
Kendati dapat menjalani profesi berbeda, namun setiap orang harus menjalani prosesnya terlebih dahulu. Mengenai hal itu, psikolog Bondan Seno Prasetyadi memberikan pandangannya.
"Ada dua pembeda dalam jenjang karier seseorang. Untuk mereka yang menjalani satu profesi dan selalu bekerja dengan bidang yang sama disebut one carier path. Sementara saat seseorang ingin lintas profesi, maka disebut dual carier path," kata Bondan kepada okezone saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (7/10/2008).
Sebelum memutuskan untuk menjajal kemampuan dalam bidang yang berbeda, psikolog lulusan Universitas Gunadarma ini menuturkan beberapa syarat.
"Harga jual seseorang ditentukan dari berapa lama (experience) dia bekerja. Kendati demikian, saat ini yang menjadi primadona ialah di bidang teknologi informasi (TI), sehingga mereka yang baru fresh graduate saja sudah memiliki gaji yang sama dengan HRD yang bekerja selama tiga tahun. Tapi jangan berkecil hati, karena masing-masing pekerjaan ada harganya," papar Training in Managemenet Consultant Partner PT Mitra Langgeng Sejati ini.
Jam terbang seseorang, sambung Bondan, memang memiliki andil besar untuk pertimbangan sebuah perusahaan. Namun, Anda juga tidak boleh lengah dalam menjalani karier. Sebab saat hanya fokus terhadap karier dan mencoba menjajal berbagai profesi, tanpa memikirkan track record, maka akan memberikan nilai buruk di mata sebuah perusahaan.
"Saat ini profesi yang umum itu tidak terlalu berperan penting, justru orang-orang yang spesial dengan bidang khusus yang dikuasainya membuat nilai jual dia lebih tinggi," tutur staf pengajar Fakultas Hukum di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ini.
Tak sebatas itu saja. Tingkat pendidikan seseorang baik itu S1, S2, atau S3 juga turut memengaruhi nilai jual saat ingin menjajal kemampuan menekuni profesi yang berbeda.
Nah, saat Anda telah memutuskan untuk lintas profesi dengan nilai jual yang dimiliki, Bondan mengungkapkan, saat itu pula Anda harus mengetahui pay system (sistem pembayaran) yang akan diperoleh.
"Sistem pembayaran itu dibagi menjadi tiga yaitu pay for job desk, yaitu bayaran seseorang berdasarkan pada job desk seseorang. Semakin tinggi, bayarannya semakin mahal. Pay for time ialah seberapa lama seseorang bekerja, bisa dihitung berapa banyak dia dibayar. Terakhir ialah pay for person, yaitu penilaian performance mulai dari good looking, etika, sopan santun. Selain itu chemistry-nya sesuai atau tidak dengan desk yang dipilih. Nah dari ketiganya, Anda harus mengetahui jelas agar dapat menentukan nilai jual kepada perusahaan yang bersangkutan," pungkasnya.
(nsa)
Trend
Lintas Profesi, Bisakah?
Selasa, 7 Oktober 2008 - 14:26 wib
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:12
800 Busana Hiasi 'Fashion Exploration 2009' -
Senin, 01/12/2008 17:12
Britney Spears, Model Sampul Majalah Glamour -
Senin, 01/12/2008 15:12
Ada "Overtune in Harmony" di JCC -
Senin, 01/12/2008 13:12
58 Perancang Ramaikan 'Fashion Exploration 2009' -
Senin, 01/12/2008 11:12
Melinda Messenger, Model Lingerie Ultimo -
Senin, 01/12/2008 11:12
Britney Spears Seksi dalam Balutan Baju Sirkus -
Senin, 01/12/2008 10:12
Kenali Tanda-tanda Orang Tertarik pada Anda -
Senin, 01/12/2008 10:12
Victoria Beckham Luncurkan Koleksi Gaun Perdananya
