Koleksi Ian Adrian (Foto: Tuty Ocktaviany)
MENCARI inspirasi busana memang tidak perlu jauh-jauh keliling dunia. Lingkungan di sekitar kita pun bisa menjadi solusinya.
Hanya, perancang Dina Midiani menambahkan, seorang desainer juga harus bisa menawarkan busana yang benar-benar dia pahami atau mempunyai konsep rancangan yang jelas, sehingga bisa dikemas menjadi sesuatu yang baru dan bernilai jual tinggi.
"Hal itu jarang sekali kita pikirkan. Kenyataannya, perancang sering kali mengikuti tren musiman," jelas Dina yang didaulat merumuskan arahan tren fesyen 2009 untuk Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).
Menurut Dina, seorang perancang memang harus memiliki kemampuan untuk mengolah atau mengemas sesuatu menjadi baru. Bahkan, seorang perancang bisa pula memengaruhi pasar dengan koleksi yang dia tawarkan.
"Tidak masalah jika mau bermain dengan aplikasi busana. Tetapi yang harus diperhatikan bagaimana penempatan atau teknik pengerjaannya. Contohnya, bisa dengan memodifikasi warna dan ukuran yang berbeda," sebutnya.
Tetapi sekali lagi Dina memahami kesulitan yang sering kali dialami perancang yang berbasis di daerah. Menurutnya, basic perancang daerah bukan ready to wear, tetapi personal.
"Mereka pun menjadi terjebak dengan keinginan klien. Oleh karena itu mereka harus berusaha keras memahami keinginan pasar dan saling bertukar pengalaman dengan perancang lainnya," tukas perancang yang selalu sukses menggaet buyers di ajang Hong Kong Fashion Week ini.
(tty) Hanya, perancang Dina Midiani menambahkan, seorang desainer juga harus bisa menawarkan busana yang benar-benar dia pahami atau mempunyai konsep rancangan yang jelas, sehingga bisa dikemas menjadi sesuatu yang baru dan bernilai jual tinggi.
"Hal itu jarang sekali kita pikirkan. Kenyataannya, perancang sering kali mengikuti tren musiman," jelas Dina yang didaulat merumuskan arahan tren fesyen 2009 untuk Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).
Menurut Dina, seorang perancang memang harus memiliki kemampuan untuk mengolah atau mengemas sesuatu menjadi baru. Bahkan, seorang perancang bisa pula memengaruhi pasar dengan koleksi yang dia tawarkan.
"Tidak masalah jika mau bermain dengan aplikasi busana. Tetapi yang harus diperhatikan bagaimana penempatan atau teknik pengerjaannya. Contohnya, bisa dengan memodifikasi warna dan ukuran yang berbeda," sebutnya.
Tetapi sekali lagi Dina memahami kesulitan yang sering kali dialami perancang yang berbasis di daerah. Menurutnya, basic perancang daerah bukan ready to wear, tetapi personal.
"Mereka pun menjadi terjebak dengan keinginan klien. Oleh karena itu mereka harus berusaha keras memahami keinginan pasar dan saling bertukar pengalaman dengan perancang lainnya," tukas perancang yang selalu sukses menggaet buyers di ajang Hong Kong Fashion Week ini.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad