Seks saat Hamil, Boleh Kok!

Selasa, 13 November 2007 - 10:57 wib | Toto Pribadi - Okezone

Seks saat Hamil, Boleh Kok!

JAKARTA - Banyak orang berasumsi bahwa wanita hamil tidak baik melakukan hubungan seksual dengan sang suami. Alasan keselamatan janin dan terkena infeksi menjadi alasan bagi ibu hamil untuk tidak melakukan hubungan seks, terutama saat umur janin mendekati kelahiran. Benarkah hal itu?

Menurut Dr Suririnah dalam infoibu.com mengatakan, hubungan seks saat kehamilan tidak berbahaya untuk bayi asal dilakukan dengan benar. Ketakutan infeksi juga tidak berdasar. Sebab, lendir dari cervik (mulut rahim) ibu yang membantu melawan terhadap kuman yang masuk ke dalam pintu rahim. Selain itu, bayi dalam kandungan juga berada dalam kantung rahim dan cairan ketuban, serta otot rahim dan perut yang kuat, yang melindungi bayi selama dalam proses kehamilan.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah cara berhubungan badan yang benar pada ibu hamil? Anda hanya perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman dengan mempertimbangkan keselamatan janin Anda.

Beberapa posisi yang ideal untuk melakukan aktivitas seks pada ibu hamil antara lain:

1. Posisi wanita di atas.

Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil, karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

2. Posisi duduk.

Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut di mana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk di atasnya, saling berhadapan atau membelakangi pasangan pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

3. Posisi sendok.

Posisi ini dilakukan dengan tubuh berbaring menyamping. Anda berada di belakang istri Anda, sehingga penetrasi dapat dilakukan dari belakang.

4. Posisi laki-laki di atas tetapi berbaring hanya separuh tubuh.

5. Posisi berlutut atau berdiri.

Yang terpenting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan Anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual, atau batasilah tekanan di perut ibu hamil.

Tetapi, jika kehamilan Anda termasuk kehamilan dengan resiko tinggi, lebih baik Anda tidak mengikuti saran dokter untuk tidak melakukan aktivitas seksual selama hamil. Kebanyakan dokter akan menyarankan Anda untuk tidak melakukan hubungan seksual pada kasus-kasus kehamilan tertentu, misalnya kandungan lemah, riwayat kelahiran prematur pelebaran servik, dan penyakit seksual menular.
(tty)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »